Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau para pelanggan kereta api jarak jauh untuk datang lebih awal ke stasiun keberangkatan, khususnya Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Imbauan juga disampaikan kepada penumpang di stasiun-stasiun wilayah Daop 1 Jakarta lainnya seperti Bekasi, Jatinegara, Cikarang, Karawang, dan Cikampek.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan imbauan ini dikeluarkan seiring dengan tingginya curah hujan yang berpotensi menimbulkan genangan dan padatnya lalu lintas pada akses menuju stasiun. Imbauan ini diharapkan dapat menjadi langkah antisipatif untuk memastikan pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan dan tidak tertinggal kereta.
Advertisement
“Curah hujan yang cukup tinggi berpotensi menyebabkan genangan dan kemacetan di sejumlah titik akses menuju stasiun. Untuk itu, kami mengimbau pelanggan agar datang lebih awal guna mengantisipasi kendala perjalanan menuju stasiun,” kata Franoto dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, dalam rangka menjaga keandalan operasional sarana dan ketepatan waktu di tengah kondisi cuaca ekstrem, KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan berbagai langkah antisipasi.
Salah satunya dengan melakukan pengaturan dan pemindahan penyimpanan sarana kereta api jarak jauh ke Depo Cipinang, yang sebelumnya ada di Depo Jakarta Kota, guna meminimalkan potensi gangguan operasional.
Pompa Air Dikerahkan
Selain itu, KAI juga melakukan pemompaan air di emplasemen Stasiun Jakarta Kota dan mengalirkannya ke sungai terdekat sebagai upaya menjaga kondisi prasarana dan sarana tetap aman serta siap operasional.
“Sarana dan prasarana kereta api dalam kondisi baik berkat langkah antisipasi yang telah dilakukan. Hingga Jumat pagi, sebanyak 70 perjalanan kereta api jarak jauh dijadwalkan berangkat dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Sampai dengan pukul 08.00 WIB, seluruh perjalanan kereta api dapat beroperasi normal dan sesuai jadwal,” jelas Franoto.
Adapun di wilayah Jakarta Gudang dan Stasiun Jakarta Kota juga sempat terjadi genangan pada sebagian jalur. Meski begitu, kesiapsiagaan petugas di lapangan serta langkah penanganan yang cepat, operasional perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan tepat waktu.
KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan prasarana perkeretaapian guna memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap optimal.
“Kami berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan pelanggan. Terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan,” kata dia.
125 RT dan 14 Jalan Terendam Banjir
Hujan deras mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis 22 Januari 2026. Hujan ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 125 RT dan 14 ruas jalan masih tergenang hingga Jumat (23/1/2026) pukul 07.00 WIB.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan dalam keterangannya.
Genangan terbanyak terjadi di Jakarta Selatan dengan 55 RT, disusul Jakarta Barat 38 RT, Jakarta Timur 30 RT, dan Jakarta Utara 2 RT.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 cm hingga 150 cm. Hal ini dipicu curah hujan tinggi serta luapan sejumlah sungai, antara lain Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, dan Kali Ciliwung.
Selain permukiman, banjir juga merendam 14 ruas jalan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Sejumlah ruas terdampak antara lain Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Strategi Raya dan Basoka Raya di Joglo, hingga Jalan Kebon Pala II di Jakarta Timur. Tinggi air juga bervariasi mencapai 10–65 cm.
Selain itu, banjir memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi-lokasi penampungan sementara. BPBD DKI mencatat 387 jiwa mengungsi, tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Pengungsian terbesar berada di Jakarta Pusat dengan 225 jiwa, disusul Jakarta Barat 93 jiwa, serta Jakarta Timur 69 jiwa.