Gabungkan CT Scan dengan Radioterapi, Prosedur Terapi Radiasi untuk Pasien Kanker Jadi Lebih Efisien

CT Scan dan radioterapi dilakukan tanpa perlu berpindah tempat sehingga waktu radioterapi jadi lebih cepat dan efisien.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 Januari 2026, 11:00 WIB
CT-Linac di Siloam MRCCC, mengintegrasikan CT Scan dan radioterapi sehingga proses keduanya dilakukan pasien kanker tanpa perlu berpindah tempat.

Liputan6.com, Jakarta - Radioterapi merupakan salah satu terapi penting dalam pengobatan kanker. Tujuan radioterapi diantaranya untuk memperkecil ukuran kanker sebelum dioperasi, menghentikan pertumbuhan sel kanker, atau menghentikan penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain.

Sebelum menjalani radiasi untuk penyinaran, pasien kanker menjalani CT Scan untuk memetakan target kanker. Baru kemudian dokter menganalisis lalu melakukan proses radioterapi. Biasanya proses dari CT Scan hingga radioterapi membutuhkan waktu berhari-hari.

Namun, teknologi alat kesehatan makin canggih salah satunya dengan kehadiran CT-Linac, sebuah alat radioterapi yang digabungkan dengan CT Scan. Lewat alat yang terintegrasi antara CT Scan dengan radioterapi, proses radioterapi jadi lebih sederhana.

Seluruh proses terapi dalam satu sesi tanpa perlu memindahkan posisi pasien, dengan waktu persiapan hingga penyinaran sekitar 25 menit dengan CT-Linac. Kehadiran alat teknologi medis ini bisa membuat waktu radioterapi jadi lebih cepat dan efisien.

"Selain memiliki akurasi yang baik, alat ini bisa membuat waktu treatment jadi lebih pendek. Lalu, radiasi yang diberikan ke pasien dosisnya bisa lebih besar sehingga tidak perlu bolak-balik lebih banyak ke rumah sakit," kata dokter spesialis onkologi radiasi konsultan Denny Handoyo Kirana.

Ia mencontohkan pada pasien kanker prostat yang umumnya perlu 37 kali treatment radioterapi. Namun, dengan dosis radiasi yang lebih besar maka proses radiasi bisa menjadi 20 kali. Lalu, pada pasien payudara yang biasanya memerlukan radiaoterapi 25 kali, tapi lewat alat ini jadi bisa 15 kali.

"Signifikan berkurang. Jadi, efisien dari treatment, efisien dari ongkos, efisien dari segala hal," kata Denny pada Kamis, 22 Januari 2026 di Siloam MRCCC Jakarta.

 

Keamanan Radioterapi CT-Linac

Dokter spesialis onkologi radiasi konsultan Denny Handoyo Kirana menjelaskan tentang radioterapi pada pasien kanker.

Denny mengatakan bahwa keselamatan pasien adalah nomor satu. Maka dari itu, meski dosis lebih besar tapi tetap aman untuk pasien.

"Justru jadi lebih aman, karena ada proses adaptasi, maka dosis dan target disesuaikan, lalu tentunya keselamatan pasien nomor 1. Kesembuhan paling utama dengan efek samping seminimal mungkin," tutur Denny.

 

CT-Linac Baru Ada Satu di Indonesia

CEO Siloam International Hospitasl Caroline Riady

Saat ini di Indonesia CT-Linac besutan United Imaging baru ada di Siloam MRCCC. Alat teknologi medis ini mulai digunakan pada 2026. Sepuluh hari alat tersebut digunakan sudah memberikan treatment kepada lebih dari 25 pasien.

CEO Siloam International Hospital, Caroline Riady mengatakan kehadiran teknologi raditerapi canggih tersebut tujuannya untuk meningkatkan layanan pengobatan kanker yang berkualitas.

"Melalui adopsi teknologi radioterapi canggih, kami berupaya meningkatkan presisi terapi, penanganan pasien, serta memperluas akses terhadap layanan kanker berkualitas tinggi bagi masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara," kata Caroline.

Presiden International Business United Imaging Healthcare Group, Dr. Jusong Xia, Ph.D. yang hadir di kesempatan itu mengatakan kanker masih menjadi tantangan kesehatan global yang terus meningkat dan membutuhkan kolaborasi lintas negara, inovasi berkelanjutan, serta komitmen jangka panjang. Lewat kerja sama dengan MRCCC Siloam Semanggi, United Imaging Healthcare berupaya menghadirkan inovasi medis mutakhir yang memberikan dampak klinis nyata bagi pasien.

"Sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi Indonesia–Tiongkok yang didukung oleh inovasi dan keunggulan klinis dapat memperluas akses layanan kanker berkualitas, memperkuat sistem kesehatan, dan berkontribusi pada kemajuan global berbasis onkologi yang presisi," kata Xia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya