Begini Pergerakan Saham BBCA Hari Ini 22 Januari 2026

Kapitalisasi pasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sentuh Rp 949,22 triliun hingga sesi pertama perdagangan saham, Kamis (22/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Januari 2026, 13:24 WIB
Berikut pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada perdagangan saham Kamis, (22/1/2026) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) stabil hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Kamis (22/1/2026). Pergerakan saham BBCA ini di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada sesi pertama.

Mengutip data RTI, harga saham BBCA ditutup stagnan di posisi Rp 7.700 per saham. Harga saham BBCA dibuka stagnan di posisi Rp 7.700 per saham. Pergerakan saham BBCA bergejolak selama sesi pertama. Sempat di zona merah pada awal sesi perdagangan, dan berbalik arah menghijau.

Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 7.775 dan level terendah Rp 7.600 per saham. Total frekuensi perdagangan 47.773 kali dengan volume perdagangan saham 1.632.096 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,3 triliun. Kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 949,22 triliun.

Sementara itu, laju IHSG bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi pertama, IHSG dibuka naik 42 poin ke posisi 9.052 dari penutupan sebelumnya 9.010. Selama sesi pertama,  IHSG berada di level tertinggi 9.109,71 dan level terendah 9.016,12. Sebanyak 423 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 260 saham melemah dan 118 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.396.283 kali dengan volume perdagangan saham 41,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.893.

Mayoritas sektor saham menghijau hingga sesi pertama. Sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,59%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur naik 1,55%, sektor saham energi bertambah 0,32%, sektor saham basic naik tipis 0,05%.

Selain itu, sektor saham consumer siklikal mendaki 0,78%, sektor saham kesehatan menguat 0,67%, sektor saham properti bertambah 0,66% dan sektor saham transportasi bertambah 0,44%.

Kinerja Kuartal III 2025

Gedung BCA (Dok: BCA)

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bersama entitas anak mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 944 triliun hingga akhir September 2025.

Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit yang tetap berkualitas serta likuiditas yang terjaga. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,0% YoY, dengan CASA menjadi sumber pendanaan utama. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, laba bersih BCA dan entitas anak naik 5,7% YoY menjadi Rp 43,4 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, mengatakan terjaganya penyaluran kredit di berbagai sektor mencerminkan komitmen BCA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menambahkan pelaksanaan BCA Expo 2025 yang diperpanjang hingga 31 Oktober menjadi salah satu upaya mendorong pembiayaan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Kredit korporasi tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 10,4% YoY menjadi Rp 436,9 triliun per September 2025. Kredit komersial naik 5,7% YoY menjadi Rp 142,9 triliun, sedangkan kredit UKM tumbuh 7,7% YoY mencapai Rp 129,3 triliun.

Untuk kredit konsumer, pertumbuhannya sebesar 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, dipicu oleh peningkatan KPR 6,4% YoY menjadi Rp 138,8 triliun. Pinjaman konsumer lain, terutama kartu kredit, tumbuh 6,9% YoY ke Rp 23,5 triliun.

 

Kualitas Pembiayaan

Gedung BCA (Dok: BCA)

CASA masih menjadi pilar utama pendanaan dengan porsi 83,8% dari total DPK dan tumbuh 9,1% YoY menjadi Rp 999 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan frekuensi transaksi BCA yang melonjak 78% dalam tiga tahun terakhir.

Kualitas pembiayaan BCA tetap terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) berada di level 5,5% pada kuartal III 2025, lebih baik dibanding 6,1% pada periode yang sama tahun lalu. Non-performing loan (NPL) terkendali di angka 2,1%. Cadangan untuk NPL dan LAR masing-masing berada di tingkat 166,6% dan 69,5%.

Kredit yang disalurkan ke sektor berkelanjutan meningkat 12,7% YoY mencapai Rp241 triliun atau 25,5% dari total portofolio pembiayaan.

Penerapan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) juga diwujudkan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan di BCA Expo 2025 dengan menghadirkan Mesin Daur Ulang Bakti BCA, Waste Educator, dan Waste Station. Inisiatif tersebut diperkirakan mampu menekan potensi emisi karbon hingga 18,1 ton CO2.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya