Liputan6.com, Davos - Presiden Prancis Emmanuel Macron menarik perhatian saat tampil di panggung Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, pada Selasa (20/1/2026).
Ia tampil dengan mengenakan kacamata hitam aviator berlensa cermin berwarna biru. Pilihan aksesori tersebut dinilai tidak lazim mengingat seluruh rangkaian forum berlangsung di dalam ruangan, demikian dikutip dari laman The National News, Rabu (21/1).
Advertisement
Kemunculan Macron dengan kacamata hitam itu segera memicu spekulasi. Istana Elysee kemudian menjelaskan bahwa Presiden Prancis mengalami cedera ringan pada mata. Macron pertama kali terlihat mengenakan kacamata serupa pada Minggu (18/1) sebelumnya saat menghadiri pertemuan di Istana Elysee, Paris, ketika mata kanannya tampak memerah.
Pihak istana menyebut kacamata reflektif tersebut digunakan untuk menyamarkan kondisi mata sang presiden. Macron sendiri meremehkan insiden itu dan menyebutnya sebagai “hal sepele”.
Dua hari berselang, Macron tiba di Davos untuk menghadiri WEF dan tetap mengenakan kacamata yang sama, termasuk saat menyapa para pemimpin dunia dan pejabat internasional lainnya. Penampilannya pun menjadi sorotan di sela-sela agenda forum ekonomi global tersebut.
Jika dilihat dari modelnya, kacamata yang dikenakan Macron diduga merupakan brand dari Louis Vuitton Pilot Attitude yang merupakan koleksi musim gugur/dingin 2009.
Kacamata tersebut menampilkan detail garis halus di bagian jembatan hidung dan gagang, yang terinspirasi dari motif Damier, pola khas rumah mode mewah Prancis itu. Beberapa varian lain dalam lini yang sama bahkan menggunakan lensa bermotif papan catur.
Macron bukan pemimpin Prancis pertama yang pernyataan fesyennya menarik perhatian publik. Mantan Presiden Nicolas Sarkozy, yang menjabat pada 2007–2012, kerap menjadi sorotan karena kegemarannya mengenakan jam tangan Rolex dan kacamata hitam Ray-Ban, hingga dijuluki “Presiden Bling-Bling” oleh media Prancis.