Inter vs Arsenal: Malam Impian Gabriel Jesus di San Siro

Gabriel Jesus mencetak dua gol saat Arsenal menang 3-1 atas Inter Milan di Liga Champions. Gabriel Jesus menyebut laga di San Siro sebagai malam impian dalam ka

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 21 Januari 2026, 09:10 WIB
Pemain Arsenal, Gabriel Jesus, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Gabriel Jesus mencatat malam bersejarah bersama Arsenal saat membawa timnya menang 3-1 atas Inter Milan di Liga Champions. Penyerang asal Brasil itu mencetak dua gol pada babak pertama di Stadion San Siro, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Arsenal meraih kemenangan penting lewat performa impresif lini depan mereka. Gabriel Jesus tampil sebagai starter untuk ketiga kalinya musim ini dan langsung menjadi penentu hasil.

Pemain berusia 28 tahun itu baru kembali merumput sebulan lalu setelah absen hampir satu tahun akibat cedera ligamen lutut. Ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan pada laga tersebut.

Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Arsenal di kompetisi Eropa. Dua gol Jesus membuka jalan sebelum Viktor Gyokeres menutup laga dengan gol ketiga.


Malam Impian di San Siro

Pemain Arsenal, Gabriel Jesus (kiri), berebut bola dengan pemain Inter Milan, Francesco Acerbi, dalam pertandingan fase liga Liga Champions di Giuseppe Meazza, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Jesus menyebut laga di San Siro sebagai momen yang sangat spesial dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku selalu bermimpi bisa bermain dan mencetak gol di stadion legendaris tersebut.

Penyerang Arsenal itu mengaku terharu karena sejak kecil sering menonton Serie A. Bermain di Italia dan mencetak gol menjadi pengalaman emosional baginya.

"Ini adalah malam impian. Saya selalu bermimpi menjadi pesepak bola," kata Gabriel Jesus.

"Saya menonton sejak kecil, sering menonton Serie A, jadi bisa berada di stadion ini dan mencetak gol membuat mata saya berkaca kaca karena saya selalu bermimpi berada di sini," ujarnya.


Belajar dari Masa Sulit Cedera Panjang

Pemain Arsenal, Gabriel Jesus (kanan), merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Jesus mengungkapkan masa pemulihan panjang memberinya banyak pelajaran berharga. Ia menilai setiap kejadian, baik maupun sulit, selalu memiliki alasan.

Selama hampir sebelas bulan menepi, Jesus belajar memahami proses dan arti kesabaran. Pengalaman itu membentuk mentalnya saat kembali ke lapangan.

"Selalu ada alasan mengapa sesuatu terjadi, baik itu hal baik maupun hal sulit," ucap Jesus.

"Saya belajar tentang itu selama sebelas bulan saya absen dari lapangan," tuturnya.


Sikap Dewasa dan Respek kepada Rekan Setim

Pemain Arsenal, William Saliba (kiri), berebut bola dengan pemain Inter Milan, Marcus Thuram, dalam pertandingan fase liga Liga Champions di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Jesus menegaskan dirinya memahami persaingan di dalam tim. Ia menilai setiap pemain ingin tampil sejak menit awal dan harus bersikap profesional.

Jesus juga mengaku senang melihat Viktor Gyokeres mencetak gol setelah masuk sebagai pemain pengganti. Ia merasa kebahagiaan tim lebih penting daripada pencapaian pribadi.

"Semua orang ingin menjadi starter. Saya orang yang sangat menghormati, saya bukan anak kecil lagi, saya sudah 28 tahun, jadi saya memahami sepak bola," jelas Jesus.

"Saya sangat senang Vik masuk dan mencetak gol. Saya sangat bahagia saya mencetak gol dan Vik juga mencetak gol," ujar Jesus.


Persaingan Sengit di Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya