Liputan6.com, Jakarta - Lautan sampah di tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara dapat memicu masalah kesehatan pada warga sekitar.
“Dampak kesehatan bagi warga, nelayan, dan masyarakat sekitar Muara Baru ini tentu bisa cukup serius terutama karena adanya sampah, terutama sampah domestik, limbah plastik dan limbah organik,” kata dokter ahli kesehatan lingkungan, Dicky Budiman kepada Health Liputan6.com lewat pesan suara, dikutip pada Selasa (20/1/2026).
Advertisement
"Ini adalah pencemaran lingkungan pesisir yang serius dan risikonya bisa berupa penyakit infeksi karena lingkungan perairan yang tercemar sampah limbah cair itu berpotensi menjadi reservoir bakteri, patogen. Misalnya, e-coli, vibrio, salmonella, dan parasit,” tambahnya.
Nelayan dan warga yang sering kontak langsung dengan air laut yang tercemar, berisiko mengalami penyakit kulit, infeksi, dermatitis, luka yang sulit sembuh, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran pernapasan akibat aerosol air tercemar.
Paparan kimia berbahaya juga bisa terjadi akibat banyaknya sampah plastik dan limbah industri yang terakumulasi di perairan pesisir. Akumulasi ini dapat melepaskan logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium, dan bahan kimia persisten.
“Nah paparan kronis atau terus-menerus dari paparan kimia berbahaya seperti ini, baik lewat kulit ataupun terhirup itu bisa meningkatkan risiko gangguan saraf, gangguan ginjal, gangguan hormon, dan penurunan daya tahan tubuh,” paparnya.
Hilangkan Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan
Dalam kesempatan lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah merespons soal banyaknya sampah yang menumpuk di tanggul laut kawasan Muara Baru. Pramono menilai pentingnya perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah.
Dia menyampaikan, kejadian tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh warga Jakarta. Pramono menekankan bahwa persoalan sampah di wilayah pesisir tidak terlepas dari kebiasaan membuang sampah ke sungai, yang pada akhirnya terbawa arus hingga ke laut dan merusak lingkungan pesisir.
"Ini juga menjadi peringatan bagi seluruh warga Jakarta agar perilaku membuang sampah di sungai itu ya harus dihilangkan di Jakarta," ujar Pramono di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026) mengutip News Liputan6.com.
Penanganan Sampah di Muara Baru
Pramono menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah bergerak cepat menangani persoalan ratusan ton sampah yang menumpuk tersebut. Pembersihan di lokasi telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
"Apapun kemarin yang di Muara Baru kan langsung kita tangani, kita bersihkan," kata Pramono.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya terus berupaya mengatasi sampah di kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara.
Menurut dia, penanganan sudah dilakukan sejak Jumat 16 Januari 2026, di mana dilakukan pengangkutan sampah secara bertahap.
60 Ton Sampah Telah Diangkut
Asep merinci, di hari pertama, petugas telah mengangkut 35 ton sampah. Jumlah tersebut bertambah 25 ton pada hari kedua, dan meningkat signifikan pada hari ketiga pada Minggu, 18 Januari 2026 dengan total 77 ton sampah terangkut.
"Pada hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit excavator, serta dua unit perahu karet," kata dia dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).