Tottenham Hotspur di Ambang Revolusi: Thomas Frank Terancam Dipecat usai Rentetan Hasil Buruk

Hanya meraih satu kemenangan dari delapan laga, posisi Thomas Frank di kursi pelatih Tottenham Hotspur kini makin panas.

oleh Rindi AntikaDiterbitkan 19 Januari 2026, 22:47 WIB
Pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Denmark, Thomas Frank (2 kanan), dan bek Tottenham Hotspur asal Belanda, #37, Micky van de Ven (kanan), bertepuk tangan kepada para penggemar di lapangan setelah pertandingan fase liga Liga Champions UEFA antara Tottenham Hotspur dan FC Copenhagen di Stadion Tottenham Hotspur, London, Rabu (5-11-2025) dini hari WIB. Tottenham menang dengan skor 4-0. (Ben STANSALL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Tottenham Hotspur dilaporkan mulai kehilangan kesabaran terhadap kinerja pelatih kepala Thomas Frank

Berdasarkan laporan terbaru, dewan klub telah mengadakan pertemuan untuk membahas masa depan pria asal Denmark tersebut setelah serangkaian hasil negatif yang menghantam klub dalam beberapa pekan terakhir.

Kekalahan memalukan di kandang sendiri saat melawan West Ham United menjadi puncak kemarahan manajemen, yang kini mulai mempertimbangkan dengan serius untuk mengakhiri kerja sama lebih awal.

Meskipun Thomas Frank baru bekerja sejak musim panas lalu, tekanan dari internal klub semakin menguat karena performa tim yang dianggap tidak menunjukkan grafik peningkatan yang diharapkan sejak ia menggantikan posisi Ange Postecoglou pada awal musim ini.


Pemburuan Pelatih Baru

Pelatih Brentford, Thomas Frank saat ini tengah menjalani musim ke-6 menangani The Bees di Premier League musim 2023/2024. Ia mulai membesut Brentford saat masih berkiprah di Championship pada awal musim 2018/2019. Brentford dibawanya promosi ke Premier League sejak musim 2020/2021 setelah melewati jalur play-off. (AFP/Darren Staples)

Para petinggi Tottenham Hotspur dikabarkan tidak hanya mengevaluasi posisi Frank, tetapi sudah mulai aktif memetakan nama-nama pelatih alternatif.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika terjadi situasi yang kian memburuk di lapangan dan tidak ada perubahan yang signifikan dalam waktu dekat.

Walaupun belum ada keputusan final, spekulasi mengenai pencarian nakhoda baru ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pemain yang dibawa oleh Frank kini mencapai titik nadir dan berada di level mengkhawatirkan.


Kekecewaan Suporter

Pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Denmark, Thomas Frank (tengah), bereaksi menjelang adu penalti di akhir waktu normal dalam pertandingan final Piala Super UEFA 2025 antara Paris Saint-Germain (Prancis) dan Tottenham Hotspur FC (Inggris) di Stadion Friuli, Udine, Kamis (14-8-2025) dini hari WIB. (Marco BERTORELLO / AFP)

Situasi di Stadion Tottenham Hotspur turut memanas, usai ribuan pendukung The Lilywhite secara terbuka menyuarakan kekecewaan mereka melalui yel-yel “sacked in the morning” yang menggema di tribune.

Menanggapi cemooh tersebut, Frank dalam keterangannya mengakui bahwa ia sepenuhnya memahami rasa frustasi penggemar dan menerima tanggung jawab penuh atas hasil buruk yang diraih tim.

Dukungan publik yang diharapkan menjadi pilar kekuatan bagi Frank, kini justru berbalik menjadi tekanan psikologis yang sangat berat, dan memunculkan spekulasi bahwa tempatnya di kursi pelatih tinggal menghitung hari saja.


Statistik Buruk dan Krisis Prestasi

Kiper Liverpool, Alisson Becker, hanya mampu memandangi bola yang masuk ke gawangnya saat melawan Tottenham Hotspur pada laga pekan ketujuh Premier League 2023/2024 di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (30/09/2023). (AFP/Henry Nicholls)

Kehadiran Thomas Frank di Tottenham tidak terlepas dari catatan statistik yang sangat mengkhawatirkan, di mana klub hanya mampu memetik satu kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.

Kegagalan ini diperparah dengan tersingkirnya Spurs dari ajang FA Cup dan Carabao Cup, yang membuat peluang mereka meraih tropi musim ini hanya tersisa ddi kompetisi Liga Champions dan liga domestik.

Manajemen klub dilaporkan merasa sangat risau dengan ketidak konsistenan taktik yang diterapkan, terutama menjelang jadwal krusial di kancah Eropa.

Ketidakmampuan Frank dalam meramu strategi bertahan yang solid telah membuat Tottenham menjadi tim yang rapuh, sehingga dewan klub kini terjebak dalam dilema antara segera memecatnya atau menunggu hingga tersedia sosok pengganti yang benar-benar kompeten.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya