Menbud Fadli Zon Tunjuk Panembahan Agung Tedjowulan Jadi Pelaksana Keraton Surakarta

Fadli Zon berharap Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana bisa segera mengumpulkan semua keluarga keraton untuk duduk bersama agar bisa kembali rukun.

oleh Fajar AbroriDiterbitkan 19 Januari 2026, 11:30 WIB
Menbud Fadli Zon Tunjuk Panembahan Agung Tedjowulan Jadi Pelaksana Keraton Surakarta (Fajar Abrori/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jawa Tengah- Kementerian Kebudayaan resmi menunjuk Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH-PA)Tedjowulan sebagai pelaksana Keraton Surakarta Hadiningrat. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pemanfaatan Cagar Budaya Keraton Surakarta.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, melalui SK Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 tentang penetapan penunjukan pelaksana pelindungan, pengembangan, dan atau pemanfaatan kawasan cagar budaya keraton kasuanan Surakarta sebagai peringkat nasional itu menetapkan bahwa Tedjowulan sebagai pelaksana sekaligus penanggung jawab pengelolaan Keraton Surakarta.

“Dari pemerintahan telah melaksanakan rapat bersama kementerian dan lembaga terkait, termasuk dengan kepolisian telah bersepakat untuk menunjuk penanggung jawab karena kita berharap keraton yang bersejarah ini harus terjaga, terawat. Setelah ditunjuk Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana maka kita harapkan beliau bisa melakukan pemetaan, tentu bisa bekerjasama dengan seluruh pihak termasuk lembaga dewan adat dan keluarga besar keraton,” kata dia, Minggu (18/1/2026).

Selain itu, Fadli Zon berharap Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana bisa segera mengumpulkan semua keluarga keraton untuk duduk bersama agar bisa kembali rukun.

“Kita juga berharap Panembahan Agung untuk melaksanakan musyawarah, ini kan urusan keluarga besar keraton. Kita menyaksikan masih ada perbedaan-perbedaan pendapat, masih ada mungkin hal perbedaan, kesalahpahaman dan hal-hal yang lain maka perlu dilurushkan,” ujar dia.

“Kami dari pemerintah menunjuk beliau sebagai pelaksana sekaligus penanggung jawab. Harus ada dari pemerintah itu yang bisa nanti menjadi semacam pelaskana dan penanggung jawab yang akuntabel, yang transparan. Kami menilai beliau adalah seorang yang senior, punya banyak pengalaman. Saya yakin beliau bisa menjadi bagian yang menyelesaikan persoalan di keraton,” tambahnya.

 

Tedjowulan Dianggap Bisa Selesaikan Konflik Internal Karaton Surakarta

Fadli menyampaikan keyakinannya bahwa Tedjowulan dapat berperan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di internal Keraton Surakarta. Dia menilai, dukungan dari para sesepuh Keraton menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

“Saya yakin beliau bisa menjadi bagian yang menyelesaikan persoalan di Keraton tentu didukung oleh para senior-senior lain yang ada di Keraton Solo. Dengan Wali Kota Solo juga nanti dari kami dari Dirjen perlindungan kebudayaan dan tradisi,” ucap dia.

Menurut Fadli, Keraton Surakarta memiliki potensi besar sebagai kawasan cagar budaya. Hal itu dia lihat secara langsung saat meninjau area Keraton yang selama ini tidak seluruhnya terbuka untuk umum.

“Saya baru pertama kali juga melihat. Biasanya hanya di tempat-tempat yang terbuka untuk umum, tapi setelah melihat ke belakang ya ini luas keraton ini yang 8,5 hektar baru kelihatan. Ternyata banyak bangunan-bangunan yang bisa bercerita sendiri bangunan-bangunan tua itu,” paparnya.

Dia menambahkan, para raja Kasunanan Surakarta, mulai dari PB IX, PB X, PB XII, hingga PB XIII, telah meninggalkan jejak pembangunan bersejarah yang perlu direvitalisasi dan dijaga keberlanjutannya.

Terkait insiden yang terjadi saat penyerahan SK, Fadli menilai hal tersebut merupakan dinamika yang lazim terjadi. Dia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijaksana oleh Tedjowulan.

“Kalau tadi melihat ada sedikit ini insiden. Ya saya kira itu hal yang biasa. Ini bagian yang memang perlu diselesaikan Tedjowulan. Saya yakin beliau ini bijaksana. Jadi bisa mengundang kerabat semua keluarga besar Keraton Solo,” kata dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya