Wamentrans Viva Yoga Tinjau Demplot, Nanas Moris Disiapkan jadi Andalan Transmigrasi di Riau

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyebut, Kementrans menetapkan Nanas Moris sebagai produk unggulan di kawasan transmigrasi Pekanbaru, Riau.

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 19 Januari 2026, 01:05 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Riau. (Liputan6.com/Rio Ferdinand Muhammad Eka Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menetapkan Nanas Moris sebagai produk unggulan di kawasan transmigrasi, seiring upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pengembangan komoditas lokal bernilai tambah.

Penetapan ini ditandai dengan peninjauan langsung demplot oleh Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Riau.

"Di Balai Transmigrasi Pekanbaru, meninjau demplot-demplot yang akan kita terapkan di kawasan transmigrasi salah satunya adalah demplot untuk penanaman nanas moris, kemudian demplot budidaya nila, ikan nila, kemudian ayam KUB, dan tanaman hidroponik," ujar Wamentrans Viva Yoga Mauladi, di Balai Pengembangan Pemukiman Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) di Pekanbaru, Riau, Sabtu 17 Januari 2026.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari strategi Kementrans dalam menyiapkan model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang akan diterapkan di berbagai kawasan transmigrasi.

"Kementrans memastikan setiap demplot disesuaikan dengan kondisi iklim dan karakter wilayah tujuan para transmigran," ucap Viva Yoga.

Dia menegaskan, pengembangan komoditas unggulan menjadi kunci agar kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat tinggal baru, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Viva Yoga menjelaskan, demplot yang dikembangkan di Balai Pekanbaru akan menjadi contoh langsung bagi para calon transmigran.

"Ini menjadi demplot yang akan kita terapkan di kawasan transmigrasi yang tentunya disesuaikan dengan kondisi iklim dan pembangunan dari masing-masing jalan transmigran," kata dia.

Viva Yoga menyebut, demplot tersebut meliputi penanaman Nanas Moris, Budidaya ikan nila, ayam KUB, serta tanaman hidroponik yang dirancang untuk menunjang kemandirian pangan dan ekonomi keluarga transmigran.

 

Nanas Moris, Komoditas Serbaguna Bernilai Tinggi

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Riau. (Liputan6.com/Rio Ferdinand Muhammad Eka Putra)

Viva Yoga mengungkapkan, kekagumannya terhadap potensi Nanas Moris yang dikembangkan di Pekanbaru.

"Saya bersyukur bahwa di Pekanbaru ini mengembangkan Nanas Moris yang merupakan tanaman produk lokal yang bisa digunakan untuk apa saja, untuk bisa dimakan, bisa diminum. Tadi saya minum sirup nanas tanpa gula, lebih manis daripada tebu. Kandungan gulanya, kalau gak salah namanya fruktosa," tutur dia.

Menurut Viva Yoga, Nanas Moris memiliki nilai ekonomi tinggi karena seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan.

"Karena ternyata Nanas Moris ini seluruhnya bermanfaat, batang dan daunnya bisa dibuat benang, serat, kain dan juga bisa dibuat untuk bahan bio etanol, pupuk, kosmetik, dan juga bisa untuk program-program yang lain, aktivitas yang lain," terang dia.

"Jadi banyak sekali produk turunan dari Nanas kalau ini bisa dikembangkan secara masif dengan rumah produksinya, bisa lebih bagus," tambah Viva Yoga.

 

Rumah Produksi di Setiap Kawasan Transmigrasi

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi (Foto: Inayah/Liputan6.com)

Viva Yoga menyebut, pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi perlu bertumpu pada potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah. Salah satunya adalah nanas, yang tidak hanya bernilai sebagai buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.

"Optimalisasi komoditas ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," terang dia.

"Pengembangan secara komprensif terhadap produk turunan dari nanas akan menjadi bagian yang sangat penting di dalam pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi. Dan setiap kawasan transmigrasi itu memiliki produk unggulan yang tersendiri," sambung Viva Yoga.

Dia menjelaskan, setiap daerah transmigrasi memiliki karakteristik dan keunggulan komoditas yang berbeda-beda. Karena itu, kata Viva Yoga, pengembangan ekonomi masyarakat perlu disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing wilayah agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Jadi di daerah Riau ini rumah produksi Nanas. Di daerah Maluku Utara, rumah produksi Pala. Di daerah Maluku, rumah produksi Sagu dan lain sebagainya," terang dia.

"Dengan produk unggulan di masing-masing tiap kawasan transmigrasi, itu akan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi baru," sambung Viva Yoga,

 

Festival Nanas Jadi Momentum Nasional

Inilah penampakan nanas termahal di dunia yang harganya mencapai Rp 200 juta.

Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Pekanbaru, Ahmad Syahir mengatakan pengembangan Nanas Moris juga ditandai dengan penyelenggaraan Festival Nanas.

"Hari ini kami menggelar festival nanas yang telah didahului dengan peresmian pusat edukasi nanas moris, penanaman bibit dan petik nanas moris di Demplot, Balai Pekanbaru," kata dia.

Menurut Ahmad, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis untuk mendorong nilai ekonomi komoditas lokal di kawasan transmigrasi.

Melalui acara ini, diharapkan Nanas dapat naik kelas menjadi produk unggulan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Acara ini tidak semata-mata untuk pesta makan nanas dan olahan nanas, tetapi ada amanah besar yang harus kami jalankan, yaitu menjadikan nanas sebagai komoditas unggulan di Kawasan-kawasan Transmigrasi," papar Ahmad.

Dia menegaskan, masyarakat lokal telah merasakan manfaat ekonomi dari nanas. Pengalaman tersebut diharapkan dapat direplikasi di kawasan transmigrasi agar manfaat ekonominya dirasakan lebih merata.

"Masyarakat di Kabupaten Kampar telah menikmati hasil budidaya nanas, oleh karena itu para transmigran dan masyarakat transmigrasi juga harus merasakan manisnya pertumbuhan ekonomi keluarga, ekonomi kawasan dari budidaya nanas," ujarnya.

 

Filosofi Nanas untuk Ketangguhan Transmigrasi

Ilustrasi menanam nanas di dalam ruangan. [Foto: Gemini]

Ahmad Syahir menyebut Nanas Moris kini menjadi maskot Balai Pekanbaru. Buah ini tidak hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai identitas dan semangat pengembangan kawasan.

"Besarnya perhatian kami pada nanas, maka buah ini kami jadikan Maskot Balai Pekanbaru, Itu adalah Nanas Moris yang kami jadikan Maskot Balai Pekanbaru," katanya.

Menurut Ahmad, selain bernilai Ekonomi, Nanas juga memiliki makna filosofis yang kuat sebagai simbol ketangguhan dan harapan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

"Salah satu filosofi nanas, bahwa nanas mampu tumbuh di lahan yang panas, tandus, dan kadang-kadang yang lahan yang tidak subur atau gambut juga sangat cocok untuk nanas," ungkapnya.

"Sifat ini mengandung makna ketangguhan dan adaptasi, dalam konteks kinerja organisasi, hal ini mencerminkan kemampuan untuk bertahan bekerja optimal dan menghasilkan kinerja terbaik meskipun ditengah terbatasan dan tantangan," sambung Ahmad.

Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, menargetkan hilirisasi produk nanas. Upaya ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.

"Pada tahun ini InsyaAllah kami akan mengolah daun nanas menjadi serat benang yang bernilai ekonomi, untuk mewujudkan ini kami telah belajar intensif kepada ahlinya sekaligus pelaku usaha pengolahan daun nanas," pungkasnya.

Melalui pengembangan Nanas Moris sebagai produk unggulan, Kementerian Transmigrasi berharap kawasan transmigrasi tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Infografis Tanaman Sayuran yang Cocok Ditanam di Lahan Sempit. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya