Diklat Petugas Haji 2026 Digelar Semi Militer, Wamenhaj: Mereka Menemukan Kekompakan

Wamenhaj menyebut bahwa Diklat PPIH Arab Saudi 2026 yang digelar semi-militer tidak sepenuhnya tentang latihan fisik.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 19 Januari 2026, 22:00 WIB
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menyapa peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 sesuai Fun Walk 5K di sekitar Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 17 Januari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Seminggu dari total 20 hari Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi 2026 telah berlalu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menjawab kebingungan publik atas pelaksanan diklat yang digelar semi militer.

"Yang menakutkan, yang mereka bayangkan, itu tidak mereka temukan. Yang mereka temukan adalah kedisiplinan, yang mereka temukan adalah kegembiraan, yang mereka temukan adalah kekompakan. Jadi, saya ingin menyampaikan pada publik, jangan sampai ada military phobia," ujar Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2026.

"Ada nilai-nilai dari satu komunitas yang harus kita comot, kemudian kita gunakan. Itu simbolisasi manusia terbuka. Yang jelas, pelatihan semi-militer yang kami maksud itu tidak semuanya tentang fisik," sambung dia.

"Ada tuh netizen menyebut, 'Ini ngapain sih petugas haji, gembira-gembira, nyanyi-nyanyi.' Itu bentuk kekompakan. Tapi jangan lupa yang mereka lihat kan setiap pagi, setiap siang dan malam, itu diisi dengan bahasa Arab, diisi tentang perhajian, fiqih haji, dan sebagainya," kata Dahnil.

Jadi, menurut dia, ada keseimbangan secara fisik, kekompakan, dan kedisiplinan, serta kapasitas perhajian dan bahasa. Seminggu setelah PPIH Arab Saudi 2026 menjalani diklat, Wamenhaj mengaku "tidak ragu."

"Saya melihat optimisme," ujarnya.

"Saya yakin mereka akan sangat membantu nanti, bertugas sebagai penyelenggara haji di Arab Saudi," ia menambahkan. Ditanya progres apa yang paling terlihat, Dahnil menyebut kompak, disiplin, dan gembira

Perubahan Bakal PPIH Arab Saudi 2026

Peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 belajar yel-yel di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 12 Januari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Ketiganya, kata Wamenhaj, merupakan poin-poin paling penting.

"Karena untuk menunaikan amanah dan tugas berat, pertama itu harus disiplin, kemudian kompak, kemudian gembira. Kalau nggak gembira, nggak akan muncul keikhlasan untuk melayani (jemaah haji)," ucap Dahnil.

Ia menambahkan bahwa tahun ini, jumlah petugas haji perempuan melampaui target, yakni mencapai 33,2 persen dari target 30 persen.

"Ini memang kebijakan Pak Menteri (Mochamad Irfan Yusuf) bahwasanya kami ingin afirmasi terhadap perempuan karena jemaah haji kita sebagian besar itu perempuan," terang Dahnil

"Perlindungan terhadap perempuan, para hajah, dibutuhkan, karena banyak keluhan juga dari ibu-ibu terkait pembimbing (ibadah) perempuan. Mereka akan lebih nyaman ketika berkomunikasi dengan petugas perempuan, termasuk dalam konsultasi ibadah," ia menambahkan.

Perbanyak Petugas Haji Perempuan

Peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 belajar yel-yel di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 12 Januari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Menurut Wamenhaj, pendekatan petugas perempuan terhadap jemaah perempuan bisa lebih personal. "Kami ingin membangun hubungan emosional antara petugas dengan jemaah, supaya keluarga yang ditinggalkan merasa nyaman dan aman."

"Apalagi jemaah lansia, itu ditangan para petugas yang punya watak empati dan simpati. Jadi seperti orangtua kita sendiri, teman-teman MCH (Media Center Haji) juga nanti kan yang bertugas akan ikut mengawal mereka, menjaga mereka, itu seperti kita menjaga ibu bapak kita," jelas Dahnil.

Terpisah, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, menyebut bahwa PPIH harus benar-benar menghadirkan layanan secara nyata pada jemaah haji saat mengisi kelas diklat PPIH Arab Saudi, Kamis, 17 Januari 2026.

Pelayan Jemaah Haji

Visitasi ke tenda jemaah haji oleh Ketua Tim Asistensi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan sekaligus Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes dr. Yuli Farianti, M.Epid. (dok. KKHI)

Puji menyampaikan bahwa tugas utama PPIH bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan memastikan seluruh layanan haji benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh jemaah.

"PPIH harus memastikan jemaah terlayani dengan baik sesuai tugas dan fungsi masing-masing, jemaah merasa puas dan terlindungi selama menjalankan ibadah haji," terang dia.

Menurut Puji, kualitas penyelenggaraan ibadah haji sangat ditentukan kehadiran petugas yang responsif, empatis, dan profesional.

Setiap layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah, harus dirasakan langsung manfaatnya di lapangan.

"Saya melihat betul petugas disiapkan dengan serius untuk melayani tamu Allah. Mereka menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti diklat, mulai dari latihan baris-berbaris hingga pendalaman materi," tutup Dahnil

Infografis Rencana hingga Jadwal Perjalanan Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya