Noe Letto dan Frank Alexander Hutapea Dilantik jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

Kemenhan melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional, dua di antaranya putra Cak Nun dan Hotman Paris.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 18 Januari 2026, 21:15 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Makassar, Selasa (9/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Fauzan).

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional, dua di antaranya putra Cak Nun dan Hotman Paris. Pelantikan tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) berlangsung di Kementerian Pertahanan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dari belasan nama yang dilantik, muncul nama Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Vokalis Letto dan Frank Alexander Hutapea.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan Noe Letto termasuk salah satu dari 12 tenaga ahli yang dilantik Menteri Pertahanan.

"Benar Sabrang Mowo Damar Panuluh merupakan salah satu dari 12 Tenaga Ahli yang dilantik dan menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional," ujar Rico dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).

Menurut dia, Sabrang Mowo Damar Panuluh bertugas memberi masukan, kajian, dan rekomendasi strategis lintas disiplin. Rico menyebut, fokus keahliannya meliputi perspektif sosial, kebudayaan, serta komunikasi strategis untuk memperkaya kajian pertahanan.

"Dalam mekanismenya, Tenaga Ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku, untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan Dewan, termasuk Menteri Pertahanan, sehingga keputusan tetap berada dalam koridor kelembagaan dan kepentingan strategis pertahanan negara," ucap dia.

Rico juga memastikan nama Frank Alexander Hutapea, anak pengacara Hotman Paris Hutapea, termasuk dalam 12 tenaga ahli yang dilantik. Dia menegaskan seluruh proses berjalan dengan mekanisme yang sama.

"Terkait komposisi Tenaga Ahli lainnya, seluruh nama yang dilantik, termasuk Frank Alexander Hutapea, ditetapkan melalui mekanisme yang sama, dengan pertimbangan kebutuhan organisasi dan kapasitas profesional masing-masing," jelas dia.

Dia mengarisbawahi pengisian Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia, dan tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya.

 

Kemenhan Lantik 12 Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Ada Anak Cak Nun hingga Putra Hotman Paris

Kemenhan Lantik 12 Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (AntaraNews)

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan resmi melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional untuk memperkuat perumusan kebijakan strategis di bidang pertahanan.

Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang lebih dikenal sebagai Noe Letto, vokalis band Letto sekaligus putra budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, para tenaga ahli tersebut akan berperan memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Seluruh masukan itu akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional.

"Dalam mekanismenya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku," kata Rico, Minggu (18/1/2026).

Selain Noe Letto, Kementerian Pertahanan juga melantik Frank Alexander Hutapea, putra sulung pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional.

 

Tak Pilih Berdasarkan Latar Belakang Keluarga

Rico menjelaskan, para tenaga ahli yang memiliki keahliannya masing-masing itu akan berkontribusi pemikiran strategis lintas disiplin.

Mulai dari perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis yang relevan untuk memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional

Nantinya, kontribusi pemikiran itu akan menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan dewan termasuk Menteri Pertahanan, sehingga keputusan tetap berada dalam koridor kelembagaan dan kepentingan strategis pertahanan negara.

Rico mengatakan, pemerintah memastikan bahwa pengisian Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.

"Tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya," katanya, dilansir Antara.

Infografis 5 Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo-Gibran. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya