Bintang Manchester United Luapkan Amarah di Ruang Ganti, Bikin Panas Rekan Setim

Sebuah luapan amarah seorang pemain bintang di ruang ganti Manchester United begitu intens sehingga tak seorang pun berani menanggapi.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 18 Januari 2026, 16:30 WIB
Sebuah luapan amarah seorang pemain bintang di ruang ganti Manchester United begitu intens sehingga tak seorang pun berani menanggapi.

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United pernah kedatangan pemain bintang Zlatan Ibrahimovic. Superstar Swedia itu datang ke Old Trafford pada tahun 2016, menandatangani kontrak satu tahun sebagai pemain bebas transfer.

MU yang saat itu ditangani Jose Mourinho mengamankan jasa penyerang produktif itu selama satu tahun, dengan opsi perpanjangan satu tahun lagi. Ibrahimovic direkrut untuk memperkuat prospek United dalam meraih trofi.

Selama masa jabatannya di United, Ibrahimovic memenangkan Piala Liga dan Liga Europa. Kehadiran pemain yang menyebut dirinya "singa" sangat dikenang rekan setimnya ketika itu, Marcos Rojo. Dia mengingat kehadiran sang striker yang berapi-api di ruang ganti MU.

Rojo, sesama anggota tim, menemukan kesamaan dengan Ibrahimovic melalui teman mereka, Ezequiel Lavezzi, yang memperkuat hubungan mereka. Dalam sebuah wawancara tahun 2023 dengan TyC Sports, Rojo menjelaskan sifat bersemangat pemain Swedia itu di ruang ganti, di mana ia sering menjadi pusat perhatian sementara yang lain tetap diam.

"Ia bergabung dengan grup pada hari Jumat, ia telah berlatih satu hari, dan kami melakukan perjalanan. Ia memulai pertandingan dan mencetak gol yang luar biasa, kenang Rojo.


Timbulkan Gesekan dengan Rekan Setim

Zlatan Ibrahimovic yang didatangkan Manchester United pada awal musim 2016/2017 dari PSG mampu mencetak total 28 gol dan 10 assist di semua kompetisi dari 46 laga. Ketajamannya pada musim debutnya berujung raihan gelar Community Shield 2016, Piala Liga 2016/2017 dan Liga Europa 2016/2017. (AFP/Paul Ellis)

"Ia datang dengan penuh semangat, 'Kalian tidak bermain sepak bola seperti itu, ini klub besar!' teriaknya. [Wayne] Rooney dan [Bastian] Schweinsteiger ada di sana... tidak ada yang mengatakan apa pun kepadanya. Dan saya berpikir, 'Wah, ini sangat panas.'"

Keinginan Ibrahimovic untuk sukses sangat terasa sejak awal di United, yang kadang-kadang menyebabkan gesekan dengan rekan setimnya. Bahkan, Rojo pernah mengalami konfrontasi panas dengan sang striker di ruang ganti.

"Dalam sebuah pertandingan, ia menjadi emosi, dan saya membalasnya," tambah Rojo. "Saya mulai mengomelinya. Kami berdua mulai berdebat. Babak pertama berakhir dan kami pergi ke ruang ganti." Saya berkata, 'Tidak, sekarang saya harus masuk dan melihat apa yang dia lakukan,' Anda lihat. Saya sudah siap.


Cepat Menyelesaikan Perbedaan

Zlatan Ibrahimovic. Striker Swedia berusia 40 tahun yang dua musim memperkuat Manchester United pada 2016/2017 dan 2017/2018 ini menjadi top skor MU di musim pertamanya. Ia mampu mencetak 17 gol dan 5 assist hanya dari 28 laga di Liga Inggris. (AFP/Oli Scarff)

"Saya bilang padanya, 'Berhentilah berteriak padaku', dia menjawab, 'Tidak, oper bola padaku, mainkan ke depan'. Dia datang, dan semua orang berhenti. Saya juga berhenti, tetapi saya berkata, 'Ambil yang ini', lalu Mourinho datang dengan marah, dia mulai menendang semuanya."

Namun, keduanya dengan cepat menyelesaikan perbedaan mereka, seperti yang diingat Rojo: "Keesokan harinya saya sedang sarapan, dan dia datang, memegang leher saya dari belakang, dan kami mulai tertawa."


Sudah Tidak Muda Lagi

Swedia menjadi salah satu negara di kawasan Skandinavia yang memiliki kultur sepak bola yang kental di Eropa. Para pemainnya pun telah lama banyak menghiasi liga-liga top Eropa, termasuk di Premier League Liga Inggris. Dari beberapa pemain yang pernah atau pun masih berlaga di Premier League, tercatat ada 5 pemain dengan jumlah gol terbanyak di Premier League hingga kini. Siapa saja? Berikut daftar lengkapnya. (AFP/Oli Scarff)

Zlatan Ibrahimovic bergabung dengan Manchester United pada usia 34 tahun. Saat itu, dia merapat ke Old Trafford setelah kontraknya bersama PSG berakhir pada 2016.

Meski sudah tidak muda lagi, Ibrahimovic tetap mampu memberikan dampak besar bagi Tim Setan Merah. Stiker asal Swedia itu mencetak 29 gol dan 10 assist dari 53 pertandingan.

Ibra ikut memenangkan tiga gelar juara bersama Manchester United. Dia meraih Liga Europa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield sebelum melanjutkan kariernya bersama LA Galaxy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya