Barcelona Lolos Dramatis di Santander, Joan Garcia Panen Pujian

Barcelona menyingkirkan Racing di Copa del Rey lewat kemenangan dramatis 2-0, dengan Joan Garcia jadi pahlawan di menit akhir.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 17 Januari 2026, 17:45 WIB
Kiper Barcelona, Joan Garcia, melakukan lima penyelamatan saat timnya bersua Villarreal pada laga pekan ke-17 La Liga di Estadio de la Ceramica, Minggu (21/12/2025) malam WIB. Berkat kontribusi Garcia, Barca menang 2-0 atas Villarreal. (AFP/Jose Jordan)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona memastikan tiket ke perempat final Copa del Rey usai menaklukkan Racing Santander pada babak 16 besar, Jumat (16/01/2026). Kemenangan 2-0 itu terasa jauh dari kata mudah bagi tim asuhan Hansi Flick.

Bertanding di El Sardinero, Barcelona tampil dominan dalam penguasaan bola dan tekanan. Namun, efektivitas di lini depan menjadi persoalan yang membuat laga berjalan alot.

Gol pembuka baru lahir pada menit ke-66 lewat Ferran Torres setelah serangkaian peluang terbuang. Situasi itu membuat Racing tetap memiliki harapan hingga menit-menit akhir.

Drama memuncak di masa tambahan waktu ketika Racing hampir memaksakan laga berlanjut ke extra time. Penyelamatan krusial Joan Garcia di menit ke-94 menjadi titik balik sebelum Lamine Yamal memastikan kemenangan dua menit berselang.


Torres Soroti Laga Sulit dan Peran Garcia

Pemain Barcelona, Ferran Torres, melewati kiper Racing Santander, Jokin Ezkieta, sebelum menjebol gawangnya pada babak 16 besar Copa del Rey di Estadio El Sardinero, Jumat (16/1/2025). (AP Photo/Miguel Oses)

Ferran Torres mengakui pertandingan melawan Racing tidak berjalan sesuai ekspektasi awal. Barcelona dipaksa menghadapi pertahanan rapat yang membuat ruang bermain menjadi sempit.

Penyerang Spanyol itu menilai timnya perlu lebih cepat dalam mengalirkan bola dan memperlebar lapangan. Situasi baru berubah ketika laga mulai terbuka di penghujung pertandingan.

Torres juga menegaskan pentingnya kontribusi individu di momen krusial. Menurutnya, keberhasilan Barcelona tak lepas dari peran pemain yang mampu tampil menentukan.

“Kami terkejut Racing bermain begitu kaku, kami pikir mereka bermain lebih terbuka, tetapi kami harus memperbaiki permainan dan memperluas lapangan. Tujuan saya adalah membantu tim dan pelatih. Saya mencetak gol dan saya berharap lebih banyak lagi. Permainan jauh lebih terbuka di akhir. Untungnya kami memiliki Joan Garcia," ujarnya seperti dilansor Football Espana.


Cubarsi Akui Diselamatkan Joan Garcia

Pemain Barcelona, Pau Cubarsi, mengontrol bola pada laga Liga Champions antara Barcelona vs Eintracht Frankfurt di Barcelona, Spanyol, Selasa, 9 Desember 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Pau Cubarsi menjadi salah satu pemain yang paling lega setelah laga berakhir. Bek muda Barcelona itu terlibat dalam situasi yang hampir berujung gol untuk Racing.

Kesalahan posisi Cubarsi memberi Manex Lozano peluang emas di menit ke-94. Beruntung bagi Barcelona, Joan Garcia tampil sigap menepis peluang tersebut.

Cubarsi mengakui momen itu bisa saja mengubah jalannya pertandingan. Ia pun menyadari betapa pentingnya memiliki kiper yang mampu tampil tenang di situasi genting.

“Senang rasanya memiliki kiper seperti Joan yang menyelamatkan kita," ucap Cubarsi.


Casado: Joan Garcia yang Terbaik di Dunia

Gelandang Barcelona Marc Casado (AFP)

Marc Casado juga tak ketinggalan memberikan pujian setinggi langit kepada Joan Garcia. Gelandang muda itu menilai performa sang kiper konsisten sejak awal tahun.

Casado mengingat penampilan gemilang Garcia saat menghadapi Espanyol di La Liga. Menurutnya, kontribusi sang penjaga gawang kerap menjadi pembeda dalam laga-laga ketat.

Aksi heroik di El Sardinero semakin menegaskan nilai penting Garcia bagi tim. Casado menilai kehadiran kiper berusia 24 tahun itu memberi rasa aman bagi seluruh skuad.

“Joan Garcia luar biasa. Ia memberi kami poin di La Liga dan hari ini ia memberi kami kemenangan. Ia yang terbaik di dunia," pujinya.

(Football Espana)


Klasemen Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya