Saham BUMI Merosot 12,77% dalam Lima Hari Terakhir

Kapitalisasi pasar saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tembus Rp 152,25 triliun.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Januari 2026, 17:18 WIB
Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 2,84% pada perdagangan Kamis, (15/1/2026).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah pada perdagangan saham Kamis, 15 Januari 2026. Koreksi harga saham BUMI itu menambah tekanan ke saham BUMI selama sepekan terakhir.

Mengutip data RTI, ditulis Sabtu (17/1/2026), harga saham BUMI terpangkas 2,84% ke posisi Rp 410 per saham. Harga saham BUMI dibuka naik empat poin ke posisi Rp 426 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 428 dan level terendah Rp 404 per saham. Total frekuensi perdagangan 172.995 kali dengan volume perdagangan saham 41.896.544 saham. Jelang akhir pekan ini, saham BUMI masuk jajaran saham teraktif diperdagangkan.

Adapun nilai transaksi mencapai Rp 1,7 triliun. Kapitalisasi pasar saham BUMI mencapai Rp 152,25 triliun.

Berdasarkan data google finance, harga saham BUMI terpangkas 12,77% dalam lima hari terakhir. Selama sebulan terakhir, harga saham BUMI naik 17,82%. Sepanjang 2025, harga saham BUMI melompat 244,54%.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,47% ke posisi 9.075,40 pada perdagangan saham Kamis, 15 Januari 2026. Indeks saham LQ45 bertambah 0,835 ke posisi 889,43. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.100,82 dan level terendah 9.040,99. Sebanyak 339 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 331 saham melemah dan 133 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 3.373.659 kali dengan volume perdagangan saham 50,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 28,3 triliun.

Mayoritas sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham industri merosot 2,31%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi terpangkas 0,97% dan sektor saham basic mendaki 0,76%. Selain itu, sektor saham energi turun 0,21%, sektor saham kesehatan susut 0,18%. Lalu sektor saham properti terperosok 0,43%.

Sedangkan sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,20%, sektor saham siklikal menanjak 1,15%, sektor saham keuangan mendaki 1,14%, sektor saham teknologi melambung 0,58% dan sektor saham infrastruktur naik 0,13%.

 

Chengdong Corporation Lepas 3,7 Miliar Saham BUMI, Segini Raup Cuannya

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Chengdong Corporation kembali menjadi sorotan setelah melakukan penjualan besar-besaran atas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (14/1/2026), Chengdong tercatat melepas sekitar 3,71 miliar saham BUMI dengan 17 kali transaksi.

Penjualan ini dilakukan secara bertahap dalam periode akhir tahun, tepatnya mulai 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, seiring pergerakan harga saham yang fluktuatif. Harga jual saham dalam rangka divestasi tersebut berada di kisaran Rp 363 hingga Rp 461 per saham.

Rentang harga ini mencerminkan strategi pelepasan yang memanfaatkan momentum penguatan saham BUMI sepanjang periode transaksi berlangsung. Mengutip laman Mirae Asset Sekuritas, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merupakan salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia yang berada di bawah naungan Bakrie Grup. BUMI memiliki sejumlah anak usaha yang memegang peranan penting dalam produksi batu bara dan mineral.

Beberapa anak usaha utama terkait batu bara meliputi PT Arutmin Indonesia, Kaltim Prima Coal (KPC), Pendopo Energi Batu bara, PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Divestasi Berbuah Keuntungan Triliunan Rupiah Dari aksi korporasi tersebut, Chengdong mengantongi dana segar yang signifikan.

Berdasarkan perhitungan nilai transaksi, keuntungan yang diraih lembaga investasi asal China itu diperkirakan Rp 1,5 triliun. Nilai cuan tersebut mencerminkan keberhasilan Chengdong dalam mengoptimalkan portofolio investasinya di sektor pertambangan Indonesia, khususnya pada saham PT Bumi Resources Tbk yang sempat mencatat reli harga cukup tajam.

Manajemen Chengdong sendiri menegaskan transaksi penjualan saham ini murni dilakukan dalam rangka divestasi. Hal itu disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa, 13 Januari 2026, tanpa disertai agenda aksi korporasi lanjutan lainnya.

UBS Lepas 769 Juta Saham Bumi Resources

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, UBS Group AG melaporkan perubahan kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perwakilan UBS, Dominic Eichrodt dan Ruby Ko, perusahaan menyatakan telah menjual sebagian kepemilikannya pada emiten pertambangan tersebut.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/11/2025) UBS menyebutkan jumlah saham BUMI yang dimiliki turun dari 26,38 miliar saham (7,11%) menjadi 25,61 miliar saham (6,90%). Penurunan terjadi setelah UBS melepas 769.454.100 saham pada transaksi terakhir tanggal 20 November 2025, dengan harga Rp 228,994 per saham.

UBS menjelaskan aksi penjualan saham tersebut dilakukan untuk kebutuhan lindung nilai derivatif klien.

Kepemilikan saham UBS di BUMI terdiri dari kepemilikan langsung dan tidak langsung melalui beberapa entitas dan cabang UBS, termasuk UBS AG London Branch sebagai pemilik manfaat langsung, serta aset-aset yang tercatat atas nama klien Wealth Management melalui cabang UBS di Singapura, Hong Kong, dan Swiss. 

Selain itu, MultiConcept Fund Management S.A. dan UBS Fund Management (Switzerland) AG juga tercatat sebagai manajer dana terkait kepemilikan tersebut.

Sebelumnya, UBS Group AG menambah kepemilikan saham BUMI pada pertengahan November 2025.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya