Liputan6.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari dunia ritel dan kripto. Para pelanggan Carrefour Express di Arcachon, Prancis, kini bisa menikmati potongan harga fantastis saat berbelanja kebutuhan pokok. Syaratnya cukup unik: mereka harus membayar menggunakan Bitcoin (BTC).
Dikutip dari coinedition, Sabtu (17/1/2026), toko tersebut menawarkan diskon 20 persen dari total tagihan belanja bagi konsumen yang memilih Bitcoin di kasir. Langkah ini menjadi sorotan luas karena industri supermarket biasanya beroperasi dengan margin keuntungan yang sangat tipis.
Advertisement
Inisiatif ini juga mendorong penggunaan Bitcoin lebih jauh lagi ke sektor ritel sehari-hari, melampaui sekadar transaksi di toko daring (online store).
Menarik Perhatian Dunia
Promosi ini berasal dari satu gerai franchise (waralaba) Carrefour Express yang berlokasi di 9 Allée de la Chapelle, Arcachon. Penting untuk dicatat bahwa kebijakan ini merupakan keputusan mandiri gerai tersebut dan bukan berlaku secara massal di 14.000 gerai Carrefour di seluruh dunia.
Meski demikian, keputusan harga dari toko ini memicu perdebatan panas mengenai apakah Bitcoin benar-benar bisa bersaing dengan sistem pembayaran tradisional dalam kehidupan nyata.
Bahkan, pendiri dan mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), ikut bereaksi dengan rasa terkejut. Melalui komentarnya, ia mengaku tidak menyangka margin keuntungan Carrefour cukup besar untuk menanggung diskon hingga 20 persen.
"Saya tidak menyangka margin Carrefour bisa mendukung diskon sebesar 20 persen," ujar Changpeng Zhao.
Para pengamat menilai tawaran ini menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa dari pemilik toko. Alhasil, langkah ini terlihat bukan sekadar aksi cari panggung (stunt) jangka pendek, melainkan sebuah pertaruhan yang diperhitungkan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Mengapa Diskon 20 Persen Tetap Menguntungkan?
Ritel makanan sering kali beroperasi dengan laba yang sangat tipis, sehingga diskon 20 persen sekilas tampak sangat berisiko. Namun, pihak pedagang kemungkinan melihat diskon tersebut sebagai "biaya akuisisi" Bitcoin. Toko tersebut rela menukarkan sebagian pendapatan hari ini untuk sebuah aset yang mereka harapkan akan disimpan dalam jangka panjang.
Selain itu, pembayaran Bitcoin melalui Lightning Network memungkinkan penyelesaian transaksi yang sangat cepat dengan biaya pemrosesan yang jauh lebih rendah.
Hal ini dapat memangkas biaya administrasi kartu kredit dan mempercepat akses ke dana. Dampaknya, toko melihat pembayaran Bitcoin jauh lebih efisien dibandingkan sistem tradisional tertentu.
Dari Inovasi Menjadi Strategi
Beberapa gerai yang berafiliasi dengan Carrefour di Prancis sebenarnya sudah ada yang menerima Bitcoin melalui keputusan masing-masing waralaba. Laporan menyebutkan lokasi di Normandia, termasuk Rouen, Le Havre, Elbeuf, Quincampoix, dan Isneauville juga menerapkan hal serupa. Namun, toko-toko tersebut tidak memberikan insentif finansial langsung kepada pelanggan.
Yang istimewa dari gerai di Arcachon ini adalah mereka mengubah metode pembayaran menjadi instrumen penentu harga. Pelanggan diuntungkan dengan tagihan yang lebih murah, sementara pemilik toko bisa membangun cadangan Bitcoin mereka. Di saat yang sama, pedagang tetap bisa menjaga likuiditas mata uang Euro dari pembeli lain untuk menutupi biaya operasional harian.