IHSG Sepekan Melompat 1,55% Tersengat Harga Emas

Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang pada perdagangan saham 12-15 Januari 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 Januari 2026, 16:27 WIB
Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 12-15 Januari 2026. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham 12-15 Januari 2026. Bahkan, IHSG menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan ini. Analis menuturkan, kenaikan IHSG sepekan didorong salah satunya lonjakan harga emas.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/1/2026), IHSG melonjak 1,55% dan ditutup ke posisi 9.075,40. IHSG melanjutkan kenaikan dari pekan lalu yang menguat 2,15% ke posisi 8.936,75.

Sementara itu, kapitalisasi pasar juga melambung 1,29% menjadi Rp 16.512 triliun dari pekan lalu Rp 16.301 triliun. Pada pekan ini, IHSG dan kapitalisasi pasar juga kembali catat rekor tertinggi.

“Hari Kamis, 15 Januari 2026, IHSG dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) masing-masing pada level 9.075,40 dan Rp 16.512 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan IHSG naik 1,55% dan masih didominasi oleh volume pembelian, meski cenderung menurun. Pihaknya memprediksi, IHSG dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Pertama, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sekitar 0,21% selama sepekan.

Kedua, menguatnya harga komoditas emas dan logam mineral lain, sehingga hal tersebut berpengaruh positif terhadap emiten-emiten yang berhubungan di IHSG.

“Ketiga, dari global masih pada sentimen geopolitik Amerika Serikat-Venezuela dan Amerika Serikat-Iran,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, peningkatkan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan lalu.

Namun, perubahan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini sebesar 2,68% menjadi 60,13 miliar saham dari 61,79 miliar saham pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian melemah 3,24% menjadi 3,86 juta kali transaksi dari 3,99 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Adapun investor asing mencatatkan nilai bersih Rp 947,45 miliar pada Kamis, 15 Januari 2026. Sepanjang 2026, investor asing beli saham Rp 7,3 triliun.

Total Emisi Obligasi

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada satu pencatatan obligasi pada 12-15 Januari 2026. Pada Rabu, 14 Januari 2026, obligasi berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk resmi dicatatkan di BEI.

Obligasi itu memiliki jumlah pokok Rp 1,5 triliun dan memperoleh peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Total emisi obligasi dan sukul yang telah tercatat sepanjang 20026 adalah 7 emisi dari enam emiten senilai Rp 218,90 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp 542,85 triliun dan USD 134,01 juta yang diterbitkan oleh 137 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nominal Rp 6.484,29 triliun dan USD 352,10 juta. Lalu Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak enam emisi senilai Rp 3,99 triliun.

IHSG Sepekan Melompat 2,16%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 16.301 Triliun

Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan pada perdagangan saham 5-9 Januari 2026. Kenaikan IHSG sepekan didorong sentimen domestik dan eksternal, salah satunya rilis data inflasi.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sepekan melambung 2,16% dan ditutup di 8.936,75 dari pekan lalu di posisi 8.748,13. “Pada Rabu, 7 Januari 2026, IHSG ditutup dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada level 8.944,81. Kemudian pada Kamis, 8 Januari 2026, IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dikutip dari keterangan resmi BEI, Sabtu (10/1/2026).

Selain itu, kapitalisasi pasar juga meningkat 1,79% menjadi Rp 16.301 triliun dari Rp 16.014 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG naik 2,16% disertai dengan ada peningkatan volume pembelian. Sepanjang pekan ini, terdapat beberapa sentimen yang mempengaruhinya. Pertama, Herditya menuturkan, rilis data makro Indonesia dengan rilis inflasi Desember 2025 naik menjadi 2,9% YoY dari 2,72% YoY dan cadangan devisa yang naik menjadi USD 156,6 miliar.

 

 

 

Kenaikan Harga Komoditas

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

“Kedua, memanasnya konflik Amerika Serikat-Venezuela pada pekan ini, di mana hal ini meningkatkan kekhawatiran investor sehingga harga emas dunia cenderung menguat,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ketiga, menguatnya harga komoditas nikel, di mana dengan menguatnya harga beberapa komoditas tersebut berpengaruh positif terhadap pergerakan harga emiten di IHSG. Keempat, Herditya menuturkan, area psikologis IHSG di 9.000 yang sudah tercapai dan setelahnya IHSG cenderung volatile di mana hal tersebut wajar terjadinya pullback dan aksi ambil untung.

Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa sebesar 48,08% menjadi 61,78 miliar saham dari 41,72 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian BEI melompat 44,68% menjadi Rp 31,45 triliun dari pekan lalu Rp 21,74 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga melonjak 42,74% menjadi 3,98 juta kali transaksi dari 2,79 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya