Presiden Barcelona Kecam Sikap Kylian Mbappe Usai Final Piala Super Spanyol: Dinilai Tak Sportif

Presiden Barcelona, Joan Laporta, secara terbuka melontarkan kritik keras kepada bintang Real Madrid, Kylian Mbappe usai Piala Super Spanyol 2026.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 14 Januari 2026, 14:33 WIB
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, tampak kecewa setelah timnya kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Senin (12/1/2026) dini hari WIB. (AFP/Haitham AL-SHUKAIRI)

Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan antara Barcelona dan Real Madrid kembali memanas, kali ini dipicu oleh sikap Kylian Mbappe usai final Piala Super Spanyol 2026 di Jeddah, Senin (12/1/2026) dini hari WIB kemarin.

Presiden Barcelona, Joan Laporta, secara terbuka melontarkan kritik keras kepada bintang Real Madrid tersebut karena dinilai tidak menunjukkan sikap sportif setelah laga.

Dalam pertandingan final tersebut, Barcelona keluar sebagai juara usai menundukkan Real Madrid dengan skor tipis 3-2. Namun sorotan pascalaga justru tertuju pada momen ketika para pemain Real Madrid memilih tidak memberikan guard of honour kepada Barcelona saat seremoni penyerahan medali juara.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan Mbappe berinisiatif mengajak rekan-rekannya menjauh dari para pemain Barcelona yang tengah bersiap menerima medali kemenangan. Aksi itu memantik reaksi negatif dari sejumlah pendukung Blaugrana dan menjadi bahan pembicaraan luas di media Spanyol.


Kecaman Laporta

Presiden FC Barcelona, ​​Joan Laporta, meninggalkan gedung pengadilan Ciutat de la Justicia di Barcelona pada 12 Desember 2025 setelah menyatakan diri sebagai saksi dalam kasus korupsi wasit sepak bola "Negreira". (Manaure Quintero/AFP)

Laporta, dalam pernyataannya kepada RAC1 yang dikutip Diario AS, mengaku awalnya tidak menyadari insiden tersebut. Namun setelah melihat ulang tayangan pertandingan, ia menilai tindakan Mbappe sebagai sesuatu yang tidak pantas.

“Saya terkejut dengan apa yang dia lakukan. Dalam kemenangan maupun kekalahan, Anda harus bersikap dermawan dan penuh rasa hormat. Ini olahraga, harus ada perilaku yang wajar,” ujar Laporta.

Menurutnya, Barcelona telah menunjukkan sikap profesional dan menghormati lawan meski berada dalam euforia kemenangan. Karena itu, Laporta mengaku sulit memahami keputusan Mbappe dan rekan-rekannya untuk tidak menghormati juara.

“Kami menghormati lawan saat menang, itulah sebabnya saya tidak bisa memahaminya,” lanjutnya.

Meski begitu, Laporta juga mencoba melihat situasi dari sudut pandang pemain Real Madrid. Ia menyebut tensi pertandingan yang tinggi serta rasa frustrasi akibat kekalahan bisa menjadi faktor di balik reaksi Mbappe.

“Saya tidak melihat langsung momen itu di lapangan, tapi saya bisa membayangkan betapa beratnya situasi tersebut bagi mereka. Mereka pasti sangat frustrasi dan reaksi itu muncul,” katanya.


Hubungan Buruk Barcelona dan Real Madrid

Presiden Barcelona, Joan Laporta. (Pau BARRENA / AFP)

Insiden ini terjadi di tengah hubungan yang tengah memburuk antara kedua klub raksasa Spanyol tersebut. Sebelumnya, Laporta bahkan menyatakan bahwa hubungan institusional antara Barcelona dan Real Madrid saat ini berada dalam kondisi “retak”.

Komentar terbuka Laporta terhadap Mbappe diperkirakan tidak akan diterima dengan baik oleh petinggi Real Madrid. Situasi ini berpotensi menambah bara api dalam rivalitas klasik El Clasico yang sudah lama sarat dengan tensi, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Apakah polemik ini akan berlanjut ke level yang lebih serius masih harus ditunggu. Namun satu hal pasti, final Piala Super Spanyol kali ini meninggalkan cerita panas yang jauh melampaui hasil pertandingan.

Sumber: Football Espana


Klasemen Liga Spanyol 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya