Fitur Verifikasi Usia Roblox Masih Bermasalah, Anak Bisa Terbaca Dewasa

Sistem verifikasi usia Roblox menuai kritik kurang dari sepekan sejak diterapkan. Laporan menyebut fitur ini salah mengidentifikasi usia pengguna dan memicu kekhawatiran baru soal keamanan anak.

oleh Fathia KappariniDiterbitkan 15 Januari 2026, 09:31 WIB
Roblox. Credit: xbox.com

Liputan6.com, Jakarta - Sistem verifikasi usia pada platform game Roblox kembali menjadi sorotan. Kali ini, banyak pihak mempertanyakan tentang efektivitas fitur yang dirancang untuk menjawab tudingan platform tersebut kerap kali dikaitkan dengan aktivitas predator anak.

Laporan terbaru menyebutkan, sistem verifikasi usia ini dinilai belum siap untuk dipakai secara luas. Mengutip laporan Wired via Engadget, Rabu (14/1/2026), mengungkap sejumlah kekeliruan serius.

Dalam beberapa pengujian, sistem sering kali salah mengidentifikasi usia pengguna. Anak-anak terverifikasi sebagai orang dewasa, sebaliknya pengguna dewasa justru diklasifikasikan sebagai anak-anak.

Kondisi ini menbimbulkan kekhawatiran baru terkait akurasi serta keamanan fitur yang sejatinya untuk melindungi pengguna di bawah umur.

Pekan lalu, Roblox mulai mewajibkan verifikasi usia bagi pengguna yang ingin mengakses fitur obrolan di platformnya. Kebijakan ini terapkan sebagai upaya meningkatkan keamanan, khusunya bagi pengguna di bawah umur.

Dalam prosesnya, pengguna diminta mengirimkan swafoto untuk memperkirakan usia berdasarkan analisis wajah. Selain itu, bagi pengguna 13 tahun keatas, Roblox menyediakan opsi verifikasi tambahan dengan mengunggah dokumen identitas resmi.

Setelah proses verifikasi selesai, pengguna hanya dapat menggunakan fitur obrolan dengan kelompok pemain yang berada dalam rentang usia yang sama, hal ini dilakukan guna meminimalisir risiko interaksi yang tidek sesuai.

Namun, temuan Wired menunjukkan pendekatan ini belum sepenuhnya aman. Kesalahan klasifikasi usia justru bisa membuat anak-anak masuk ke chatroom orang dewasa. Hal ini dinilai berbahaya, mengingat fitur chat menjadi salah satu pintu utama interaksi di Roblox.

Kebijakan verififkasi usia ini diterapkan karena meningkatnya laporan terkait predator anak yang memanfaatkan platform Roblox untuk memanipulasi pengguna anak-anak. Isu tersebut berujung pada gugatan hukumyang diajukan oleh negara bagian Louisiana, Texas, dan Kentucky. Di sisi lain, jaksa agung Florida juga dilaporkan telah mengelurkan pengadilan pidana terkait kasus serupa.

Kesalahan Klasifikasi Usia hingga Manipulasi Sistem Picu Kontroversi

Dengan demikian, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kelangsungan Roblox bisa bergantung pada bagaimana perusahaan menangani persoalan ini. Namun, penerapannya belum sepenuhnya berjalan mulus.

Sejumlah laporan menyebutkan adanya kesalahan klasifikasi usia, mulai dari pengguna 23 tahun yang teridentifikasi sebagai remaja 16-17 tahun, hingga remaja 18 tahun masuk kategori usia 13-15 tahun.

Namun, persoalan ini juga terjadi sebaliknya. Sejumlah video online memperlihatkan anak-anak memanipulasi sistem verifikasi agar terklarifikasi sebagi orang dewasa dengan memanfaatkan foto avatar.

Salah satunya menggambar kerutan dan janggut di wajahnya hingga langsung terdeteksi berusia 21 tahun keatas. Kasus lain menunjukkan penggunaan foto musisi Kurt Cobain yang langsung mendapatkan klasifikasi usia dewasa.

Selain itu, Roblox juga mengungkapkan bahwa pada pekan lalu orang tua melakukan verifikasi usia atas nama anak-anak mereka, sehingga akun anak-anak tersebut terklarifikasi sebagai pengguna 21 tahun ke atas. Roblox menyatakan tengah mengembangkan solusi untuk mengatasi masalah ini dan akan menyampaikan informasi lanjutan dalam waktu dekat.

Para pengembang game di Roblox menyuarakan kekecewaan mereka. Forum pengembang platform tersebut dibanjiri ribuan komentara negatif terkait pembaruan terbaru, bahkan banyak yang mendesak agar kebijakan itu dibatalkan sepenuhnya. Salah satu pengembang membagikan data yang menunjukkan tingkat penggunaan fitur obrolan anjlok dari sekitar 90 persen menjadi 36,5 persen.

 

Roblox Berlakukan Aturan Secara Global

Sebelumnya, Roblox resmi mewajibkan seluruh penggunanya untuk menjalani verifikasi usia sebelum mengakses fitur percakapan (chat). Kebijakan ini diterapkan secara global setelah perusahaan menghadapi peningkatan tuntutan hukum dan investigasi terkait keselamatan anak.

Mengutip TechCruch, Jumat (9/1/2026), Roblox sebelumnya telah menguji kebijakan ini di sejumlah pasar. Setelah evaluasi internal, perusahaan akhirnya memutuskan untuk menerapkannya secara luas ke seluruh pengguna.

Untuk menyelesaikan proses verifikasi usia, pengguna diminta membuka aplikasi Roblox, memberikan izin akses kamera, lalu mengikuti proses oemindaian wajah langsung di layar. Perusahaan menyebut, seluruh gambar atau video digunakan selama proses ini akan dihapus setelah verifikasi selesai.

Proses verifikasi usia tersebut ditangani oleh pihak ketiga, yakni Persona. Roblox menegaskan, vendor tersebut juga akan menghapus seluruh data visual pengguna setelah proses verifikasi berakhir.

Selain verifikasi wajah, pengguna berusia 13 tahun ke atas dapat memilih metode alternatif berupa verifikasi kartu identitas. Meski verifikasi usia bersifat opsional, perusahaan juga menyatakan proses tersebut menjadi syarat wajib bagi pengguna yang ingin mengakses fitur komunikasi.

Roblox Down, Ini Hal yang Tak Boleh Dilakukan Pengguna

Di sisi lain, Roblox mengalami gangguan  ( Roblox down ) yang menyebabkan ribuan pengguna kesulitan untuk mengakses platform tersebut.

Di tengah kondisi ini, pihak pengembang mengimbau pengguna untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang justru berpotensi memperparah masalah sistem.

Gangguan Roblox saat ini membuat sejumlah pemain tidak bisa masuk ke akun, mengalami koneksi terputus, hingga gagal memuat gim. Dalam situasi seperti ini, pemain disarankan untuk tidak berulang kali mencoba  login  atau memaksa aplikasi untuk  restart .

Pemain sebaiknya menghindari upaya untuk berulang kali masuk atau memaksa aplikasi untuk memulai ulang selama pemadaman aktif.

Upaya koneksi yang berulang-ulang hanya akan semakin membebani infrastruktur dan mencegah para  insinyur  menstabilkan sistem. Pendekatan terbaik sedang menunggu pembaruan resmi. Demikian sebagaimana dikutip dari  Red94 , Jumat (19/12/2025).

Pemain juga dianjurkan untuk menampilkan perkembangan terbaru melalui laman status resmi Roblox serta forum pengembang untuk mendapatkan informasi terkini terkait proses pemulihan layanan. Selain itu, pengguna disarankan untuk mengikuti @Roblox di X untuk mengumumkan kejadian dan pembaruan sistem.

Roblox mengingatkan pengguna agar tidak menghapus, mengunduh atau menginstal ulang aplikasi selama gangguan terjadi, kecuali diinstruksikan oleh saluran dukungan resmi. Tindakan tersebut tidak akan mempercepat pemulihan layanan dan berpotensi menimbulkan masalah baru.

INFOGRAFIS: Deretan Game Online yang Berbahaya Untuk Anak (Triyasni / Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya