IHSG Hari Ini 13 Januari 2026 Terbang 0,72%, Mayoritas Sektor Saham Menghijau

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke posisi 8.900 pada perdagangan saham Selasa, (13/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Januari 2026, 17:32 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung pada sesi kedua perdagangan saham, Selasa (13/1/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah sektor saham basic memimpin kenaikan dan transaksi harian saham mencapai Rp 33,5 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 0,72% ke posisi 8.948,30. Indeks saham LQ45 bertambah 1,42% ke posisi 878,96. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Adapun IHSG hari ini mencetak rekor tertinggi baru.

Associate Director of Research and Invesment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, sentimen eksternal dan internal menopang laju IHSG yang bervariasi.

Dari global, Nico menuturkan, pelaku pasar cenderung menantikan kondisi makroekonomi AS yakni laporan inflasi terbaru untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan the Federal Reserve (the Fed) selanjutnya. Pelaku pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga oleh The Fed pada tahun ini mulai Juni 2026.

"Meskipun kejutan positif dalam inflasi dapat membatasi ruang gerak bank sentral untuk melonggarkan kebijakan," ujar Nico dikutip dari Antara.

Sebelumnya, laporan penggajian non-pertanian pada pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS berada di bawah perkiraan untuk Desember 2025, yang memperkuat prospek lebih lunak untuk kebijakan The Fed.

Dari kawasan Asia, Jepang melaporkan surplus neraca transaksi berjalan meningkat menjadi 3.674,1 miliar Yen pada November 2025, dari sebelumnya 3.338,9 miliar Yen pada periode sama tahun sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3.594 miliar Yen.

Dari dalam negeri, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan sejumlah kebijakan stimulus pada 2026, yang berfokus pada program magang, insentif PPh final UMKM, PPh DTP, PPN DTP perumahan, serta diskon iuran JKK/JKM.

 

 

Paket Stimulus

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Nico menuturkan, paket stimulus sebagai upaya pemerintah untuk menjaga daya konsumsi rumah tangga, sehingga akan menopang ketahanan ekonomi dalam negeri.

Di sisi lain, menurut dia, ada potensi tekanan pasar seiring aksi profit taking, serta sentimen lainnya yaitu rilis Citigroup yang memproyeksikan defisit fiskal Indonesia tahun 2026 akan melambat dari batas aman dan di proyeksikan mencapai 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan aturan fiskal Indonesia defisit sebesar 3 persen dari PDB.

"Tentunya ini akan berdampak pada perlambatan ekonomi secara keseluruhan," kata Nico.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.956,72 dan level terendah 8.841,01. Sebanyak 327 saham melemah sehingga bebani IHSG. Namun, 348 saham menguat dan 131 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.805.286 kali dengan volume perdagangan saham 62,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 33,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.859.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham basic menguat 2,67%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 2,12%, sektor saham properti melesat 1,77%. Selain itu, seltor saham consumer nonsiklikal menguat 0,75%, sektor saham kesehatan melambung 0,73%, sektor saham keuangan bertambah 0,33%. Lalu sektor saham infrastruktur mendaki 0,33%.

Di sisi lain, sektor saham consumer siklikal melemah 1,85%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi merosot 0,91%, sektor saham teknologi terpangkas 0,73%, dan sektor saham energi melemah 0,54%.

 

Gerak Saham

Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/3/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, saham IPCC melemah 1,52% ke posisi Rp 1.300 per saham. Harga saham IPCC dibuka stagnan di posisi Rp 1.320 per saham. Saham IPCC berada di level tertinggi Rp 1.325 dan level terendah Rp 1.295 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.464 kali dengan volume perdagangan saham 29.909 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,9 miliar.

Harga saham DSSA meroket 1,52% ke posisi Rp 105.000 per saham. Saham DSSA dibuka stagnan di posisi Rp 103.425 per saham. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 105.000 dan level terendah Rp 101.925 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.389 kali dengan volume perdagangan 15.798 saham. Nilai transaksi Rp 163,7 miliar.

Harga saham BBRM melemah 9,7% ke posisi Rp 242 per saham. Harga saham BBRM dibuka naik ke posisi Rp 294 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 268 per saham. Saham BBRM berada di level tertinggi Rp 294 dan level terendah Rp 242 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.505 kali dengan volume perdagangan 304.036 saham. Nilai transaksi Rp 8,2 miliar.

Harga saham ABBA ditutup menguat 9,09% ke posisi Rp 60 per saham. Saham ABBA berada di level tertinggi Rp 60 dan level terendah Rp 58 per saham. Total frekuensi perdagangan 576 kali dengan volume perdagangan 141.193 saham. Nilai transaksi Rp 839 juta.

Top Gainers-Losers

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham SOLA melonjak 34,62%
  • Saham ASPR melonjak 34,31%
  • Saham IFSH melonjak 25%
  • Saham SOTS melonjak 24,84%
  • Saham SKBM melonjak 24,77%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham POLU merosot 14,98%
  • Saham LIFE merosot 14,80%
  • Saham DKHH merosot 14,66%
  • Saham NATO merosot 14,46%
  • Saham VICI merosot 12,69%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 4 triliun
  • Saham DEWA senilai Rp 1,5 triliun
  • Saham MBMA senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham ADRO senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham MDKA senilai Rp 924,9 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 349.150 kali
  • Saham DEWA tercatat 144.674 kali
  • Saham BKSL tercatat 126.488 kali
  • Saham MBMA tercatat 108.642 kali
  • Saham APLN tercatat 76.431 kali

Bursa Saham Asia Pasifik

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Bursa saham regional Asia Selasa sore ini yakni indeks Nikkei naik 1.531,20 poin atau 2,93 persen ke posisi 53.461,10, indeks Hang Seng bertambah 239,99 poin atau 0,90 persen ke posisi 26.848,47.

Lalu indeks Shanghai turun 26,53 poin atau 0,64 persen ke posisi 4.138,75, dan indeks Straits Times melesat 40,35 poin atau 0,85 persen ke 4.807,12.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya