IBL 2026 Hadirkan Persaingan Sengit, Coba Bangun Ekosistem Basket Nasional Berkelanjutan

IBL 2026 dibuka dengan laga sengit yang berlanjut ke overtime saat Hangtuah melawan Bogor Hornbills.

oleh ThomasDiterbitkan 13 Januari 2026, 21:00 WIB
Pembukaan IBL 2026

Liputan6.com, Jakarta - IBL 2026 resmi dimulai pada 10 Januari 2026. Kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia itu kini diikuti 11 tim. Bali United, Bima Perkasa dan Prawira Bandung tidak lagi ikut serta.

Meski demikian persaingan sengit akan tetap tersaji di IBL 2026. Format baru dihadirkan di babak akhir yakni semifinal dan final. Mulai musim ini memakai format best of five menggantikan best of three yang dilakukan musim-musim sebelumnya.

Persaingan di IBL 2026 diprediksi akan merata. Pasalnya perpindahan pemain begitu banyak menjelang musim 2026. Bahkan melibatkan nama-nama besar. Ada 36 pemain yang berpindah klub di IBL 2026.

Beberapa nama beken yang berganti tim antara lain Fisyaiful Amir, Yesaya Saudale, Andrew Lensun, Oka Ananta Yogiswara hingga Yudha Saputera.

Di IBL 2026, hadir 16 rookie alias pendatang baru yang siap mencoba peruntungan. Pemain asing ada 33 orang dengan terbanyak berasal dari Amerika Serikat yakni 26 pemain. Enam diantaranya merupakan jebolan NBA. Sedangkan pemain lokal yang bermain di IBL 2026 berjumlah 122 orang.

Meratanya kekuatan tim langsung terlihat di hari pertama IBL 2026. Sudah ada duel yang berakhir lewat overtime. Pertandingan antara Hangtuah Jakarta melawan Bogor Hornbills harus diakhiri lewat babak tambahan. Hornbills akhirnya menang 84-83 di GOR Ciracas pada Sabtu 10 Januari 2026.


Menjangkau Penggemar Basket

Keseruan IBL 2026

Semakin meratanya kekuatan tim di IBL 2026 ini diharapkan bisa membuat ekosistem basket nasional semakin baik. IBL 2026 akan coba memperluas dampak positif basket di Indonesia.

Hal ini dilakukan IBL bersama sponsornya Crystalin. Berbagai inisiatif kolaboratif dirancang untuk menjangkau pemain, komunitas, dan penggemar basket, sekaligus memperluas pesan tentang pentingnya gaya hidup aktif dan hidrasi yang tepat dalam keseharian generasi muda.

“Bagi Crystalin, kolaborasi dengan IBL bukan sekadar sponsorship, tetapi merupakan bentuk dukungan berkelanjutan terhadap gaya hidup aktif dan perkembangan basket Indonesia. Kami ingin terus hadir mendampingi atlet, komunitas, dan generasi muda yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari keseharian mereka,” ujar Marketing Director Crystalin, Wijoyo Setionegoro di situs resmi IBL.


Membangun Ekosistem Basket Nasional

Sementara itu, Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menyambut positif keberlanjutan kolaborasi ini.

“Kami mengapresiasi komitmen jangka panjang Crystalin yang telah menjadi bagian dari perjalanan IBL sejak 2022. Dukungan yang konsisten ini berperan penting dalam memperkuat liga profesional sekaligus membangun ekosistem basket nasional yang berkelanjutan bagi generasi muda,” kata Junas Miradiarsyah.

Ke depan, kemitraan jangka panjang ini diharapkan dapat terus menghadirkan nilai tambah bagi perkembangan IBL sekaligus memperluas dampak positif olahraga basket di Indonesia.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya