2 Pemain Real Madrid yang Paling Dirugikan Usai Xabi Alonso Pergi: Bagaimana Nasib Arda Guler?

Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid tak hanya mengubah arah tim, tetapi juga berpotensi merugikan dua pemain kunci yang tampil impresif di bawah asuhannya.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 13 Januari 2026, 16:16 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso (kanan), memberikan instruksi pada Arda Guler di laga kontra Celta Vigo di pekan ke-15 La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Senin (08/12/2025) dini hari WIB.

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kembali berada dalam pusaran perubahan besar. Bahkan belum 24 jam setelah kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, klub mengambil keputusan drastis terkait kursi pelatih.

Melalui pernyataan resmi, Los Blancos mengumumkan bahwa Xabi Alonso mengundurkan diri sebagai pelatih kepala. Klub menyebutnya sebagai kesepakatan bersama, meski konteks hasil di lapangan berbicara banyak.

Sebagai langkah cepat, Real Madrid menunjuk pelatih Castilla, Álvaro Arbeloa, sebagai pelatih sementara. Belum ada kepastian apakah ia akan bertahan hingga akhir musim atau hanya menjadi solusi jangka pendek.

Pergantian pelatih selalu membawa konsekuensi besar di ruang ganti. Bagi sebagian pemain, ini bisa menjadi peluang baru, tetapi bagi yang lain, perubahan justru berarti ancaman terhadap peran dan menit bermain.

Di era Xabi Alonso, ada dua pemain yang menikmati kepercayaan penuh dan peran sentral. Kini, dengan proyek yang terhenti mendadak, keduanya berpotensi menjadi pihak yang paling dirugikan.


Arda Güler, Proyek yang Terhenti

Selebrasi gol Arda Guler pada laga Real Madrid vs Pachuca di Piala Dunia Antarklub 2025 (AP Photo/Nell Redmond)

Nama Arda Güler berada di urutan teratas pemain yang terdampak. Di bawah Xabi Alonso, gelandang muda ini akhirnya mendapatkan panggung yang selama ini sulit ia raih.

Güler berkembang dari sekadar penghangat bangku cadangan menjadi bagian penting tim. Pada awal musim 2025/2026, ia hampir selalu menjadi starter dan diberi kebebasan untuk mengekspresikan kreativitasnya.

Kepercayaan itu berbuah nyata dengan catatan 14 kontribusi gol, rekor terbaik dalam kariernya. Dengan Alonso pergi, masa depan Güler kembali dipertanyakan, terutama jika Arbeloa tidak memberikan dukungan yang sama besar terhadap pemain muda tersebut.


Kylian Mbappé dan Siklus yang Terulang

Kylian Mbappe dari Real Madrid bereaksi setelah mencetak gol dalam pertandingan La Liga melawan Barcelona di Santiago Bernabeu, Minggu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)   

Secara status, Kylian Mbappé tidak mungkin kehilangan tempat di skuad utama Real Madrid. Produktivitasnya tetap menjadi tumpuan, dengan torehan 29 gol di semua kompetisi musim ini.

Namun, kepergian Alonso tetap menjadi kerugian tersendiri. Mbappé kembali harus beradaptasi dengan pelatih baru, situasi yang sudah terlalu sering ia alami dalam kariernya.

Sejak di PSG hingga kini di Madrid, Mbappé terus berada dalam pusaran pergantian pelatih. Meski bukan penyebab utama, stabilitas yang terus terganggu ini berpotensi memengaruhi kesinambungan peran dan sistem yang sebelumnya sudah berjalan baik di era Alonso.

Sumber: SI

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya