Ruben Amorim Bakal Balik Lagi ke Liga Inggris Usai Dipecat Manchester United

Ruben Amorim dinilai cocok dan bisa menjadi manajer ideal untuk klub rival Manchester United di Liga Inggris

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 14 Januari 2026, 08:00 WIB
Manajer Manchester United, Ruben Amorim. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Ruben Amorim kehilangan pekerjaannya di Manchester United setelah hasil kerjanya di lapangan kurang meyakinkan. Terlebih, dia juga terlibat perselisihan dengan direktur sepak bola United, Jason Wilcox.

Pria berusia 40 tahun itu memiliki reputasi yang kuat sebelum kedatangannya di Manchester. Amorim sukses memimpin Sporting dan berhasil meraih dua gelar liga Portugal.

Namun, masa jabatannya selama 14 bulan sebagai bos United sangat mengecewakan. Setan Merah hanya finis di posisi ke-15 di Liga Inggris musim lalu dan terus mengecewakan musim ini.

Amorim telah kembali ke Portugal sejak pemecatannya. Namun, mantan bek Inggris, Sol Campbell, memperkirakan dia bisa segera kembali ke Liga Premier, dan percaya dia akan menjadi 'manajer ideal' untuk menggantikan bos Tottenham yang sedang kesulitan, Thomas Frank, dan bahkan mereka mungkin sudah dalam pembicaraan.

Frank mati-matian berjuang untuk menyelamatkan pekerjaannya di London utara karena Spurs hanya memenangkan satu dari enam pertandingan liga mereka dan tergelincir ke posisi ke-14 klasemen.


Manajer Ideal buat Tottenham

Pelatih kepala Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, tiba untuk pertandingan Europa League antara Manchester United dan Bodoe/Glimt di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Jumat dini hari WIB (29/11/2024). (Oli SCARFF/AFP)

Piala FA gagal memperbaiki suasana, seteah Tottenham kalah dari Aston Villa di babak ketiga dan tersingkir dari kompetisi lebih awal. Karenanya, saat ditanya siapa manajer ideal yang berpotensi menggantikan Frank di Spurs, Campbell, mengatakan kepada Sky Bet: ‘Ruben Amorim.

"Mereka akan mempertimbangkannya. Mereka mungkin sedang berbicara dengannya sekarang, itu tidak akan mengejutkan saya. Saya rasa dia tidak akan kembali ke Portugal," ujarnya.

Menurut Campbell, Tottenham akan berbicara dengannya untuk melihat situasi yang sedang terjadi. Kemungkinan akan ada orang-orang yang berbicara di balik layar.


Klub Dituntut Raih Kesuksesan

Manajer MU, Ruben Amorim, saat pimpin latihan tim untuk kali pertama pada hari Senin (18/11/2024). (X/Manchester United)

Thomas Frank, kata Campbell adalah manajer top, tetapi dia tidak lagi di Brentford karena situasinya berbeda. Tottenham adalah klub besar dan orang-orang menuntut ingin terus maju dengan cara yang sukses. "Jadi, saya tidak akan terkejut jika mereka sedang berbicara dengan manajer lain."

Campbell menambahkan tentang Frank. "Dia datang dari Brentford ke Tottenham Hotspur, dan tidak masalah dari mana Anda berasal, yang penting adalah bagaimana Anda bersikap dan bagaimana Anda menyerap tekanan dari segala arah."

"Dia mungkin belum pernah merasakan tekanan sepak bola seperti ini sebelumnya. Tekanan ada di mana-mana di level tertinggi, tetapi di Tottenham tekanan itu datang dengan cara yang berbeda."


Kandidat Pelatih Klub Portugal

Mereka pun mampu unggul lebih dulu berkat gol Marcus Rashford pada menit ke-2. Sayangnya, gawang Manchester United yang dikawal Andre Onana kebobolan pada menit ke-43. Umpan dari Wes Burns mampu dituntaskan Omari Hutchinson menjadi gol dengan tendangan kaki kiri. (AP Photo/Dave Shopland)

Sebelumnya, meski baru saja dipecat, media sudah mengaitkan Amorim dengan kemungkinan kembali melatih dalam waktu dekat, bahkan di salah satu klub besar Eropa.

Menurut laporan talkSPORT, Amorim menjadi kandidat serius untuk posisi pelatih kepala Benfica. Pelatih saat ini, Jose Mourinho, dikabarkan berada di bawah tekanan besar di Estadio da Luz.

Mourinho yang menandatangani kontrak dua tahun pada September lalu memang mencatatkan 14 kemenangan dari 22 pertandingan. Namun, capaian tersebut dinilai belum memuaskan di Liga Portugal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya