Ketika Frenkie de Jong Membuktikan Kelasnya

Frenkie de Jong tampil dominan saat Barcelona mengalahkan Real Madrid di final Piala Super Spanyol lewat kontrol permainan dan data statistik kuat.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 12 Januari 2026, 22:52 WIB
Pemain Barcelona Frenkie de Jong (kiri) berduel memperebutkan bola dengan pemain Real Madrid Gonzalo Garcia pada laga final Supercopa de Espana/Piala Super Spanyol antara Barcelona vs Real Madrid di Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Altaf Qadri)

Liputan6.com, Jakarta - Frenkie de Jong menjadi figur kunci dalam kemenangan Barcelona atas Real Madrid pada final Piala Super Spanyol. Gelandang asal Belanda itu memimpin permainan dengan ketenangan dan kecerdasan di tengah tekanan laga El Clasico.

Pertandingan yang berakhir 3-2 untuk Barcelona menyajikan banyak momen penting sepanjang 90 menit. Pengaruh De Jong terasa konsisten sejak awal hingga menjelang peluit akhir.

Di balik penampilan Raphinha sebagai pemain terbaik, kontrol tempo Barcelona banyak bertumpu pada De Jong. Performa ini dianggap sebagai yang paling solid baginya di laga final sejak bergabung dengan klub.


Frenkie de Jong Selalu Menjadi Titik Rujukan Barcelona

Pertandingan yang mempertemukan dua tim raksasa Spanyol dalam rivalitas klasik penuh gengsi. Duel ini menyajikan pertarungan sengit sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan. Tampakk dalam foto, gelandang Barcelona asal Belanda, Frenkie De Jong (kiri) berebut bola dengan penyerang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe saat pertandingan final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah pada Minggu 11 Januari 2026 waktu setempat atau Senin 12 Januari 2026 dini hari WIB. (Fadel SENNA/AFP)

Sejak menit pertama, De Jong menempatkan diri sebagai poros utama di lini tengah Barcelona. Ia terus membuka ruang, menawarkan opsi umpan, dan membantu tim keluar dari tekanan tinggi Real Madrid.

Dominasi penguasaan bola Barcelona berkaitan langsung dengan pergerakan dan keputusan yang ia ambil. Distribusi sederhana dan efektif membuat alur permainan tetap stabil di situasi penuh intensitas.

Hingga menit akhir sebelum kartu merah, kontribusinya hampir tanpa cela. Pelanggaran terhadap Kylian Mbappe pada menit ke-90 memang berujung kartu merah langsung, tetapi dampaknya tidak menghapus peran besarnya sebelumnya.


Statistik Menguatkan Performa Frenkie de Jong

Para pemain FC Barcelona mengangkat trofi saat mereka merayakan kemenangan pertandingan final Piala Super Spanyol melawan Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah pada Minggu 11 Januari 2026 waktu setempat atau Senin 12 Januari 2026 dini hari WIB. Mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-2, Barcelona sukses merengkuh gelar Piala Super Spanyol 2026. (Fadel SENNA/AFP)

Data Opta memperkuat kesan positif dari penampilan De Jong sepanjang laga final. Barcelona mencatat penguasaan bola 68 persen, angka tinggi untuk pertandingan dengan tekanan sekelas El Clasico.

Peran De Jong terlihat jelas dalam menjaga kontrol di area krusial lapangan. Ia mencatat 22 umpan di sepertiga akhir, jumlah tertinggi dibandingkan semua pemain di kedua tim.

Catatan tersebut unggul satu umpan dari Lamine Yamal dan menunjukkan kontribusinya dalam progresi serangan. Di sisi bertahan, ia melakukan enam kali ball recovery dan hanya kalah dari Jules Kounde yang mencatat 11.

Dalam total distribusi, De Jong menyelesaikan 83 umpan sepanjang laga. Angka ini setara dengan Pedri dan hanya berada di bawah Kounde yang mencatat 91 umpan, sementara pemain Real Madrid paling aktif hanya membukukan 31 umpan.


Kombinasi dan Efisiensi Tinggi Frenkie de Jong

Para pemain Barcelona mengangkat trofi juara Piala Super Spanyol 2026 setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-2 dalam laga final yang berlangsung di King Abdullah Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (11/01/2026) waktu setempat. (AP Photo/Altaf Qadri)

Efisiensi menjadi aspek penting lain dari performa Frenkie de Jong pada laga ini. Ia hanya kehilangan bola tujuh kali dalam tempo pertandingan yang sangat cepat.

Fermin Lopez banyak mendampingi perannya sebagai gelandang ketiga sepanjang laga. Masuknya Dani Olmo kemudian memberi variasi tambahan dalam penguasaan dan sirkulasi bola Barcelona.

Meski akhirnya menerima kartu merah, final ini kembali menegaskan nilai De Jong dalam pertandingan besar. Perpaduan otoritas, kecermatan membaca permainan, dan konsistensi menjelaskan mengapa ia vital saat Barcelona ingin mengendalikan laga lewat lini tengah.

Sumber: Barca Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya