Prabowo Resmikan Kilang Raksasa RDMP Balikpapan, Megaproyek Rp 123 Triliun

Resmikan Kilang RDMP Balikpapan, Presiden Prabowo bangga atas pencapaian kapasitas produksi yang kini tembus 360 ribu barel per hari.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 12 Januari 2026, 17:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek RDMP Balikpapan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (12/1/2025). (Liputan6.com/Nanda)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, kilang minyak raksasa dan terbesar dengan total investasi Rp 123 triliun. Upaya ini dalam rangka memodernisasi kilang eksisting, sehingga akan meningkatkan pengolahan minyak dengan kapasitas mencapai 360 ribu barel per hari.

“Tadi kita sudah disebut bahwa acara seperti ini pernah dilakukan tahun 1994, berarti 32 tahun yang lalu. Ya, lumayan, cukup bersejarah. Tentunya saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga atas prestasi yang kita hasilkan hari ini dengan peresmian ini,” tutur Prabowo di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (12/1/2025).

Prabowo pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajarannya dan semua unsur yang terlibat menyukseskan proyek kilang raksasa tersebut. Hal tersebut dinilai sebagai sebuah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa.

“Ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel, kita akan elektrifikasi sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri. Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita,” jelas dia.

“Kita harapkan dalam lima tahun kita bisa mencapai ini, tapi tidak ada masalah kalau tidak lima tahun, tahun keenam Kalau tidak tahun keenam, tahun ketujuh. Yang penting kita harus menuju ke situ. Tapi siapa tahu dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat,” sambungnya.

Di setiap bidang kehidupan, kata Prabowo, rakyat Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat, percaya diri, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

“Karena itu saya berbahagia, bangga hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan kita untuk mandiri, kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar, tidak boleh. Kita ingin merdeka, dan kita mampu. Kita miliki semua, diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa. Tinggal kita mampu atau tidak sebagai bangsa,” Prabowo menandaskan.

 

Proyek Strategis Terintegrasi

Kilang Pertamina Internasional.

Diketahui, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan, RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis yang dibangun secara terintegrasi dari penyediaan bahan baku, pipa transfer hingga produksinya.

"RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting penguatan sistem energi nasional. Melalui pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan," ujarnya, Minggu (11/1/2026).

Adapun proyek RDMP Balikpapan dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung dan terintegrasi. Untuk memastikan kesiapan operasional kilang serta keberlanjutan pasokan energi nasional.

Lingkup pertama adalah early work, yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan. Tahap ini meliputi persiapan dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, serta pembangunan fasilitas penunjang konstruksi.

Pada lingkup kedua, Pertamina melaksanakan pengembangan dan pembangunan fasilitas utama kilang yang mencakup 39 unit, terdiri dari 21 unit proses baru serta 13 unit fasilitas utilitas pendukung.

 

 

Revitalisasi 4 Unit Fasilitas Pengolahan

Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. (Dok Pertamina)

Tidak hanya membangun unit baru, proyek ini juga melakukan revitalisasi 4 unit fasilitas utama pengolahan, antara lain unit distilasi minyak mentah, unit pengolahan residu, unit hydrocracking dan hydrotreating, serta pemulihan LPG.

"Pembangunan dan revitalisasi unit-unit ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pengolahan minyak mentah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk BBM sesuai standar yang lebih tinggi," jelas Baron.

Lingkup ketiga merupakan penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah. Mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing 1 juta barel. Pada tahap ini, Pertamina juga membangun jaringan pipa, transfer line onshore dan offshore berdiameter 20 inci, unloading line onshore dan offshore berdiameter 52 inci, serta fasilitas Single Point Mooring (SPM) dengan kapasitas sandar kapal hingga 320.000 DWT.

"Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan penerimaan minyak mentah dari kapal tanker berkapasitas besar," pungkas Baron.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya