Liputan6.com, Jakarta - Airnav Indonesia memastikan, bila penerbangan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, sudah normal. Sebelumnya, terjadi gangguan lantaran cuaca buruk yang terjadi menyelimuti bandara tersibuk di Indonesia itu.
"Visibility (jarak pandang) sudah membaik di atas minimal,"ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro, Senin (12/1/2026).
Advertisement
Sebelumnya, lantaran cuaca buruk yang terjadi, beberapa penerbangan di Bandara Internasional Soekarno Hatta mengalami holding, go around dan divert.
Setio menjelaskan, bila cuaca buruk terjadi sejak pagi pukul 05.00 sampai dengan pukul 10.00 WIB. Saat itu, visibility di bawah minima untuk approach di runway sisi utara, RWY 06/24 dan 07L/25R.
"Pada saat itu, Indonesia Network Management Center (INMC), melakukan ground delay program sejak pagi untuk mengatur demand,"katanya.
Makanya, ada beberapa penerbangan yang terpaksa terlambat atau delay di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Meski begitu, Setio memastikan, bila saat ini penerbangan sudah membaik.
Cuaca Buruk di Bandara Soetta: 15 Pesawat Sempat Tertahan di Udara
Cuaca buruk yang menimpa di sekitar Bandara Internasional Soekarno Hatta, membuat penerbangan pada Senin pagi, 12 Januari 2026, terganggu. Media sosial Threads pun diramaikan dengan gambaran penerbangan dari web flightradar24, dimana pesawat hanya berputar di laut Jawa.
"Pagi ini 12 Jan 2026 hujan petir di Jakarta yg sangat ekstrim akibatnya Bandara Soekarno Hatta lumpuh, total 30 pesawat tidak bs landing dan go around berulang” di sekitar laut Jawa! Please hati” buat yg lg traveling / dlm perjalanan ‼️," tulis felixpramono dalam akun Threadsnya.
Unggahan tersebut pun dia lengkapi dengan poto-poto langit yang hujan deras. Kemudian capture flightradar24 yang menggambarkan penerbangan menuju Bandara Soekarno Hatta, beberapa pesawatnya terlihat berputar di atas laut.
Meski begitu, beberapa warganet ada yang membenarkan langkah go around tersebut pada pagi tadi. Namun berakhir dengan pendaratan selamat di Bandara Soekarno Hatta.
'Alhamdulillah baru landing dg selamat setelah go around 25 mins,'tulis akun aotvya pada 1 jam yang lalu.
Efek cuaca ekstrem juga dirasakan penumpang Bandara Soekarno-Hatta yang akan terbang. Namun tak sedikit juga yang memberikan dukungannya kepada pilot dan petugas di menara pengawas atau ATC, di tengah cuaca ekstrem.
Cuaca Buruk Sejak Pukul 05.00 WIB
Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro menjelaskan, cuaca buruk terjadi sejak pagi pukul 05.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB.
"Dimana visibility di bawah minimal untuk approach di runway sisi utara, RWY 06/24 dan 07L/25R,"katanya.
Approach adalah langkah akhir pesawat saat akan mendekati landasan pacu untuk mendarat, atau saat menjauhi bandara setelah lepas landas, yang diatur oleh unit khusus bernama Approach Control Unit (APP) untuk memastikan keselamatan, efisiensi, dan keteraturan lalu lintas udara.
Setyo menjelaskan, catatan terakhir Airnav Indonesia, hingga pukul 10.00 pagi tadi, ada 15 pesawat holding atau mengambil langkah berputar-putar di udara selama 15 hingga 60 menit.
Akhirnya, dari 15 pesawat itu, ada yang berhasil mendarat di Bandara Soekarno Hatta, namun ada juga yang divert atau landing di bandara terdekat.
"Ada yang di Palembang, Semarang, Halim, YIA, Lampung, Jambi, Pangkalpinang,"ungkapnya.
Setyo juga menegaskan, prosedur go around, holding ataupun divert adalah hal yang lumrah untuk keselamatan penerbangan atau penumpang.
"Go-around, holding, dan divert adalah prosedur normal penerbangan yang digunakan saat cuaca tidak mendukung. Ini menunjukkan pilot dan ATC mengutamakan keselamatan,"katanya.