Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (10/1/2026) pukul 22.58 Wita atau 21.58 WIB. Guncangan gempa hampir terasa di semua wilayah Sulut.
"Terasa kuat," ujar Amanda, warga Kota Manado yang merasakan guncangan gempa itu.
Advertisement
"Kecamatan Kalongan, Kabupaten Talaud terasa kuat," ujar Pithein dari Talaud.
Sejumlah warga dari Kota Tomohon, Minahasa Utara, Bitung dan daerah lainnya di Sulut juga merasakan guncangan gempa tersebut.
Penjelasan BMKG
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo magnitudo 6,4. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,76° LU ; 126,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 40 km arah tenggara Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut pada kedalaman 31 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku," ungkap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Dia memaparkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun. Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tobelo, Sitaro dengan skala intensitas III-IV MMI.
"Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah," ujarnya.
Sebaran Guncangan Gempa
Di daerah Morotai dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.
"Sedangkan di daerah Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung dengan skala intensitas II-III MMI, atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu," ujarnya.
Dia mengatakan, dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 23.20 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan dengan magnitudo 4,6.