Wall Street Melesat, Indeks S&P 500 Sentuh Rekor

Di wall street, saham pengembang menguat pada Jumat, (9/1/2026) setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan pembelian obligasi hipotek.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Januari 2026, 07:42 WIB
Suasana di wall street saat konferensi pers the Fed soal suku bunga pada Desember 2025. (Foto:AP/Seth Wenig)

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Kenaikan wall street terjadi setelah indeks S&P 500 menguat ke level tertinggi baru jelang akhir pekan ini, dan mencatat kenaikan mingguan menyusul rilis laporan pekerjaan terbaru.

Mengutip CNBC, Sabtu (10/1/2026), indeks S&P 500 menguat 0,65% menjadi 6.966,28. Indeks acuan tersebut mencatat rekor baru dan rekor tertinggi intraday dalam sesi perdagangan.

Selain itu, indeks Nasdaq melesat 0,81% menjadi 23.671,35. Indeks Dow Jones melambung 237,96 poin atau 0,48% ke posisi 49.504,07, juga mencatat rekor penutupan baru.

Tiga indeks acuan di wall street mencatat kinerja mingguan yang positif. Indeks S&P 500 menguat lebih dari 1%. Indeks Dow Jones bertambah 2,3% dan inedks Nasdaq terbang 1,9%.

Di sisi lain, laporan pekerjaan Desember menunjukkan peningkatan jumlah pekerjaan di sektor nonpertanian sebesar 50.000 pada bulan lalu, lebih rendah dari perkiraan 73.000 yang diprediksi ekonom yang disurvei Dow Jones.

Data tersebut meskipun sedikit lebih lemah dari yang diharapkan menunjukkan perekonomian AS yang masih berjalan lambat dengan investor mengantisipasi pertumbuhan meningkat. Tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,4%, sedangkan ekonom prediksi 4,5%. Pelaku pasar juga menilai hal itu sebagai tanda kalau perbaikan ekonomi akan segera terjadi.

 

Mempertimbangkan data penggajian terbaru bersamaan dengan laporan JOLTS dan ADP yang dirilis pekan ini, Anthony Saglimbene dari Ameriprise Financial percaya konsensus seputar latar belakang ketenagakerjaan AS adalah kondisi itu telah "melunak” tetapi juga tetap stabil. “Hal ini mencerminkan lingkungan perekrutan rendah, pemecatan rendah,” ia menambahkan.

Ia menambahkan, risiko yang mungkin terjadi adalah penurunan lapangan kerja yang sedikit lebih besar dari yang diperkirakan. “Saya pikir itu mungkin akan membuat investor khawatir. Kita melewati minggu ini dengan angka-angka yang sebagian besar sesuai dengan perkiraan,yang menurut saya merupakan hal positif,” ia menambahkan.

 

Saham Pengembang

(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)

Laporan Desember adalah bulan pertama data pekerjaan yang tidak terpengaruh oleh penutupan pemerintah AS yang memecahkan rekor. Penghentian pemerintahan sementara atau shutdown tersebut menimbulkan tantangan pengumpulan data bagi Biro Statistik Tenaga Kerja terkait Oktober dan November: Badan tersebut mengatakan laporan pekerjaan Oktober lengkap tidak akan dirilis, dan laporan November ditunda.

“Laporan penggajian non-pertanian ini adalah laporan pertama dalam beberapa bulan yang datanya bersih,” kata Saglimbene.

“Melihat angka-angka ini, menunjukkan bahwa The Fed mungkin tidak perlu memotong suku bunga pada Januari, dan mungkin mereka juga tidak perlu memotong suku bunga pada Maret.”

Saham perusahaan pengembang perumahan mendukung pasar secara keseluruhan pada hari Jumat setelah Presiden Donald Trump mengarahkan "perwakilan" untuk membeli obligasi hipotek sebagai cara untuk menurunkan suku bunga bagi pembeli rumah. D.R. Horton melonjak hampir 8%, sementara PulteGroup naik lebih dari 7%. Lennar naik lebih dari 8%. Saham perusahaan perbaikan rumah seperti Home Depot juga naik.

Bursa Saham Asia Pasifik

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sebelumnya, saham -saham sektor pertahanan di seluruh Asia naik pada Jumat, 9 Januari 2026. Hal itu seiring investor terus memantau ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, menyusul operasi Amerika Serikat (AS)  yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan dorongan baru Presiden Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.

Mengutip CNBC, Jumat, (9/1/2026), saham Hanwha Aerospace Korea Selatan melonjak lebih dari 11%. Poongsan melonjak lebih dari 6% sementara Korea Aerospace naik 4,9%. Di Jepang, saham Kawasaki Heavy Industries naik 3,17%, sementara IHI bertambah 3,32%.

Pasar di kawasan ini diperdagangkan beragam. Indeks CSI 300 China naik tipis 0,45% menjadi 4.758,92 setelah harga konsumen Desember naik 0,8% dari tahun sebelumnya, menurut data dari Biro Statistik Nasional pada Jumat. Angka tersebut mengikuti kenaikan 0,7% pada November dan sesuai dengan ekspektasi para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Harga di tingkat pabrik turun 1,9% pada Desember dari tahun lalu, lebih baik dari perkiraan penurunan 2%.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,32%. Indeks acuan Nikkei 225 Jepang naik 1,61% dan mengakhiri perdagangan di 51.939,89, sementara Topix naik 0,85% menjadi 3.514,11.

 

 

Indeks Saham Acuan Lainnya

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Saham Fast Retailing melonjak lebih dari 7% setelah operator Uniqlo Jepang tersebut mengatakan laba operasi kuartalan melonjak sekitar sepertiga dan menaikkan perkiraan setahun penuhnya.

Perusahaan tersebut menyebutkan penjualan global yang kuat yang membantu mengimbangi dampak tarif AS, menambahkan mereka tetap berada di jalur yang tepat untuk pertumbuhan laba tahun kelima berturut-turut, didukung oleh penjualan yang lebih kuat di Tiongkok dan ekspansi cepat di Amerika Utara dan Eropa.

 Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,75% dan mengakhiri perdagangan di 4.586,32, dan Kosdaq (indeks saham berkapitalisasi kecil) naik 0,41% menjadi 947,92.

Indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit turun di bawah garis datar menjadi 8.717,8. Saham Rio Tinto merosot lebih dari 6% setelah perusahaan pertambangan itu mengumumkan pada Kamis malam bahwa mereka telah memasuki tahap awal pembicaraan pembelian dengan Glencore.

Penggabungan yang sukses akan menciptakan raksasa pertambangan yang bernilai hampir USD 207 miliar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya