3 Wilayah Kerja Panas Bumi Bakal Dilelang Awal 2026

Kementerian ESDM menyatakan, sebanyak dua wilayah kerja panas bumi (WKP) yang tertunda menjadi dilelang pada 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Januari 2026, 13:31 WIB
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi dalam acara bertajuk “Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action”, Kamis (11/9/2025). (Liputan6.com/Maulandy)

Liputan6.com, Jakarta - Tiga wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) bakal dilelang pada awal 2026. Salah satunya WKP Gunung Ungaran yang sebelumnya milik PT PLN (Persero).

“Harusnya dua (dilelang) tahun lalu, terus ada arahan baru untuk ditambah satu. Kemarin Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) minta itu nggak dikembalikan ke PLN, itu Ungaran,” tutur Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (10/1/2026).

Eniya menuturkan, sebanyak dua WKP yang seharusnya dilelang tahun lalu, tertunda menjadi tahun ini sebab terdapat banyak dokumen yang perlu diurus untuk dilelang. Padahal, seharusnya pada akhir tahun 2025 pemerintah bisa melelang tiga WKP.

Adapun ketiga WKP yang ditawarkan pada 2025 adalah panas bumi Telaga Ranu di Maluku Utara dengan potensi cadangan setrum 40 megawatt (MW), WKP Songgoriti di Jawa Timur dengan potensi setrum 40 MW dan Danau Ranau di Sumatera Selatan dengan potensi 40 MW.

Kemudian, satu WKP lainnya yang akan dilelang adalah bekas PLN yang dicabut oleh ESDM pada kuartal II-2025.

"Intinya itu salah satu yang kemarin diumumkan itu adalah dulunya PLN, tetapi sudah enggak digarap, akhirnya dicabut. Keputusan Pak Menteri tidak akan dikembalikan lagi ke PLN, dibuka saja ke swasta agar lebih cepat,” ujar Eniya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM menyampaikan bauran energi baru dan terbarukan untuk sektor ketenagalistrikan telah mencapai 16,3 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) sebesar 15,9 persen.

Akan tetapi, apabila dihitung bauran energi secara keseluruhan yang meliputi penerapan biodiesel dan lain-lain, bauran EBT-nya sebesar 15,75 persen. Angka tersebut naik 1,1 persen apabila dibandingkan dengan bauran EBT pada 2024 yang sebesar 14,65 persen

 

 

Terbesar ke-2 di Dunia, Segini Cadangan Energi Panas Bumi Indonesia

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) melakukan sinkronisasi perdana Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Sabtu, 14 Juni 2025. DOk PGE

Sebelumnya, Pakar Energi Ali Ashat menyatakan pemanfaatan energi panas bumi tak hanya mendukung penurunan emisi karbon dan memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi turut memacu ekonomi daerah dan menyerap ribuan tenaga kerja.

“Jika pembangkit batu bara menghasilkan emisi karbon dioksida hingga 1.000, geothermal hanya sekitar 100 atau bahkan lebih rendah,” jelasnya, Jumat (3/10/2025).

Menurut dia, Indonesia berada di titik strategis dalam peta energi global, karena menyimpan cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia dengan potensi mencapai 23,7 gigawatt (GW).

Kapasitas sebesar itu bukan hanya menopang ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam transisi menuju energi bersih. Dirinya menyampaikan pemanfaatan energi panas bumi tak terlalu berdampak pada lingkungan, seperti pencemaran air tanah.

Menurutnya, sumber energi tersebut berada jauh di bawah permukaan bumi sehingga tidak mengganggu kebutuhan air warga.

Manfaat nyata terlihat dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat, yang telah beroperasi sejak 1983. Selama lebih dari 40 tahun, warga dan industri sekitar hidup harmonis berdampingan dengan energi hijau itu.

 

Dampak Ekonomi

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu di Jawa Barat. (Dok Star Energy Geothermal)

Dampak ekonomi dari pemanfaatan panas bumi juga signifikan. Proyek-proyek di berbagai daerah telah membuka ribuan lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya UMKM, serta memperbaiki infrastruktur publik.

PLTP Kamojang dan juga PLTP Patuha, Jawa Barat, menjadi contoh pemasok energi bersih, dengan keduanya menciptakan 1.500 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung, sekaligus menjalankan program pemberdayaan masyarakat mulai dari pelatihan UMKM, koperasi desa, hingga dukungan pertanian organik.

Sementara itu, Pengamat Energi Komaidi Notonegoro menilai pemerintah sudah menunjukkan keseriusan mendorong pemanfaatan energi panas bumi.

Ia menyoroti langkah-langkah terbaru seperti penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina dan PLN, serta keterlibatan Danantara.

"Sekarang ada upaya pemerintah ingin mengakselerasi perkembangan geothermal di aspek pengembangan dan pengusahaan," ujarnya.

Keunggulan panas bumi adalah sifatnya yang stabil dan tersedia 24 jam sehari.

Berbeda dengan energi surya atau angin yang bergantung pada cuaca, panas bumi bisa menjadi sumber energi baseload yang konsisten. Hal ini menjadikannya tulang punggung ideal bagi sistem energi bersih Indonesia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya