Perluasan Penanaman Mangrove di Pesisir Morowali, Perkuat Ketahanan Ekosistem

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjalankan program penanaman mangrove di kawasan pesisir Morowali dan sejumlah daerah lain sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

oleh Khamelia MarshaDiterbitkan 09 Januari 2026, 14:04 WIB
Ilustrasi penanaman hutan mangrove. (Ilustrasi/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menjalankan program penanaman mangrove di kawasan pesisir.

Program ini dijalankan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem di tengah aktivitas industri yang terus berkembang di wilayah Morowali dan sekitarnya.

Head of CSR Department PT IMIP, R. Tommy Adi Prayogo, menjelaskan kawasan pesisir dinilai memiliki peran strategis dalam menopang kelangsungan ekosistem. 

Dalam konteks industri, keberadaan lingkungan menjadi elemen penting yang perlu dijaga agar aktivitas ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, IMIP menjadikan penanaman mangrove sebagai salah satu langkah dalam perlindungan lingkungan pesisir.

Pelaksanaan penanaman mangrove dilakukan secara terpadu, mencakup area di dalam kawasan industri IMIP, wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), hingga beberapa provinsi lain. 

Berbagai jenis mangrove ditanam untuk menyesuaikan dengan kondisi ekosistem setempat, di antaranya Bruguiera gymnorrhiza (mangrove tancang), Rhizopora apiculata (bakau minyak), Rhizophora mucronata (bakau kurap), dan Rhizophora stylosa (bakau kecil).

"Tenant-tenant di dalam Kawasan IMIP juga berpartisipasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya melindungi wilayah pantai dari dampak perubahan iklim dan ancaman abrasi," ujar Tommy, melansir Antara, Jumat (09/01/2026). 

Selain di sekitar kawasan industri, IMIP turut menjalankan restorasi pesisir melalui kegiatan konservasi mangrove di wilayah yang berada di luar area operasional perusahaan dan di luar Kabupaten Morowali. 

Program tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Direktorat CSR dan Environmental sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan jangka panjang.

Penanaman Mangrove Dilakukan di Sejumlah Titik

BTPN Syariah menanam 1.000 Mangrove di Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.Penanaman mangrove dilakukan di wilayah yang menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob. Dok BTPN Syariah

Program penanaman mangrove telah di laksanakan di sejumlah lokasi di sekitar kawasan industri. Hingga kini, total penanaman mencapai 10.000 bibit mangrove yang tersebar di beberapa titik, antara lain 1.000 bibit di Sungai Kumpi, 2.000 bibit di Desa Padabaho, serta 4.000 pohon di Desa Bete-Bete.

Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lembaga pemerintah, mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), Kelompok Pecinta Mangrove, hingga organisasi Lingkar Inovasi Terpadu. 

Selain di sekitar kawasan industri, IMIP juga memperluas program konservasi mangrove ke wilayah lain. Pada Juni 2025, perusahaan telah melaksanakan pengembangan dan restorasi sebanyak 10.700 bibit mangrove di Pantai Dupa Layana, Teluk Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Termutakhir, pada Desember 2025 lalu kegiatan penanaman mangrove sudah dilaksanakan di empat lokasi. Masing-masing 10.000 bibit di Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, dan Desa Tosale, Kabupaten Donggala, Sulteng. Termasuk 5.000 pohon di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari dan 10.000 di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara," jelas Tommy.

Melalui perluasan lokasi dan peningkatan jumlah bibit yang ditanam, IMIP menargetkan pemulihan ekosistem pesisir secara lebih merata, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pantai terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim.

Rehabilitasi Lingkungan sebagai Investasi Keberlanjutan Jangka Panjang

Cinta terhadap lingkungan tidak muncul begitu saja, melainkan perlu dibentuk dan dipupuk sejak usia dini. [Dok/freepik.com/jcomp]

Dalam jangka panjang, IMIP secara aktif menjalankan program rehabilitasi lingkungan yang mencakup konservasi mangrove, terumbu karang, serta perlindungan keanekaragaman hayati. 

Upaya ini dilakukan secara berkesinambungan oleh Direktorat CSR dan Environmental perusahaan setiap tahun.

Pemulihan ekosistem mangrove memiliki peran strategis sebagai pelindung alami garis pantai, penahan gelombang dan intrusi air laut, serta sebagai habitat berbagai biota perairan. 

Melalui langkah tersebut, IMIP berkontribusi dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan di wilayah pesisir

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya