Liputan6.com, Jakarta - Pneumonia dan diare masih menjadi ancaman kesehatan bagi anak-anak di Indonesia. Upaya pencegahan pun tidak bisa hanya mengandalkan penanganan medis, tetapi perlu diperkuat melalui edukasi kebiasaan sehat sejak dini.
Kebiasaan sederhana seperti cuci tangan pakai sabun dan menjaga kebersihan mulut/gigi dinilai berperan penting sebagai benteng awal anak dari infeksi.
Advertisement
Hal itu yang mendasari lembaga nirlaba GenBio untuk memberikan edukasi berbasis sains untuk memperkuat kebiasaan dasar yang bisa mencegah berbagai penyakit infeksi. Satu tahun program dari GenBio berjalan, 20 ribu anak di 200 sekolah di empat kota di Indonesia sudah teredukasi.
"Ini bukan hanya masalah medis tapi perilaku. Kebiasaan sederhana yang dilakukan konsisten dapat menjadi benteng pertama anak terhadap infeksi yang paling sering menyerang,” kata founder GenBio Swiluva Ma.
Salah satu materi edukasi yakni tentang mencuci tangan. Fakta menunjukkan anak yang tidak mencuci tangan maka bisa terjadi perpindahan kuman dengan cepat.
Namun jika seseorang mencuci tangan, itu dapat membantu mencegah sekitar 30% penyakit terkait diare dan sekitar 20% infeksi saluran napas seperti merujuk data Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Oleh karena itu, penting bagi anak-anak untuk mencuci tangan terutama pada saat momen penting yakni: sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bermain/beraktivitas, setelah batuk/bersin, dan setelah menyentuh benda kotor.
Jaga Kebersihan Rongga Mulut, Kunci Penting Mencegah Infeksi
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan mulut/gigi karena bagian penting dari pencegahan infeksi. Maka dari itu, menjaga kebersihan mulut merupakan upaya agar mengurangi risiko infeksi. Salah satunya dengan menggosok gigi dua kali sehari yakni sesudah sarapan dan sebelum tidur serta kebiasaan baik untuk gigi lainnya.
Maka dari itu edukasi berbasis sains dinilai penting untuk menanamkan kebiasaan tersebut sejak usia dini.
“Inilah mengapa tindakan edukasi harus dimulai sedini mungkin. Sains adalah ‘kekuatan super’ GenBio untuk mendidik dan memberdayakan anak-anak Indonesia agar lebih siap melawan infeksi bakteri—dimulai dari kebiasaan paling mendasar,” kata Swiluva Ma.
Selanjutnya, GenBio akan melanjutkan program pendidikan kesehatan, penyuluhan, dan panduan praktis berbasis sains. Lembaga ini juga bakal termasuk kolaborasi dengan sekolah, tenaga kesehatan, dan organisasi sosial untuk memperluas upaya pencegahan pneumonia dan diare pada anak.