Liputan6.com, Jakarta - Ambeien dapat terjadi pada anak dan kerap disebabkan oleh usaha mengejan saat buang air besar (BAB) secara berlebihan dan berulang-ulang dalam jangka panjang.
Menurut dokter spesialis bedah anak, Leo Rendy dari RS EMC Sentul, ambeien pada anak juga bisa timbul akibat konstipasi atau sembelit kronik dan diare berat. Setidaknya ada lima gejala awal ambeien pada anak yang harus diwaspadai, yakni:
Advertisement
Benjolan di Anus
Pada derajat yang masih cenderung ringan benjolan ambeien masih bisa kembali masuk sendiri setelah selesai BAB. Namun seiring perburukan ambeien, benjolan anus harus didorong dengan jari atau malah tidak bisa masuk kembali dan tetap menonjol.
Benjolan dapat menyebabkan rasa mengganjal dan seringkali tidak nyeri kecuali bila terjadi infeksi atau thrombosis (gumpalan bekuan darah di dalam ambeien). Jika ukurannya semakin besar, anak bisa merasa takut atau enggan ke toilet.
BAB Berdarah atau Terdapat Bercak Darah pada Tisu/Toilet
Munculnya darah segar setelah tinja keluar merupakan salah satu tanda yang paling mudah dikenali. Biasanya darah terlihat menempel di tisu saat mengelap anus selesai buang air besar.
Darah segar juga bisa terlihat di permukaan feses atau menetes ke dalam kloset. Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah yang membengkak mengalami gesekan atau pecah. Meski terlihat ringan, perdarahan yang berulang dapat menyebabkan kekurangan darah yang mengganggu tumbuh kembang.
Rasa Gatal atau nyeri di Area Anus
Adanya benjolan ambeien yang berlendir kerap meninggalkan noda dan kuman di celana dalam yang mengiritasi sekitar anus hingga ke area kemaluan.
Rasa gatal atau nyeri juga bisa muncul akibat iritasi kulit di sekitar pembuluh darah yang meradang. Anak cenderung menggaruk atau terlihat gelisah karena rasa tidak nyaman ini.
Merasa Tidak Tuntas Saat Buang Air Besar
Sensasi seperti masih ingin BAB setelah keluar dari toilet bisa menandakan adanya pembengkakan di rektum.
“Anak mungkin kembali bolak-balik ke kamar mandi karena merasa feses belum keluar semuanya. Kondisi ini membuat mereka semakin tidak nyaman dan bisa memicu kecemasan saat BAB,” kata Leo mengutip laman EMC, Kamis (8/1/2026).
Rewel atau Enggan ke Toilet Karena Rasa Sakit
Rasa sakit saat BAB sering membuat anak menunda untuk ke toilet. Akibatnya, feses menjadi lebih keras dan membuat gejala semakin parah.
“Anak mungkin tampak rewel, menangis, atau menunjukkan ketakutan setiap kali diajak ke toilet.”
Kebiasaan menahan BAB ini justru memperburuk ambeien dan bisa mengundang penyakit di area anus seperti fisura ani, yaitu perlukaan pada cincin anus akibat tinja yang terlalu padat atau besar.
Cara Cegah dan Atasi Ambeien pada Anak
Beberapa kebiasaan sederhana di rumah dapat membantu meredakan keluhan dan mencegah kondisi ambeien kambuh di kemudian hari. Berikut panduan yang bisa diterapkan oleh orang tua:
Perbanyak Konsumsi Serat dan Minum yang Cukup
Asupan serat seperti buah dan sayur serta air yang cukup akan melunakkan feses dan membuat proses BAB lebih lancar dan mudah sehingga anak tidak perlu mengejan terlalu keras dan tidak nyeri.
Biasakan Anak untuk Tidak Menahan BAB
Kebiasaan menunda ke toilet membuat feses mengeras dan memperburuk gejala ambeien. Ajak anak ke toilet segera saat muncul dorongan ingin BAB.
Ajak Anak Lebih Aktif Bergerak
Aktivitas fisik membantu melancarkan peredaran darah, gerakan saluran cerna, kekuatan struktur otot, jaringan ikat dasar panggul dan area anus.
Gunakan Salep Ambeien Sesuai Anjuran Dokter
Jika keluhan sembelit cukup mengganggu, obat oles di anus dibantu dengan pelunak tinja dapat meredakan nyeri, iritasi, atau pembengkakan. Sedangkan, obat pencahar yang merangsang pengeluaran paksa tinja sebaiknya dihindari.
Pastikan Posisi BAB Tepat
Ajarkan anak untuk rileks saat BAB dan pastikan posisi buang air besar yang tepat. Posisi jongkok lebih baik ketimbang duduk.
Jika hanya ada toilet duduk, untuk anak yang masih kecil bisa dibantu dengan kursi kecil di depan kloset untuk menyangga kaki. Posisi punggung tegak dan posisi lutut harus lebih tinggi daripada panggul.