Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pengguna HP Samsung Galaxy mulai mempertanyakan komitmen pembaruan perangkat mereka. Keluhan muncul karena pembaruan Google Play System di ponsel Galaxy tertinggal jauh dibanding perangkat Android lain.
Mengejutkannya, kendala tersebut juga dialami oleh lini smartphone flagship terbaru milik Samsung tersebut. Sebagian pengguna melaporkan, mereka masih berada di versi update Juli atau September 2025. Padahal, HP Android dari merek lain sudah mendapatkan pembaruan paling terkini.
Advertisement
Samsung akhirnya buka suara dengan memberikan penjelasan. Mengutip laporan Android Authority, Kamis (8/1/2025), Samsung mengonfirmasi keterlambatan distribusi Google Play System Update memang dilakukan secara sengaja.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu beralasan, mereka perlu proses verifikasi internal sehingga terjadinya penundaan. "Ketika memperkenalkan perangkat baru atau update One UI, Samsung hanya merilis software sudah diverifikasi," kata Samsung kepada media Jerman.
Perusahaan menyebutkan, "distribusi update dari Google sementara ditangguhkan untuk menghindari potensi masalah." Pernyataan ini menjelaskan mengapa update Google Play System tidak langsug digulirkan ke pengguna Galaxy, meski sudah tersedia dari Google.
Apa Itu Google Play System Update
Sebagai latar belakang, Google membagi sistem pembaruan Android menjadi dua bagian sejak 2019. Pertama, pembaruan sistem utama dikendalikan produsen. Kedua, Google Play System Update dikelola langsung oleh Google.
Melalui mekanisme ini, Google menghadirkan fitur-fitur utama seperti Digital Wellbeing, Privacy Dashboard, hingga perlindungan dari pencurian. Beberapa tampilan menu yang mirip dengan ponsel Pixel juga berasal dari sistem ini.
Sayangnya, mekanisme ini kerap luput dari perhatian pengguna. Pasalnya, Google Play System Update berbeda dengan aplikasi Google Play Services di Play Store.
Pembaruan ini tidak selalu berjalan otomatis dan sering kali harus dicek manual melalui menu terpisah dari pembaruan sistem utama.
Pengguna Android dapat memeriksa update ini melalui menu Settings > Security & Privacy > System & Updates. Akan tetapi, bagi pengguna Samsung Galaxy, opsi tersebut kerap tidak menampilkan pembaruan terbaru.
Keluhan semakin ramai karena kondisi ini terjadi pada seri Galaxy S terbaru yang seharusnya mendapat prioritas pembaruan. Samsung memastikan distribusi Google Play System Update akan kembali dilanjutkan pada Januari 2026.
Sayangnya, perusahaan belum mengungkap versi update yang akan dirilis atau apakah pembaruan akan langsung menyusul keteringgalah sebelumnya.
Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Dibekali Fitur Privacy Display
Samsung kembali menjadi sorotan lewat bocoran fitur baru untuk lini smartphone flagship teranyarnya. Bernama Privacy Display, fitur ini kabarnya sedang dipersiapkan untuk Galaxy S26 Ultra.
Fitur Pirvacy Display dirancang untuk meningkatkan privasi pengguna. Cara kerjanya sederhana, di mana layar HP baru Samsung tersebut akan meredup ketika dilihat dari sudut tertentu, sehingga isi layar sulit dibaca oleh orang sekitar.
Jejak fitur ini sebetulnya sudah muncul sejak September 2025. Saat itu, kode Privacy Display terdeteksi dalam build awal One UI 8.5. Setelah sebulan berlalu, tampilan antarmukanya juga sempat bocor dan memicu spekulasi soal fungsi utamanya.
Mengutip SammyGuru via Android Authority, Selasa (6/1/2026), fitur Privacy Display ditemukan tersembunyi di aplikasi Tips versi terbaru Samsung.
Di halaman Tips, Samsung menampilkan animasi dan penjelasan singkat tentang Privacy Display. Seperti bocoran sebelumnya, layar akan tampak lebih gelap saat dilihat dari samping.
Efek ini bertujuan untuk mencegah orang lain mengintip pesan, email, atau data sensitif pengguna.
Privacy Display dapat diaktifkan atau dimatikan secara manual, serta diatur agar menyala otomatis dalam kondisi tertentu, misalnya ketika berada di area ramai.
Fitur ini kemungkinan akan berada di menu Display pada aplikasi Settings . Selain itu, Samsung juga tampaknya menyiapkan tombol-tombol pintas (toggle) di Quick Settings agar fitur ini dapat diakses dengan cepat.
Tak hanya satu, halaman Tips tersebut juga menampilkan animasi kedua yang menampilkan efek Privacy Display dari berbagai sudut pandang. Baik dilihat dari atas, bawah, maupun samping, layar akan tampak lebih gelap dan sulit dibaca.
Dengan munculnya bocoran ini, semakin kuat dugaan bahwa Privacy Display akan menjadi salah satu fitur unggulan yang dibawa Samsung Galaxy S26 Ultra saat resmi diperkenalkan ke publik.
Harga Samsung Galaxy S26 Series bakal Lebih Mahal karena Krisis Chip Global?
Di sisi lain, Samsung dikabarkan akan meluncurkan seri Samsung Galaxy S26 dengan banderol harga yang lebih tinggi. Peningkatan ini disebut-sebut berkaitan dengan upaya perusahaan dalam menavigasi peningkatan biaya sejumlah komponen utama smartphone, seperti chip dan memori RAM.
Dilaporkan Hindustan Times, Jumat (2/1/2026), seri Galaxy S26 diperkirakan akan mencakup tiga model yakni Galaxy S26 standar, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra.
Seluruh lini tersebut direncanakan akan meluncur ke pasar global, termasuk India pada Februari 2026. Jika mengacu pada pola distribusi sebelumnya, perangkat ini diperkirakan mulai tersedia secara komersial sekitar satu bulan setelah peluncuran resmi.
Lonjokan harga komponen, khususnya chip , dilaporkan berdampak pada sejumlah produsen smartphone global. Kondisi ini menciptakan tantangan tersendiri dalam pengelolaan biaya produksi, termasuk bagi Samsung.
Divisi Mobile Experience (MX) termasuk menghadapi kesulitan untuk menekan biaya manufaktur, sekaligus menjaga harga jual perangkat tetap kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Tekanan tersebut tidak hanya berasal dari sisi material. Peningkatan anggaran pemasaran serta biaya tenaga kerja serta menambah beban pengeluaran perusahaan, terutama menjelang persiapan peluncuran ponsel terbaru.
Kombinasi kenaikan harga komponen, promosi belanja, dan biaya operasional diyakini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi strategi penentuan harga Samsung untuk handset generasi mendatang.