Alihkan TPS Rusunawa PIK 2 jadi Ruang Hijau, Upaya Pemkot Jaktim Atasi Masalah Sampah

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mentransformasi lahan TPS Rusunawa PIK 2 menjadi ruang hijau sebagai respon atas keluhan warga.

oleh Nikmah Laily HawaDiterbitkan 08 Januari 2026, 11:00 WIB
Warga yang berprofesi sebagai pemulung mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di Tempat Pembuangan Akhir Galuga, Bogor, Kamis (6/11/2025). Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Muhammad Reza Cordova baru-baru ini mengatakan bahwa kandungan mikroplastik sudah ditemukan di dalam air hujan di wilayah Jakarta. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) berencana mengalihkan lahan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di sekitar Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Perkampungan Industri Kecil (PIK) 2, Penggilingan, Cakung, menjadi ruang hijau.

Rencana ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur (Walkot Jaktim) Munjirin usai meninjau Taman Gapura Muka di Cakung, Jakarta Timur.

"Untuk sampah yang di rusun, jadi nanti lokasi tersebut tidak dijadikan tempat penampungan sampah lagi tetapi dialihkan ruang penghijauan," kata Munjirin, mengutip Antara, Kamis (8/1/2026).

Ia mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi lahan pembuangan sampah berupa lokasi alternatif yang jaraknya tidak jauh dari rusun tersebut.

"Untuk sampah yang di rusun, nanti lokasi tersebut tidak dijadikan tempat pembuangan sampah lagi, tapi akan dialihkan ke tempat yang terdekat dan kita sudah menemukan lokasinya," terang Munjirin.

Sejalan dengan Munjirin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung adanya upaya penghijauan ini.

Pramono menekankan supaya lahan-lahan kosong, termasuk area di bawah jalan tol layang supaya dapat dikreasikan menjadi ruang interaksi publik.

Terobosan ini muncul dengan motivasi agar warga Jakarta memiliki ruang publik yang nyaman untuk beraktivitas sehari-hari.

"Saya juga meminta kepada dinas terkait, dinas pertamanan dan juga para walikota, harus ada peristiwanya. Bahkan kalau perlu di bawah jalan tol layang begini kita buatkan sarung tinju untuk latihan, papan luncur (skateboard), dan sebagainya. Supaya orang di Jakarta itu penuh kenyamanan," ujar Pramono.

Ubah Tempat Pembuangan Menjadi Ruang Hijau

Taman Sriwedari: Ruang Hijau di Tengah Kota yang Sarat Nilai Historis (sumber: googlemaps by Muhamma Qolyuby)

Selain melaksanakan agenda pemindahan lahan, Pemkot juga telah menyiapkan langkah penataan lanjutan pada area tumpukan sampah. 

Pemkot berupaya untuk mentransformasi lokasi tersebut menjadi ruang hijau yang digunakan sebagai wahana produktif oleh warga setempat.

Lahan tersebut akan ditutup sementara terlebih dahulu. Baru setelah itu lahan dirapikan dan dijadikan ruang hijau.

"Bekasnya itu nanti kita sudah rapatkan dan nanti akan dilapisi dengan tanah merah dan nanti kita akan tanami. Jadi, penghijauan daerah situ," ungkap Munjirin.

Selain itu,  kata Munjirin, di kawasan Cakung masih terdapat dua titik lain yang akan dialihfungsikan. Namun, lokasi detailnya masih dalam proses finalisasi penetapan.

Sebelumnya, Gubernur Pramono telah menjelaskan, langkah penataan kawasan bekas TPS ini sejalan dengan visi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih hijau dan nyaman bagi warganya.

"Saya memang mencanangkan untuk membuat Jakarta lebih hijau, lebih nyaman,” tegas Pramono.

“Maka semua ruang-ruang yang seperti ini kita gunakan, kita manfaatkan selain untuk kita tanami menjadi 'vertical garden' (taman vertikal) atau 'rain garden' (taman hujan) dan sebagainya," tambahnya.

Keluhan Bau Sampah Dari Warga

Tumpukan sampah di salah satu kawasan di Kota Tangerang Selatan. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Sebelumnya, tumpukan sampah di dekat Rusunawa PIK Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, memang sudah dikeluhkan penghuni rusun dan warga sekitar.

Oleh karena itu, Pemkot Jaktim segera mengambil langkah strategis untuk menindaklanjuti masalah ini. 

Kebijakan tersebut ditempuh sebagai respon atas keluhan warga setempat terkait tumpukan sampah yang meninggalkan bau menyengat hingga lantai 12 hunian rusunawa.

Keluhan tersebut disampaikan melalui aplikasi Jakarta Kini (Jaki). Dalam laporannya, pelapor mengaku mencium aroma tidak sedap yang menyengat dari tumpukan sampah di TPS. 

“Butuh segera ditindaklanjuti karena bau sampah sampai ke lantai 12 rusun, baunya sangat semerbak," lapor salah seorang penghuni rusun melalui aplikasi Jaki.

Pramono berharap, dengan adanya langkah ini keluhan warga dapat teratasi dan menghadirkan ruang ramah lingkungan.

“Semoga dengan adanya langkah ini keluhan warga dapat teratasi, sekaligus menghadirkan ruang terbuka ramah warga di lingkungan hunian padat tersebut,” harap Pramono.

Infografis Cara hingga Titik Buang Sampah Besar Gratis Pemprov DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya