Manchester United Pecat Ruben Amorim, Ini Kata Jose Mourinho

Jose Mourinho menanggapi pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United dan merefleksikan pengalamannya sendiri di Old Trafford.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 07 Januari 2026, 18:30 WIB
Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi dalam pertandingan Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur di London, Inggris, Sabtu (8/11/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan pelatih Manchester United Jose Mourinho angkat bicara soal pemecatan Ruben Amorim di Setan Merah. Pelatih asal Portugal itu menilai hanya Amorim sendiri yang benar-benar tahu alasan di balik keputusan klub. Mourinho sendiri memilih untuk tidak berspekulasi dan menekankan pentingnya refleksi internal.

"Apa yang terjadi dengan Ruben adalah sesuatu yang hanya bisa dianalisis oleh dirinya sendiri. Saya percaya dia bakal melakukannya, beserta staffnya," ujar Mourinho, dilansir Goal.com.

Ia juga menegaskan tidak semua hal perlu diumbar ke publik. Menurutnya, setiap pelatih punya proses evaluasi masing-masing setelah meninggalkan klub besar seperti Man United, apalagi dengan tekanan dan ekspektasi tinggi di Old Trafford.


Jadi Dampak Buruk Bagi Pelatih Portugal

Pelatih kepala SL Benfica asal Portugal #00, Jose Mourinho, terlihat sebelum pertandingan liga Portugal antara SL Benfica dan Casa Pia AC di Estadio da Luz di Lisbon pada 9 November 2025. (FILIPE AMORIM/AFP)

Mourinho juga memberikan komentar soal dampak buruk terhadap reputasi pelatih Portugal di Inggris usai pemecatan Amorim. "Saya tidak mengerti mengapa hal itu bakal terjadi," tegas Mourinho, dilansir Goal.com.

Ia berujar bahwa setiap pelatih dinilai berdasarkan kinerjanya sendiri, bukan kebangsaannya. Mourinho percaya Amorim tetap punya masa depan cerah sebagai pelatih.

"Bagi saya, tidak, saya tidak menganggapnya seperti itu," lanjutnya. Ia bahkan menyebut Amorim sebagai pelatih dengan potensi besar dan karakter kuat, dengan stabilitas dan kualitas di level tertinggi.


Mourinho Terbayang Masa Lalu di Old Trafford

Jose Mourinho saat diperkenalkan sebagai pelatih Benfica. (AP Photo/Ana Brigida)

Mourinho menarik garis ke belakang, ke pengalamannya sendiri bersama skuad Setan Merah. Ia mengaku memahami betul dinamika MU dan alasan kepergiannya.

"Karir saya di Man United, saya sangat mengenalnya. Saya juga tahu alasan mengapa saya akhirnya pergi," ujar Mourinho.

Meski begitu, ia memilih menutup bab tersebut tanpa banyak komentar publik. "Saya menutup pintu dan kemudian saya tidak berkomentar," tambahnya.

Mourinho menegaskan bahwa fakta tetap berbicara melalui capaiannya di Old Trafford, yakni gelar Liga Europa, finis kedua Liga Primer Inggris, serta dua gelar lain.

Setelah Manchester United, ia melanjutkan karir ke Tottenham Hotspur, AS Roma, Fenerbahce, hingga kini di Benfica.


Manuver Manchester United Selanjutnya

Pelatih kepala Besiktas asal Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer, bereaksi di akhir pertandingan pekan ke-7 fase liga Liga Europa UEFA antara Besiktas dan Athletic Bilbao di stadion Besiktas Park di Istanbul pada 22 Januari 2025. (Yasin AKGUL/AFP)

Setan Merah kini tengah bergerak mencari solusi cepat setelah kepergian Amorim. Ole Gunnar Solskjaer disebut-sebut sebagai kandidat pelatih interim hingga akhir musim. Solskjaer sebelumnya pernah menegaskan betapa berat sekaligus istimewanya menangani Man United.

"Tekanan itu adalah sebuah hak istimewa," ucap Solskjaer.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya