Prabowo Beri Tanda Kehormatan ke Petani hingga Mentan karena Capaian Swasembada Beras

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah pihak yang dinilai telah berkontribusi atas capaian swasembada beras Indonesia.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 07 Januari 2026, 13:55 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Presiden Prabowo Subianto. Foto: Kementan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah pihak yang dinilai telah berkontribusi atas capaian swasembada beras Indonesia.

Penganugerahan diberikan saat pengumuman swasembada beras di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Rabu (7/1/2026).

Penerima tanda kehormatan mulai dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, sejumlah petani, prajurit TNI, hingga kelompok tani. Mentan Amran mendapat anugerah Bintang Tanda Jasa.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 1 dan 2 TK tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya.

"Menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa sebagai penghargaan atas jasanya yang besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan kesejahteraan dan kebesaran bangsa dan negara," ujar Sekretaris Militer Presiden membacakan Keppres tersebut, Rabu (7/1/2026).

"Serta Satya Lencana Wirakarya sebagai penghargaan atas jasanya dalam memberikan Darma baktinya yang besar kepada negara dan bangsa sehingga dapat dijadikan teladan bagi yang lainnya," sambungnya.

Presiden Prabowo menyematkan langsung tanda kehormatan kepada masing-masing penerima. Dalam kesempatan ini, Prabowo juga memberikan Bintang Jasa Pratama kepada Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo, Heri Sunarto.

Ada pun jumlah penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya yang hadir langsung mencapai 11 orang. Mereka mewakili 91 penerima lainnya.

"Mewakili 91 penerima lainnya masing-masing dianugerahi tanda kehormatan Satya Lancana Wirakarya," ujar Sekretaris Militer Presiden.

 

Penerima Tanda Kehormatan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Presiden Prabowo Subianto. Foto: Kementan

Berikut ini nama-nama penerima tanda kehormatan:

Bintang Jasa Utama:

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Bintang Jasa Pratama:

Heri Sunarto, Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo

Bintang Jasa Nararya:

Bobby Irfan Effendi (Penyuluh Pertanian Kabupaten OKU Timur)

Winarto (Poktan Sri Sedhono) Kelompok Tani Kabupaten Ngawi

Satyalancana Wira Karya:

1. Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika (Danko Diklat TNI)

2. Setyo Wahono (Bupati Bojonegoro)

3. Aep Syaepuloh (Bupati Karawang)

4. AKBP Toni Kasmiri (Kapolres Lampung Selatan)

5. AKBP Yugi Bayu Hendarto (Kapolres Garut)

6. Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra (Waaster Kodam XVIII/Kasuari)

7. Letkol Czi. Dili Eko Setyawan (Dandim Merauke)

8. Don Muzakir (Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia)

9. Mugi Raharjo (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro)

10. Aseng (Poktan Ciraden) Kelompok Tani Kabupaten Cianjur

11. Nurul Hadi (Poktan Sri Ki Lamaran) Kelompok Tani Kabupaten Indramayu.

 

Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Beras Hari Ini, Cadangan di Bulog Terbesar Sepanjang Sejarah

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung proses tanam dan panen padi di Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Minggu (3/11/2024). Dia ditemani Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri panen raya di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (7/1/2026). Panen raya tersebut menegaskan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun pemerintahan Prabowo.

"Agendanya sebenarnya adalah (Rabu) besok itu semacam apa ya, penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026.

Dia menyampaikan keberhasiilan swasembada beras membuat Indonesia tak lagi melakukan impor beras. Prasetyo menyebut cadangan beras nasional saat ini terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

"Harapan kita itu bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan. Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog di tangan pemerintah," ujarnya.

Menurut dia, Presiden Prabowo turut mendorong swasembada di komoditas lainnya segera terealisasi seperti, jagung, bawang ikan, dan telur.

Untuk itu, Prabowo meminta Menteri Kelautan dan Perikanan mempercepat pembangunan kampung-kampung nelayan dan membangun atau membuat kurang lebih 1.582 kapal tangkap ikan.

"Kemudian juga Bapak Presiden memberikan penekanan untuk sesegera mungkin kita mengembangkan apa namanya budidaya ikan darat yang ini diharapkan nanti offtaker-nya dari BGN (Badan Gizi Nasional) juga," ucap Prasetyo.

Prasetyo menuturkan swasembada dibutuhkan agar Indonesia dapat mencukupi sendiri bahan pangan dan karbohidrat yang diperlukan. Dia mencontohkan kebutuhan telur untuk makan bergizi gratis (MBG) mencapai 82 juta butir per hari, dengan hitungan 82 juta penerima manfaat.

"Kalau satu hari saja menunya adalah telur maka dibutuhkan 82 juta butir telur satu hari gitu. Tadi kalau per hari ini kurang lebih ayam yang dibutuhkan hampir mencapai 800-900.000 juta kalau tidak salah, 800 juta ekor ayam yang kita butuhkan untuk memenuhi semua protein. Itu hanya dari kebutuhan MBG," pungkas Prasetyo.

Infografis 8 Paket Ekonomi Baru Ala Prabowo. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya