Liputan6.com, Jakarta - Manchester United memutuskan untuk memberhentikan Ruben Amorim dari jabatannya sebagai manajer. Tidak banyak yang menangisi kepergian Amorim, bahkan mereka yang mempertanyakannya pun tidak sedih setelah mengetahui kisah jendela transfer musim panas MU.
Dari luar, MU memiliki jendela transfer yang cukup bagus, usai mendapatkan dua pemain berpengalaman Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, serta menambah potensi dengan mendatangkan Senne Lammens dan Benjamin Sesko.
Advertisement
Bisa dikatakan bahwa tingkat keberhasilan pemain-pemain tersebut mencapai 75%, meskipun Sesko masih perlu dinilai, tetapi potensi dan etos kerja mereka tidak kurang.
Namun, seiring munculnya kisah pemecatan Amorim, sikapnya terhadap Lammens dan Sesko, seharusnya cukup untuk meyakinkan para penggemar bahwa ia semestinya tidak berada di klub jauh sebelum hal itu benar-benar terjadi.
Alasan utama mengapa banyak penggemar merayakan perekrutan Amorim pada November 2024 adalah karena ia merupakan pendukung setia pemain muda selama masa jabatannya di Sporting.
Seluruh model bisnis mereka adalah membeli pemain muda dan berbakat, yang kemudian akan dilatih Amorim untuk menjadi pemain elit. Hal yang sama terjadi pada akademi muda, di mana banyak talenta terbaik di dunia saat ini mendapatkan kesempatan bermain di tim senior di bawah bimbingan Amorim.
Amorim Marah Lantaran MU Beli Sesko
Karena itu, sangat membingungkan melihat bagaimana Amorim bertindak di bursa transfer musim panas. The Athletic melaporkan bahwa Amorim sempat kesal karena ia menginginkan Ollie Watkins dan Emi Martinez untuk bergabung.
Ineos, yang bertugas menjaga visi jangka panjang tetap hidup, malah merekrut Benjamin Sesko dan Senne Lammens. Pemilihan inilah yang membuat Amorim marah.
Selain itu, Amorim juga menginginkan Antoine Semenyo di musim panas alih-alih Bryan Mbeumo. Jadi itu berarti setidaknya dua dari tiga keputusan Amorim yang salah, mengingat betapa mengesankannya Mbeumo bagi klub.
Bahkan keputusan untuk merekrut Watkins pun berisiko, karena ia akan menelan biaya 40 juta pounds untuk pemain berusia 29 tahun. Ini jenis perekrutan yang tidak akan dilakukan oleh klub yang disiplin secara finansial saat ini.
MU Bisa Terjebak Gaji Besar Pemain
Dengan begitu Amorim sudah mengkhianati reputasinya sendiri dan itu menjadi alasan yang cukup untuk dipecat. Tindakan Amorim ini menunjukkan seorang pria yang sepenuhnya berada dalam mode mempertahankan diri, menginginkan produk yang sudah terbukti dan matang hanya agar ia bisa meraih beberapa kemenangan beruntun.