Adrien Rabiot, Ibarat Durian Runtuh untuk AC Milan

Adrien Rabiot datang tanpa gemerlap, namun justru menjadi durian runtuh AC Milan. Gelandang Prancis itu memberi efek besar di musim 2025/2026.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 06 Januari 2026, 23:16 WIB
Luka Modric dari AC Milan melihat rekan setimnya, Adrien Rabiot, berebut bola dengan pemain Lazio, Toma Basic, dalam laga Serie A melawan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Adrien Rabiot tidak pernah masuk daftar rekrutan glamor AC Milan pada musim 2025/2026 ini. Kedatangannya di bursa transfer musim panas nyaris luput dari sorotan besar.

Publik lebih terpaku pada nama Luka Modric, gelandang senior dengan setumpuk gelar dan kejayaan yang datang dari Real Madrid. Rabiot dianggap sekadar pelengkap, bukan pusat perhatian.

Namun, musim 2025/2026 membalik persepsi itu. Rabiot justru muncul sebagai salah satu faktor terpenting kebangkitan Milan. Eks pemain Juventus itu memainkan peran kunci bagi Milan.

Tanpa banyak suara, ia mengubah wajah lini tengah Rossoneri. Efeknya nyata, konsisten, dan terasa di setiap pertandingan. Duet Rabiot dengan Modric juga berjalan sangat rapi dan solid.


Mesin Lini Tengah dan Tangan Kanan Allegri

Aksi Adrien Rabiot dalam laga Piala Super Italia 2025/2026 antara Napoli vs AC Milan, Jumat (19/12/2025). (AP Photo/Altaf Qadri)

Kedatangan Adrien Rabiot di bursa transfer musim panas, setelah kedatangan Luka Modric, telah membantu meningkatkan lini tengah AC Milan ke level yang baru.

Seperti yang ditulis MilanNews, Rabiot memiliki segalanya. Ia secara teknis bagus dan secara fisik penting, dan merupakan gelandang yang mampu memainkan berbagai peran sepanjang pertandingan, selalu dengan kedewasaan dan kesadaran yang tepat.

Rabiot adalah 'kuda gila' Milan dan tangan kanan Massimiliano Allegri. Dengan pemain Prancis itu di lapangan, mereka belum pernah kalah di Serie A.

Mungkinkah itu kebetulan? Seiring bertambahnya jumlah pertandingan yang dimainkan, tampaknya semakin kecil kemungkinannya.


Murah, Efektif, dan Bernilai Sangat Tinggi

Gelandang AC Milan Adrien Rabiot merayakan gol pertama timnya dalam laga Serie A melawan Torino di Turin, Italia, Selasa, 9 Desember 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Rabiot bergabung dengan Milan hanya dengan €7 juta dari Marseille. Nilai itu menjadikannya rekrutan terpenting Milan musim panas ini, mengingat Luka Modric didapatkan secara gratis.

Fakta tersebut menegaskan satu hal. Dalam sepak bola modern, bukan hanya nominal investasi yang menentukan, tetapi ketepatan memilih pemain.

Dengan Rabiot di lapangan, Milan belum pernah kalah di liga. Kekalahan hanya terjadi di Coppa Italia melawan Lazio, sementara di Serie A Rossoneri tetap tak tersentuh.

Ia tampil solid bersama Modric. Keduanya seimbang dalam penguasaan bola dan kerja keras tanpa bola, membantu melindungi lini belakang tiga bek.


Keunggulan Rabiot untuk Milan

Selebrasi Adrien Rabiot usai mencetak gol untuk AC Milan di laga melawan Torino pada lanjutan Liga Italia 2025-2026, 9 Desember 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Rabiot unggul dalam menjaga bola dan membaca situasi. Secara atletis, ia nyaris seperti robot, sanggup berlari selama 95 menit dengan intensitas dan kecerdasan.

Kontribusi gol memang belum maksimal. Namun, tendangan jarak jauh ke gawang Torino menjadi bukti potensi yang ia miliki, terlebih mengingat ia didatangkan dengan harga di bawah €10 juta.

Adrien Rabiot mungkin datang tanpa pesta. Namun, bagi AC Milan, ia adalah durian runtuh yang mengubah musim.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya