Baterai Solid-State Siap Produksi, Janjikan Cas EV Cuma 5 Menit

Teknologi baterai solid-state yang selama ini digadang-gadang sebagai masa depan EV akhirnya memasuki fase produksi pertama

oleh Zaidan Fakhir HeryaniDiterbitkan 08 Januari 2026, 17:09 WIB
Teknologi baterai solid-state yang selama bertahun-tahun menjadi janji masa depan kini menapaki realitas baru. (insideevs.com)

Liputan6.com, Jakarta - Dunia kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kembali mendapat kabar besar. Teknologi baterai solid-state yang selama ini digadang-gadang sebagai masa depan EV akhirnya memasuki fase produksi pertama, dengan janji pengisian daya ultra cepat dan efisiensi energi jauh lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional.

Terobosan ini diumumkan Donut Lab, perusahaan inovatif di sektor teknologi baterai, dalam ajang CES 2026. Donut Lab mengklaim baterai solid-state miliknya telah siap diproduksi secara massal tanpa bergantung pada material langka, sebuah tantangan besar yang selama ini menghambat pengembangan teknologi tersebut.

Berbeda dari baterai lithium-ion yang menggunakan elektrolit cair, baterai solid-state mengandalkan elektrolit padat. Pendekatan ini secara teori menawarkan tingkat keamanan lebih tinggi, stabilitas termal lebih baik, serta risiko kebakaran yang jauh lebih rendah.

Mengutip InsideEVs, Donut Lab menyebut baterai solid-state buatannya mampu mencapai densitas energi hingga sekitar 400 Wh/kg. Angka ini tergolong sangat kompetitif untuk kebutuhan otomotif dan berpotensi menghadirkan jarak tempuh lebih jauh dengan ukuran baterai yang sama.

Tak hanya itu, salah satu klaim paling mencuri perhatian adalah kemampuan pengisian daya penuh hanya dalam waktu sekitar lima menit.

Jika terealisasi, teknologi ini bisa menyamai pengalaman mengisi bahan bakar kendaraan konvensional, menghapus salah satu kendala utama adopsi mobil listrik saat ini.

Dari sisi durabilitas, baterai solid-state Donut Lab juga dirancang memiliki umur pakai sangat panjang.

Perusahaan tersebut menyebut baterainya mampu bertahan hingga 100.000 siklus pengisian, menjadikannya menarik tidak hanya untuk mobil listrik, tetapi juga sepeda motor listrik hingga kendaraan niaga.

 

Segera Masuk Jalur Produksi

Destinasi energi sekitar 400 Wk/kg. (insideevs.com)

Donut Lab menegaskan baterai ini akan diproduksi secara OEM dan mulai digunakan pada sepeda motor listrik Verge Motorcycles pada kuartal pertama 2026. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam komersialisasi teknologi baterai solid-state di dunia nyata.

Keunggulan utama baterai solid-state dibanding lithium-ion tradisional terletak pada aspek keamanan dan stabilitas. Elektrolit padat mengurangi risiko kebocoran, degradasi, hingga potensi kebakaran yang kerap menjadi sorotan pada baterai cair.

Struktur padat tersebut juga memungkinkan baterai menjadi lebih ringan, lebih padat energi, serta lebih tahan terhadap suhu ekstrem.

Dengan densitas energi sekitar 400 Wh/kg, kendaraan listrik berpeluang memiliki jarak tempuh lebih panjang tanpa perlu menambah ukuran baterai.

 

Tantangan dan Masa Depan Komersialisasi

Donut Lab mengklaim baterainya siap diproduksi dalam jumlah gigawatt-jam.(insideevs.com)

Meski demikian, teknologi solid-state bukan tanpa tantangan. Selama bertahun-tahun, biaya produksi dan kesulitan manufaktur massal menjadi penghambat utama.

Sejumlah produsen besar seperti Toyota, Volkswagen, dan perusahaan otomotif lainnya masih berada pada tahap pengujian, dengan target komersialisasi antara 2027 hingga 2030.

Namun, Donut Lab mengklaim baterainya sudah siap diproduksi dalam skala gigawatt-hour (GWh) untuk memasok pabrikan.

Hal ini membuka peluang hadirnya generasi baru kendaraan listrik dengan baterai solid-state lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Kehadiran baterai solid-state produksi pertama ini menandai momen penting bagi industri kendaraan listrik global.

Jika benar dapat dikomersialkan secara luas, dampaknya akan sangat besar, mulai dari jarak tempuh lebih jauh, waktu pengisian super singkat, hingga peningkatan aspek keselamatan. Dunia otomotif tampaknya benar-benar berada di ambang era baru teknologi baterai EV.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya