Prabowo Sebut Indonesia Capai Swasembada Beras: Saya Bangga

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025, lebih cepat dari target awal empat tahun masa pemerintahannya.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 06 Januari 2026, 18:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau beras Bulog yang disitribusikan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/Kopdes Merah Putih). (Dok Bulog)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku senang Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025.

"Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, waktu 24.00 bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025, Republik Indonesia swasembada beras dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia pernah di pemerintahan Presiden Soeharto," kata dia dalam taklimat awal tahun bersama anggota kabinet merah putih di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Prabowo awalnya menargetkan Indonesia mencapai swasembada beras dalam kurun 4 tahun, namun ternyata bisa teralisasi dalam waktu 1 tahun pemerintahannya. Bahkan, kata dia, cadangan beras nasional saat ini mencapai 3 juta ton.

"Kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton, hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," jelas Prabowo.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan kerja keras semua pihak. Prabowo menekankan pentingnya swasembada beras di tengah konflik dan perang di berbagai negara sehingga Indonesia memiliki sumber pangan sendiri.

"Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik dimana-mana, di tengah perang dimana-mana sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam sekarang Thailand sama Komboja perang terus setelah perang, negosiasi, senjata-senjata, damai, meletus lagi," tuturnya.

 

Tak Tergantung Impor

Dengan tercapainya swasembada beras, Prabowo menyebut Indonesia tidak perlu bergantung dengan negara lain.

"Dalam keadaan seperti itu, bayangkan amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik salah satu sumber makanan kita juga dari India, India perang sama Pakistan saudara-saudara," ujar dia.

"Kita juga pernah mengalami covid, semua negara pengekspor makanan menutup kita tidak bisa import walaupun kita punya uang dan import berarti devisa kita keluar. Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri," sambung Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya