Prakiraan Cuaca Hari Ini Rabu 7 Januari 2026: Jabodetabek Mayoritas Berawan Tebal hingga Diguyur Hujan

Langit Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan tebal hingga diguyur hujan pada Rabu (7/1/2026). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

oleh Rizqi Tri NovitasariDiterbitkan 07 Januari 2026, 06:15 WIB
Awan tebal menjelang hujan lebat disertai angin kencang atau cuaca ekstrem. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, pada Selasa (7/1/2026). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu diprediksi akan diguyur hujan intensitas ringan pada Selasa pagi, kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang akan diselimuti awan tebal.

Pada siang hari, seluruh wilayah Jakarta termasuk Kepulauan Seribu diperkirakan akan berawan tebal.

Lalu, untuk malam hari wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur akan diguyur hujan dengan intensitas ringan, dan untuk wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu tetap diselimuti awan tebal.

Sedangkan untuk wilayah penyangga Jakarta, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Jawa Barat diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hingga siang hari, dan untuk malam hari Kota Depok dan Kota Bekasi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan, kecuali Kota Bogor yang diprediksi akan tetap berawan tebal.

Sementara untuk wilayah Kota Tangerang, Banten, diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari, berawan tebal pada siang hari, dan kembali diguyur hujan dengan intensitas ringan pada malam hari.

Berikut informasi cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Hujan Ringan  Berawan Tebal  Hujan Ringan
 Jakarta Pusat   Hujan Ringan  Berawan Tebal  Hujan Ringan
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Berawan Tebal  Hujan Ringan
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Hujan Ringan
 Jakarta Utara   Hujan Ringan  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Kepulauan Seribu   Hujan Ringan  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Bekasi   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Depok   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Hujan Ringan
 Kota Bogor   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Tangerang  Hujan Ringan  Berawan Tebal  Hujan Ringan

BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Terbesar Sepanjang Sejarah, 9 Pesawat Dikerahkan

Pesawat khusus yang akan lepas landas dalam rangka operasi modifikasi cuaca di Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (11/3/2025). (Dok. Pemrov Jabar).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) serta percepatan normalisasi sungai di sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatera.

Operasi Modifikasi Cuaca yang saat ini berjalan melibatkan jumlah pesawat terbanyak sejak OMC pertama kali dilakukan di Indonesia.

"Kita masih terus mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca, bahkan total 9 pesawat ini termasuk operasi paling besar yang pernah kita lakukan dalam sejarah kita melakukan OMC di Indonesia," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Konferensi Pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa 30 Desember 2025.

"Tetapi ini ada satu keharusan kita harus memastikan supaya progres berjalan tidak terganggu oleh bencana susulan," sambung dia.

Abdul menegaskan, fokus BNPB saat ini tidak semata pada potensi hujan ekstrem, tetapi kondisi infrastruktur pengendali air yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.

Dia menjabarkan, penanganan difokuskan pada dua jalur utama, yakni rekayasa cuaca untuk mengendalikan hujan serta pemulihan fisik sungai dan drainase agar kembali optimal.

"Sekali lagi, atensi kita sebenarnya saat ini tidak hanya hujan ekstrem, karena hujan intensitas sedang pun itu bisa membuat banjir, karena daya tampung dari drainase primer saat ini saluran-saluran air itu sangat terbatas," ucap Abdul.

"Upaya ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum serta unsur TNI dan Polri," sambung dia.

Normalisasi Sungai Dikebut Cegah Banjir Susulan

BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menyemai Natrium Klorida (NaCl). (dokumentasi BNPB)

Menurut Abdul, BNPB juga memberi perhatian khusus pada titik-titik rawan seperti jembatan darurat dan ruas sungai yang masih menyimpan banyak material sisa bencana.

Dia memastikan operasi ini akan terus dioptimalkan demi mencegah bencana lanjutan.

"OMC masih terus kita lakukan, saat ini Aceh 4 pesawat, Sumatera Utara 2 pesawat, dan Sumatera Barat 3 pesawat," ucap Abdul.

Dia menjelaskan, normalisasi sungai menjadi perhatian utama karena banyak alur sungai yang berubah dan dipenuhi sedimen serta material bencana.

"Pembersihan dan normalisasi sungai terus kita kebut karena ini yang kita khawatirkan. Beberapa kali hujan yang seharusnya pada kondisi normal itu enggak bikin banjir," kata Abdul.

"Tetapi karena kondisi sedimen di sungai dan beberapa sungai alurnya berubah total, daya tampung sungai itu yang sebelumnya untuk kapasitas hujan yang sebenarnya tidak bikin banjir itu bisa meluap," sambung dia.

Abdul menegaskan, langkah percepatan normalisasi sungai dan pembersihan saluran air dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya banjir susulan.

"Supaya kita sedikit demi sedikit bisa kemudian memaksimalkan lagi, mengoptimalkan lagi daya tampung air di jalur-jalur drainase primer ini," terang dia.

Infografis Infografis Prakiraan Cuaca BMKG Saat Natal hingga 26 Desember 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya