Liputan6.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengubah strategi perang melawan narkoba dengan menempatkan penyelamatan generasi muda sebagai fokus utama, tidak lagi semata mengandalkan penindakan hukum terhadap bandar narkotika.
Transformasi kebijakan tersebut dilakukan di era pemerintahan Prabowo Subianto di bawah kepemimpinan Kepala BNN Suyudi Ario Seto. BNN kini menitikberatkan pencegahan dini, edukasi, serta penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan dalam menghadapi peredaran narkoba yang semakin kompleks dan terorganisir.
Advertisement
“Perang melawan narkoba tidak hanya soal menangkap bandar, tetapi yang utama adalah menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam jaringan narkoba,” kata Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Minggu (3/1/2026).
Menurut Suyudi, pendekatan tersebut bertujuan memastikan anak dan remaja mampu menjauhi sekaligus menolak penyalahgunaan narkoba, sehingga ketahanan keluarga dan lingkungan sosial dapat diperkuat.
Langkah transformasi ini mendapat apresiasi dari Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI). Koordinator AMMI, Nurkhasanah, menilai perubahan paradigma BNN RI sebagai langkah strategis yang relevan dengan tantangan peredaran narkoba yang kini menyasar generasi milenial dan Gen Z.
“Pendekatan humanis yang dikedepankan BNN pada era Presiden Prabowo merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Nurkhasanah dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, dengan menempatkan pencegahan, edukasi, serta penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan sebagai fokus utama, BNN RI dinilai telah mengambil posisi yang tepat untuk melindungi masa depan generasi bangsa.
“Upaya penyelamatan generasi muda dari bahaya narkotika tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas sosial, ketahanan nasional, dan keberlanjutan pembangunan bangsa,” katanya.
Komitmen pada Penindakan Hukum
Nurkhasanah menegaskan, AMMI siap mendukung langkah BNN RI dengan melibatkan mahasiswa dan milenial sebagai agen edukasi dan penggerak kesadaran antinarkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Kami percaya kolaborasi antara negara dan generasi muda adalah kunci utama untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia,” ujarnya.
Meski mengedepankan pendekatan kemanusiaan, BNN tetap menegaskan komitmen penindakan hukum terhadap jaringan narkoba. Nurkhasanah menilai, kebijakan humanis tidak menafikan langkah tegas terhadap para bandar.
Sebelumnya, BNN berhasil menangkap buronan internasional sekaligus gembong narkoba berinisial PA alias Dewi Astutik di Kamboja, terkait kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun pada Desember 2025.
BNN RI juga bekerja sama dengan Polri menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam penggerebekan lanjutan, aparat menyita 89 kilogram sabu serta puluhan senjata api laras panjang dan pendek. Penindakan serupa dilakukan di Kampung Berlan, Matraman, Jakarta Timur.
“Yang kami catat sebagai langkah positif, setelah penindakan dilakukan, BNN juga memberdayakan ekonomi warga di kawasan tersebut,” kata Nurkhasanah.
Selain penegakan hukum, AMMI turut mengapresiasi kegiatan BNN RI bersama Bison Indonesia yang menggelar Kemah Kebangsaan Bersinar se-Jadetabek di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut diikuti 1.200 pelajar SMA dan SMK serta dihadiri Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Dalam kegiatan bertema “Membangun Kesadaran dan Kepedulian Antinarkoba di Kalangan Generasi Muda Bersinar Bersama BNN Indonesia”, para peserta mendapatkan edukasi pencegahan dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
“Ini langkah nyata BNN dalam memberdayakan generasi muda agar menjauhi narkoba,” pungkas Nurkhasanah.