Saham Sektor Pertahanan di Asia dan Eropa Melonjak Usai AS Gulingkan Maduro

Sejumlah saham sektor pertahanan mengalami kenaikan tinggi setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 06 Januari 2026, 13:45 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores. Saham perusahaan pertahanan global menguat setelah aksi militer AS di Venezuela (AFP Photo/Federico Parra)

Liputan6.com, Jakarta - Saham perusahaan pertahanan global menguat setelah aksi militer AS di Venezuela memicu era baru ‘hard power’. Saham-saham sektor pertahanan di Eropa dan Asia mencatatkan penguatan pada Senin, 5 Januari 2026.

Hal ini seiring pelaku pasar menimbang dampak penggulingan mengejutkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang dinilai berpotensi menandai perubahan besar lanskap geopolitik dan mendorong peningkatan perdagangan senjata dalam jangka panjang.

Melansir CNBC International, Selasa (6/1/2026), di Eropa, saham Rheinmetall, produsen persenjataan terbesar di Jerman, melonjak lebih dari 7% pada awal perdagangan. Saham Hensoldt, perusahaan teknologi militer dan sistem pengawasan, turut naik hampir 7%.

Saham Leonardo dari Italia menguat 5,8%, sementara Renk asal Jerman juga mencatatkan kenaikan 5,8%. Produsen pesawat tempur asal Swedia, Saab, turut menguat hampir 5%.

Sementara itu di Asia, saham IHI Corp Jepang memimpin penguatan sektor pertahanan dengan lonjakan hampir 10%, disusul Mitsubishi Heavy Industries yang naik 9,2%. Kawasaki Heavy Industries juga menguat 6,9%. Di Korea Selatan, saham Hanwha Aerospace naik lebih dari 6%, sedangkan Poongsan mencatatkan kenaikan sekitar 2%.

 

Ubah Arah Geopolitik Global

The United States military invasion of Venezuela in January 2026 resulted in the arrest of President Maduro. Here's a recap and the latest updates.

Kepala investasi Fulcrum Asset Management, Fawaz Chaudhry, menilai penggulingan Maduro merupakan sebuah “latihan pemberian sinyal” yang berpotensi mengubah arah geopolitik global.

“Saat Presiden Trump menggunakan Doktrin Monroe, dia berbicara tentang wilayah terdekat di mana Amerika mengambil kendali melalui kekuatan keras, melalui aset kekuatan keras,” kata Chaudhry.

Chaudhry mengatakan dunia sedang berupaya beralih ke era baru, di mana negara-negara pada dasarnya akan mengandalkan aset militer berbasis kekuatan keras untuk mengambil kendali, yang menurutnya mencerminkan kebijakan yang berbeda dibandingkan pendekatan sebelumnya.

Menurut Chaudhry, sikap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang semakin tegas ini dalam jangka panjang akan mendorong peningkatan belanja militer, termasuk proses persenjataan kembali di Eropa dan Asia. Ia menambahkan bahwa saham-saham sektor pertahanan serta pengeluaran militer diperkirakan akan terus meningkat.

 

Pembalikan Arah

“Apa yang baru saja dilakukan Presiden Trump dan Amerika di Venezuela sebenarnya akan memperkuat hal itu. Lebih banyak pengeluaran militer, lebih banyak persenjataan kembali, Eropa, Asia, jadi tren itu akan berlanjut,” jelasnya.

Penguatan saham perusahaan pertahanan Eropa ini sekaligus menjadi pembalikan arah yang signifikan, setelah sektor tersebut sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir akibat harapan pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya