Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengimbau agar masyarakat di wilayah ibu kota dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman super flu, terutama yang berpotensi masuk dari luar negeri.
Menurutnya, penyakit seperti super flu umumnya merupakan penyakit pendatang yang dibawa oleh pelaku perjalanan internasional. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pemantauan ketat di pintu masuk, khususnya bandara.
Advertisement
“Kita harus waspada. Penyakit seperti ini kan sifatnya penyakit pendatang. Nanti kalau saudara-saudara kita pulang liburan dari luar negeri,” kata Rano di Jakarta Barat, Senin (5/1/2026).
Ia meminta, pemantauan kesehatan di bandar udara atau bandara diperketat. Kendati prosedur pemantauan kesehatan di bandara sebenarnya merupakan kegiatan rutin.
“Saat tiba di bandara harus ada pemantauan, ini memang kegiatan rutin, tapi kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di wilayah Jakarta, meski virus influenza tersebut telah terdeteksi beredar di sejumlah provinsi di Indonesia sejak Agustus 2025.
“Saat ini masih belum ditemukan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta,” kata kata Ani dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (5/1/2026).
Ani menjelaskan Super Flu merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K, dengan karakter penularan yang relatif lebih cepat dibandingkan influenza biasa.
“Super Flu yaitu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Disebut ‘Super Flu’ karena penyebarannya yang relatif lebih cepat,” ucap Ani.
Kasus Terdeteksi di 8 Provinsi
Ia memaparkan, peningkatan aktivitas penularan virus tersebut mulai terpantau secara global sejak Agustus 2025. Meski demikian, hingga kini belum ditemukan indikasi peningkatan tingkat keparahan penyakit.
“Virus ini mulai meningkat aktivitas penularannya sejak Agustus 2025 di seluruh dunia. Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO (World Health Organization) tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit,” jelasnya.
Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) pada sampel pasien influenza dari seluruh Indonesia yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 1 Januari 2026, Super Flu diketahui telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025.
Adapun kasusnya terdeteksi di delapan provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Belum Ada Temuan Kasus
Meski dipastikan belum ada temuan kasus, Ani mengingatkan kepada warga Jakarta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit ISPA.
Hal ini seiring tingginya mobilitas penduduk ibu kota pascalibur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta masuknya musim penghujan.
“Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan,” kata Ani.