Terbongkar, Alasan Manchester United Putuskan Pecat Ruben Amorim

Manchester United telah memecat pelatihnya Ruben Amorim pada Snein (5/1/2026). Jurnalis asing baru-baru ini membocorkan alasan asli di balik keputusan itu.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 06 Januari 2026, 00:01 WIB
Ruben Amorim telah dipecat Manchester United pada Senin (5/1/2026). (Darren Staples / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jurnalis Ben Jacobs membongkar alasan utama yang menyebabkan Manchester United memutuskan berpisah dengan pelatih Ruben Amorim.

Sebagaimana diketahui, Setan Merah mengumukan pemecatan juru taktik Portugal pada Senin (5/1/2026), sehari setelah skuad racikannya menelan hasil imbang 1-1 melawan Leeds United.

Selepas laga itu, terendus ketegangan antara Amorim dengan petinggi Setan Merah menyusul ledakan emosi yang ditunjukkan sang pelatih saat konferensi pers.

Amorim sebelumnya melontarkan komentar pedas yang mempertanyakan peran serta dukungan manajemen klub, sembari menegaskan posisinya sebagai manajer dan bukan pelatih kepala semata.

David Ornstein dari The Athletic lantas menjadi orang pertama yang membongkar kabar diberhentikannya Ruben Amorim oleh MU.

Posisinya bakal digantikan oleh Darren Fletcher untuk sementara waktu. Keputusan ini menandai berakhirnya kiprah Amorim di Old Trafford yang hanya berlangsung selama 14 bulan sejak diangkat pada November 2024 silam.


Alasan Man Utd

Manajer Manchester United, Ruben Amorim, seusai laga Liga Inggris melawan West Ham di Old Trafford, Jumat, 5 Desember 2025. (AP Photo/Ian Hodgson)

Ben Jacobs, dalam laporan Football365, lantas membongkar alasan-alasan Manchester United memilih jalan pemecatan terhadap Ruben Amorim.

Dalam cuitannya di X, Setan Merah disebut merasa belum melihat cukup tanda-tanda kemajuan di bawah asuhan juru taktik asal Portugal. Dia juga mengonfirmasi bahwa memang terjadi keretakan hubungan Amorim dengan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox, seperti yang ramai diberitakan di media.

"Tentang pemecatan Ruben Amorim, MUFC meyakini belum ada cukup tanda-tanda evolusi atau kemajuan (di bawah Ruben Amorim)," paparnya, melansir pemberitaan Football365.

"(Man Utd) menyangkal adanya perebutan kekuasaan atau ultimatum, tetapi memang ada keretakan hubungan antara Amorim dan Jason Wilcox," tambah dia.


Ketidakselarasan di Bursa

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Menyinggung soal ketegangan Ruben Amorim dengan Jason Wilcox, Jacobs juga mengungkapkan bahwa situasi tersebut dipicu ketidakselarasan di bursa transfer.

Setan Merah pun disinyalir ogah melunak pada protes keras Amorim soal posisi manajer dan pelatih kepala di tim. Mereka ingin siapa pun yang bakal menggantikan juru taktik Portugal tetap hanya akan menyandang status pelatih kepala dan bukan manajer, sebab MU ogah memberi hak veto pererkutan pada juru taktik layaknya saat era Erik ten Hag.

Lanjut Baca:

"Seperti yang terungkap tadi malam, ketegangan terjadi karena kurangnya keselarasan di bursa transfer dan keretakan hubungan antara Amorim dan Jason Wilcox," kata Jacobs lagi. "Siapa pun yang menggantikan Amorim akan tetap menjadi pelatih kepala, bukan manajer. Tidak ada pelatih yang akan diberi hak veto perekrutan seperti Erik ten Hag, karena model Manchester United adalah kolaboratif," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya