Elang Media Visitama Tingkatkan Kepemilikan Saham SUPA Jadi 27,60%

Pemegang saham pengendali PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), Elang Media Visitama, melaporkan peningkatan kepemilikan sahamnya di perseroan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 05 Januari 2026, 15:25 WIB
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan mengatakan bahwa pencatatan saham di IDX membuka babak baru dalam perjalanan PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA; “Superbank”). Tampak dalam foto, layar monitor menampilkan pencatatan perdana saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/12/2025). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham pengendali PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), Elang Media Visitama, melaporkan peningkatan kepemilikan sahamnya di perseroan. 

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/1/2026), berdasarkan laporan kepemilikan saham, Elang Media Visitama melakukan pembelian tidak langsung sebanyak 28.317.400 saham SUPA. Transaksi tersebut dilakukan pada 30 Desember 2025 dengan harga Rp 910 per saham dan bertujuan untuk investasi.

Dengan transaksi tersebut, jumlah saham SUPA yang dimiliki Elang Media Visitama meningkat dari sebelumnya 9.325.800.159 saham atau setara 27,51 persen hak suara, menjadi 9.354.117.559 saham atau setara 27,60 persen hak suara.

Elang Media Visitama menegaskan statusnya sebagai pengendali perseroan dan menyatakan akan tetap mempertahankan pengendalian atas PT Super Bank Indonesia Tbk ke depan.

Sebelumnya, Elang Media Visitama menambah kepemilikan sahamnya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Elang Media Visitama meningkatkan jumlah kepemilikan saham SUPA dari sebelumnya 9.175.800.159 saham atau setara 27,07% hak suara, menjadi 9.325.800.159 saham dengan porsi kepemilikan naik menjadi 27,51% hak suara setelah transaksi

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/12/2025), penambahan kepemilikan dilakukan melalui pembelian tidak langsung dalam dua tahap. 

Pertama, pembelian sebanyak 50 juta saham dengan harga Rp 1.050 per saham pada 24 Desember 2025. Selanjutnya, Elang Media Visitama kembali membeli 100 juta saham dengan harga Rp 895 per saham pada 29 Desember 2025

Dalam keterbukaan informasi tersebut disampaikan transaksi dilakukan dengan tujuan investasi. Elang Media Visitama juga tercatat sebagai pemegang saham pengendali dan menyatakan akan tetap mempertahankan pengendalian atas Super Bank Indonesia.

Tambah Kepemilikan Saham SUPA

Melalui aksi korporasi ini, Superbank berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,79 triliun, yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan penguatan kapabilitas perbankan digital perseroan. Tampak dalam foto, Suasana pencatatan perdana saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/12/2025). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Sebelumnya, Elang Media Visitama menambah kepemilikan sahamnya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Elang Media Visitama meningkatkan jumlah kepemilikan saham SUPA dari sebelumnya 9.175.800.159 saham atau setara 27,07% hak suara, menjadi 9.325.800.159 saham dengan porsi kepemilikan naik menjadi 27,51% hak suara setelah transaksi

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/12/2025), penambahan kepemilikan dilakukan melalui pembelian tidak langsung dalam dua tahap.

Pertama, pembelian sebanyak 50 juta saham dengan harga Rp 1.050 per saham pada 24 Desember 2025. Selanjutnya, Elang Media Visitama kembali membeli 100 juta saham dengan harga Rp 895 per saham pada 29 Desember 2025

Dalam keterbukaan informasi tersebut disampaikan transaksi dilakukan dengan tujuan investasi. Elang Media Visitama juga tercatat sebagai pemegang saham pengendali dan menyatakan akan tetap mempertahankan pengendalian atas Super Bank Indonesia.

Sebelumnya, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank mencatatkan kinerja positif secara berkelanjutan hingga November 2025. Bank digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS ini menunjukkan pertumbuhan operasional dan keuangan yang solid, sekaligus memperkuat fondasi bisnis perseroan pasca pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.

Hingga November 2025, Superbank membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 122,4 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang melonjak 165 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 1,4 triliun.

 

Aset Superbank

Pencapaian 1 juta nasabah kurang dari 2 bulan membuktikan kepercayaan nasabah Superbank yang didukung oleh pemegang saham seperti Grab, Emtek, Singtel, dan KakaoBank. (Dok Superbank)

Pertumbuhan intermediasi juga tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 149 persen YoY menjadi Rp 11,0 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 58 persen YoY mencapai Rp 9,3 triliun.

Sejalan dengan itu, total aset Superbank turut meningkat signifikan. Per akhir November 2025, aset perseroan tercatat tumbuh 69 persen YoY menjadi Rp 18 triliun.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan.

“Pertumbuhan jumlah nasabah, peningkatan aktivitas transaksi, dan kinerja keuangan yang berkelanjutan menunjukkan bahwa model bisnis Superbank semakin matang," jelas Tigor dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).

"Fokus kami tetap pada membangun layanan perbankan digital yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, dijalankan secara prudent, dan didukung oleh fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang,” tambah dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya