Tiga Hari Pencarian, Korban Terseret Ombak di Pantai Mandiri Lampung Ditemukan

Jenazah Rizal ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB, berjarak kurang lebih 15 mil laut atau sekitar 27 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 05 Januari 2026, 14:36 WIB
Setelah tiga hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan wisatawan yang hilang terseret ombak saat berenang di Pantai Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah tiga hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan wisatawan yang hilang terseret ombak saat berenang di Pantai Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Korban bernama Rizal Wahyudi (29) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin pagi (5/1/2026).

Jenazah Rizal ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB, berjarak kurang lebih 15 mil laut atau sekitar 27 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Titik penemuan berada pada koordinat 5°28’11” Lintang Selatan dan 103°56’52” Bujur Timur.

Komandan Tim Rescuer Pos SAR Tanggamus, Tri Wardoyo, mengatakan operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

“Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tanggamus, Polair Polda Lampung, Polair Polres Pesisir Barat, Pos AL Bengkunat, BPBD Pesisir Barat, serta nelayan setempat. Korban ditemukan sekitar 15 mil laut dari lokasi kejadian awal sesuai rencana operasi SAR,” ujar Tri Wardoyo, Senin (5/1).

Ia menjelaskan, pencarian dilakukan melalui penyisiran laut menggunakan perahu karet serta penyisiran darat di sepanjang garis pantai. Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke daratan dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, Kapolsek Pesisir Tengah, Hadly Nasution, membenarkan penemuan jasad wisatawan tersebut. Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang memancing di tengah laut.

“Nelayan melihat bagian kaki manusia mengapung, lalu segera melaporkan kepada tim SAR gabungan untuk dilakukan evakuasi,” jelas Hadly.

Sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah korban berhasil dibawa ke daratan dan sempat dibawa ke puskesmas setempat untuk penanganan awal.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Selanjutnya, jenazah korban dibawa menggunakan mobil ambulans menuju rumah duka di Lampung Utara,” ujarnya.

 

Ombak Besar Tiba-tiba Datang

Sebelumnya, AKP Hadly Nasution mengungkapkan peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu sore (4/1/2026) sekitar pukul 17.10 WIB. Saat itu, korban masih berada di laut meski sebagian rekannya telah naik ke darat.

"Korban berenang bersama tiga orang rekannya. Namun ketika ombak besar datang, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terseret arus ke tengah laut. Sementara tiga rekannya berhasil selamat,” kata Hadly.

Berdasarkan keterangan saksi, rombongan wisatawan asal Kabupaten Lampung Utara tiba di Pantai Mandiri sekitar pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 16.30 WIB, sebagian rombongan menghentikan aktivitas berenang dan membersihkan diri di kamar mandi umum. Namun korban bersama seorang saksi bernama Husni Nur Wahit (17) masih berada di laut.

Sekitar pukul 17.10 WIB, ombak besar datang secara tiba-tiba. Rizal terseret arus kuat ke tengah laut dan tenggelam. Upaya pertolongan tidak dapat dilakukan karena derasnya arus dan tingginya gelombang.

AKP Hadly menegaskan bahwa pihak kepolisian sebelumnya telah memberikan imbauan kepada pengunjung agar tidak berenang di Pantai Mandiri, terutama pada sore hingga malam hari.

“Imbauan sudah kami sampaikan. Kondisi ombak di Pantai Mandiri pada sore hari memang berbahaya untuk aktivitas berenang,” tegasnya.

Pihak kepolisian kembali mengimbau wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang, dan arus laut demi menghindari kejadian serupa.

Infografis bahaya sampah plastik di laut. (dok. TKN PSL)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya