Fulham vs Liverpool: Gol Florian Wirtz Tetap Sah Meski Dianggap Offside, Kenapa?

Laga Fulham vs Liverpool mengundang perdebatan hangat. Terutama soal gol dari Florian Wirtz. Gol ini dianggap offside.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 05 Januari 2026, 16:58 WIB
Gelandang Liverpool, Florian Wirtz, bereaksi selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Liverpool dan Sunderland di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 3 Desember 2025. (Paul ELLIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laga Fulham vs Liverpool ramai diperbincangkan. Florian Wirtz jadi sorotan dalam laga Liverpool kontra Fulham yang berakhir imbang 2-2 di Craven Cottage pada Minggu (04/12/2026). Gelandang serang Liverpool itu mencetak gol penyeimbang di babak kedua, namun justru terlihat paling ragu merayakannya. Pemeriksaan VAR berlangsung cukup lama dan Wirtz sendiri mengaku sudah pasrah golnya bakal dianulir.

"Saya yakin itu offside jadi saya bahkan tidak merayakan. Saya senang bisa mencetak gol, tetapi saya lebih memilih tiga poin," ujar Wirtz, dilansir Goal.com.

Liverpool sempat berbalik unggul lewat Cody Gakpo, namun gol spektakuler Harrison Reed di menit akhir memaksa The Reds pulang hanya dengan satu poin dari laga yang berjalan intens dan terbuka.


Kejelasan Dibalik Gol Kontroversial

Ibrahima Konate (tengah) dari Liverpool dan Ryan Gravenberch (kanan) bereaksi setelah Couhaib Driouech dari PSV mencetak gol ketiga timnya dalam pertandingan Liga Champions antara Liverpool dan PSV di Liverpool, Inggris, Kamis (27-11-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Jon Super)

Kontroversi muncul karena posisi Wirtz terlihat sangat tipis saat menerima bola. Legenda Liverpool Jamie Carragher pun mengaku bingung.

"Saya benar-benar tidak percaya itu diberikan," kata Wirtz, dilansir Goal.com.

Namun, perbedaan aturan jadi kunci. VAR Liga Primer Inggris menggunakan sistem offside semi-otomatis dengan toleransi sekitar lima sentimeter, berbeda dengan Liga Champions yang menghitung hingga level milimeter.

Dalam kasus ini, kaki Wirtz masih berada di garis hijau toleransi tersebut. Artinya, meski tampak offside secara kasat mata, VAR menilai posisinya masih sah sesuai regulasi liga. Inilah yang membuat gol tersebut akhirnya disahkan meski memicu perdebatan panjang.


Marco Silva Tak Puas, Fulham Merasa Dirugikan

Marco Silva ditunjuk menjadi pelatih Fulham usai terdegradasi ke Championship pada awal musim 2021/2022 menggantikan Scott Parker yang hijrah ke Bournemouth. Hanya butuh semusim, Fulham kembali promosi ke Premier League pada 2022/2023 dan hingga pekan ke-33 sukses menghuni posisi ke-10 klasemen sementara. (AFP/Ben Stansall)

 Pelatih Fulham, Marco Silva, jelas tidak puas dengan keputusan tersebut. Ia menilai gol Wirtz terlihat jelas offside, namun menerima kenyataan bahwa teknologi berkata lain.

"Terlihat jelas offside tetapi garis gawang memberikan gol," kata Silva, dilansir Goal.com.

Meski begitu, ia tetap memuji perjuangan anak asuhnya, terutama Harrison Reed yang mencetak gol penyeimbang dramatis. Silva menegaskan Fulham pantas mendapatkan poin dari laga ini berkat kerja keras dan intensitas permainan.

Menurutnya, momen kecil seperti keputusan VAR bisa mengubah arah pertandingan, tetapi semangat timnya patut diapresiasi.


Tantangan Berat Menanti Liverpool

Arne Slot memantau skuad Liverpool di laga kontra Sunderland di pekan ke-14 Premier League 2025/2026 di Anfield, Kamis (04/12/2025). (AP Photo/Jon Super)

Hasil imbang ini membuat Liverpool harus segera berbenah karena laga besar sudah menanti. The Reds dijadwalkan bertandang ke markas Arsenal, pemuncak klasemen, pada pertandingan berikutnya. Arne Slot mengakui timnya tampil cukup produktif, namun masih kurang klinis.

"Dalam laga tandang, mencetak dua gol seharusnya cukup untuk menang," ujarnya. Ia juga menyoroti banyaknya peluang yang tercipta namun tak berujung gol.

Dengan jadwal padat dan persaingan ketat di papan atas, Liverpool dituntut tampil lebih efektif jika ingin terus bersaing di jalur juara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya