Kegiatan Belajar Mengajar Anak-anak di Lokasi Bencana Sumut Mulai 5 Januari

Kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara (Sumut) dapat kembali berjalan mulai Senin, 5 Januari 2026.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 04 Januari 2026, 21:02 WIB
Kondisi lingkungan dan sanitasi yang kurang memadai pasca- bencana dapat memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), seperti batuk, pilek, hingga demam. Tampak dalam foto, anak-anak bermain di genangan lumpur di Pengidam, Aceh Tamiang, pada Senin 15 Desember 2025. (Yasuyoshi Chiba/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara (Sumut) dapat kembali berjalan mulai Senin, 5 Januari 2026. Total ada 1.157 sekolah yang siap beroperasi pada Senin besok.

"Terkait dengan musibah yang terjadi di Sumatra Utara, jumlah sekolah terdampak ada 1.215. Yang siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari nanti 1.157 atau 95,23 persen," kata Abdul Mu’ti dikutip dari siaran pers, Minggu (4/1/2026).

Menurut dia, sebagian sekolah hingga saat ini masih menjalani persiapan untuk pembelajaran darurat dan pembersihan pascabanjir serta tanah longsor. Mu'ti menyebut sebanyak 19 sekolah di Sumut akan melakukan proses belajar mengajar di tenda, sementara 29 sekolah masih proses pembersihan usai terdampak banjir.

"Yang belajar menggunakan tenda ada 19 sekolah atau 1,6 persen. Dan masih dalam proses pembersihan 29 sekolah atau 2,4 persen. Insya Allah pada 5 (Januari) besok sekolah-sekolah tersebut sudah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya," jelasnya.

Kemendikdasmen telah menyiapkan kebijakan untuk satuan pendidikan yang belum sepenuhnya pulih. Nantinya, pembelajaran dan asesmen untuk sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan tanah longsor berjalan dengan kurikulum yang dirancang secara khusus.

Abdul Mu’ti menegaskan pendekatan yang digunakan bersifat adaptif dan fleksibel, menyesuaikan kondisi lapangan tanpa mengurangi semangat belajar siswa.

"Yang penting adalah semangat kita untuk bangkit, semangat kita untuk dapat belajar, dan bersemangat meraih masa depan," ujar dia.

Apresiasi dari Mendikdasmen

Di sisi lain, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan pendidikan di Sumatra Utara.

Dia berterima kasih kepada jajaran Kemendikdasmen, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, para wali kota dan bupati, serta penyelenggara satuan pendidikan dan para kepala sekolah di semua jenjang.

Dukungan tersebut dinilai krusial dalam menyukseskan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya terkait revitalisasi satuan pendidikan dan sekolah. Dengan sejumlah program itu, para murid di wilayah terdampak bencana diharapkan tetap mendapatkan hak belajar secara layak dan berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya