BMKG Ingatkan Waspada Potensi Gelombang Tinggi di Sulut hingga 7 Januari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga agar waspada dan berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Sulawesi Utara (Sulut) hingga 7 Januari 2026.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 04 Januari 2026, 03:03 WIB
BMKG mengingatkan warga agar waspada dan berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi hingga 7 Januari 2026. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga agar waspada dan berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Sulawesi Utara (Sulut) hingga 7 Januari 2026.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 2,5 meter di beberapa wilayah perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya," ujar Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung Ricky D Aror di Manado, melansir Antara, Minggu (4/1/2026).

Dia berharap warga memperhatikan tinggi gelombang dan kecepatan angin untuk keselamatan pelayaran, seperti perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

"Kapal tongkang agar memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sementara kapal Feri, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter," terang Ricky.

Pada umumnya, lanjut dia, angin dominan bertiup dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan rata-rata antara 6-15 knot.

"Kecepatan angin tertinggi berpeluang terjadi di perairan Nusa Utara dan Laut Maluku yang dapat meningkatkan tinggi gelombang di wilayah tersebut," kata Ricky.

"Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di Laut Sulawesi, perairan Minahasa Utara, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Sitaro, dan Laut Maluku," tutup Ricky.

 

60 Pohon Dipangkas Antisipasi Tumbang Saat Cuaca Ekstren di Jakbar

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Barat memangkas 60 pohon berpotensi tumbang. (Antara)

Sebelumnya, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat (Jakbar) memangkas 60 pohon yang tersebar di delapan kecamatan sebagai langkah antisipasi tumbang saat cuaca ekstrem.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakbar Dirja Kusuma mengatakan, salah satu titik yang difokuskan adalah Jalan Panjang, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk.

"Total yang ditoping (dipangkas) hari ini sebanyak 60 pohon," ujar Dirja saat dikonfirmasi di Jakarta, melansir Antara, Minggu (4/1/2026).

Dia mengatakan, pihaknya mengerahkan 116 personel serta 17 truk pengangkut dalam kegiatan pemangkasan serentak itu.

"Personel gabungan dari Sudin Tamhut Jakarta Barat dengan Bidang Jalur Dinas Tamhut DKI dan masing masing Satpel kecamatan, totalnya 116 orang. Kendaraan yang dikerahkan sebanyak 17 truk dan satu mobil pengangkat beban (crane)," papar Dirja.

 

12 Tim Pemangkasan

Petugas konservasi menebang pohon kelapa sawit yang ditanam secara ilegal di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh, Kamis (1/11). Forum Konservasi Leuser mengatakan bahwa mereka menghancurkan sekitar 2.000 hektare pohon kelapa sawit ilegal. (JANUAR/AFP)

Sebelumnya, Sudin Tamhut Jakarta Barat (Jakbar) menambah personel pemangkasan pohon di setiap Satuan Pelaksana (Satpel) Kecamatan untuk mengantisipasi pohon tumbang pada musim hujan.

"Kita bakal menambah personel pemangkasan. Jadi yang kita tambah itu petugas yang bisa operasikan sensor," kata Dirja saat dihubungi di Jakarta, Kamis 18 Desember 2025.

Setiap Satpel Tamhut Kecamatan akan mendapat tambahan empat hingga lima personel pemangkasan pohon.

Saat ini, kata Dirja, Sudin Tamhut Jakbar punya 12 tim pemangkasan yang terdiri dari delapan untuk setiap kecamatan dan empat di tingkat kota. Setiap tim ada enam sampai tujuh personel sehingga totalnya dari 12 tim itu 80 personel.

"Personel tambahan itu akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2025. "Nah, yang kita tambah itu untuk satpel di setiap kecamatan," katanya.

Selama tahun 2025, pihaknya telah melakukan pemangkasan pohon di delapan wilayah kecamatan untuk mencegah kejadian tumbang.

"Hingga bulan Desember 2025 Minggu kedua, kita telah melakukan pemangkasan ringan, sedang, berat, tebang, sempal dan tumbang, itu sekitar 9.346 pohon," jelas Dirja.

Infografis Malapetaka Pohon Tumbang di Jakarta. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya