Liputan6.com, Jakarta - Korps Bhayangkara dinilai terus berperan aktif dalam penanggulangan bencana di Sumatera. Hal itu seperti disampaikan Analis Hukum dan Politik Boni Hargens.
Dia menilai, institusi Polri dibawah Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Polri hadir melayani mereka yang menjadi korban dari bencana tersebut.
Advertisement
"Polri aktif dan profesional dalam mendukung penanganan bencana di Sumatera, memastikan warga terselamatkan, terbantu dalam aspek tempat tinggal, makanan, dan kesehatan," ujar Boni seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Jumat (2/1/2025).
Dia menambahkan, Polri juga dinilai mampu dalam mengamankan berbagai agenda nasional strategis sepanjang 2025.
"Ini menunjukkan tingkat profesionalisme, koordinasi lintas instansi dan kesiapan operasional yang tinggi dari seluruh jajaran Polri," imbuh Boni.
Mengawali 2026, Boni mengaku optimistis institusi Polri akan mengalami transformasi yang lebih baik lagi. Khususnya, kata dia, soal budaya di kepolisian yang secara signifikan tak hanya memperkuat kapasitas internal institusi, tetapi juga memberikan dukungan maksimal dalam mewujudkan agenda Asta Cita pemerintah.
"Transformasi ini mencerminkan kerja keras, disiplin tinggi, dan komitmen reformasi diri yang kokoh dalam melaksanakan tugas dan peran Polri sebagai penjaga demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia," ucap Boni.
Transformasi budaya ini, lanjut dia, tak hanya akan memperkuat kapasitas internal institusi, tetapi juga secara langsung berkontribusi dalam mendukung visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran melalui agenda Asta Cita.
"Proses reformasi yang sistematis dan terukur menghasilkan Polri yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas tinggi," kata dia.
"Polri juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan agenda Asta Cita, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan hukum yang berkeadilan," Boni menandasi.
Polri Tambah Alat Berat Percepat Penanganan Bencana di Sumbar
Sebelumnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menambah jumlah alat berat di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada Minggu untuk mempercepat penanganan di lokasi bencana provinsi setempat.
Keberangkatan lima unit alat berat tersebut dilepas langsung oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo didampingi Kepala Polda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta di depan Kantor Polres Padang Pariaman.
"Hari ini Polri kembali memberangkatkan lima unit berat untuk mempercepat penanganan di berbagai lokasi terdampak bencana," terang Dedi.
Ia mengatakan dengan adanya penambahan lima unit alat berat tersebut maka jumlah alat berat yang beroperasi ada sebelas unit, enam lainnya sudah bekerja di longsor dan bencana banjir bandang.
Alat berat tersebut tersebar di berbagai titik lokasi yaitu di wilayah Kabupaten Agam, dan Padang Pariaman, provinsi setempat.
Pihaknya berharap tambahan dukungan alat berat itu bisa semakin mempercepat penanganan usai bencana di lokasi yang terdampak.
"Kehadiran alat berat diharapkan dapat mempercepat pengerjaan dan pembersihan sehingga akses untuk jalur logistik, kendaraan, dan perekonomian di lokasi bisa digerakkan," jelas Dedi.
Kolaborasi dengan Banyak Pihak, Termasuk Relawan dan Pemda
Jenderal bintang tiga itu memastikan Polri akan terus mempercepat pemulihan infrastruktur maupun memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabanjir di wilayah utara Sumatera, khususnya Sumbar.
Dalam pengerjaan di lapangan Polri juga diminta berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya demi mengakselerasi pemulihan infrastruktur.
Ia memaparkan sampai saat ini pembangunan jembatan darurat telah dilakukan di berbagai titik, yakni Palembayan di Kabupaten Agam yang telah rampung 100 persen, Malalak di Kabupaten Agam dengan progres sekitar 80 persen, serta Batang Anai di Kabupaten Padang Pariaman dengan progres sekitar 75 persen.
Sementara itu pembangunan jembatan di X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, masih dalam tahap persiapan material, sedangkan jembatan di Sumani Kabupaten Solok telah selesai 100 persen dan dioperasionalkan secara maksimal.
Ia menambahkan jembatan Salareh Aia di Kabupaten Agam saat ini telah dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, melayani sekitar 1.135 jiwa, dan akan ditingkatkan menjadi jembatan rangka baja modular, Bailey, agar dapat dilalui kendaraan roda empat.